Ficool

Chapter 433 - Pengamat di Kejauhan

Langit di atas laut H2700 dipenuhi kilatan cahaya.

Laser dari Mecha raksasa terus menembus udara.

ZRAAAK!

Sinar energi melesat lagi.

Storm memiringkan tubuhnya di atas Deathred, papan selancar terbang merah itu berbelok tajam menghindari tembakan.

Ledakan cahaya menghantam awan di belakangnya.

Storm menggeram kesal.

"Robot ini cukup kuat."

Ia melesat naik lebih tinggi, mencoba mendekati Mecha itu.

Namun tepat saat ia bersiap menyerang—

Sebuah suara tiba-tiba muncul di dalam pikirannya: Velora Zynira.

"Manusia."

Storm sedikit menyipitkan matanya.

"Ada apa Grivver nolep?"

Velora berbicara dengan nada lebih serius dari biasanya.

"Ada seseorang yang mengawasimu."

Storm tetap meluncur di udara, menghindari satu laser lagi sebelum menjawab.

"Banyak orang mengawasiku."

Velora menghela napas kecil di dalam pikirannya.

"Dia bukan manusia biasa."

"Aku merasakan energi yang cukup kuat."

Storm berhenti sejenak di udara, Deathred melayang stabil di antara awan.

"Seberapa kuat?"

Velora menjawab tanpa ragu.

"Cukup kuat untuk menjadi ancaman."

Storm menoleh ke berbagai arah.

Matanya memindai langit, laut, dan kota dari kejauhan.

Namun ia tidak melihat siapa pun.

Velora melanjutkan,

"Dia tidak bergerak, hanya mengawasi saja."

Storm terdiam beberapa detik.

Lalu—

Sudut bibirnya terangkat sedikit.

"Bagus."

Velora sedikit bingung dengan reaksinya.

"Kau justru senang?"

Storm menatap kembali ke arah Mecha raksasa di depannya.

"Kalau dia kuat…"

"Berarti dia dari APH."

Velora tidak menyangkal.

Kemungkinan itu sangat besar.

Storm mengepalkan tangannya.

"Organisasi itu benar-benar tidak bisa diam."

Sejak lama—

APH terus mengirim pahlawan untuk mengawasinya, menangkapnya, bahkan melawannya.

Seolah keberadaannya adalah masalah yang harus diselesaikan.

Storm menggeram pelan.

"Aku sudah menyelamatkan dunia berkali-kali."

"Dan balasannya?"

Ia memandang langit kota H2700.

"Mereka terus mengirim pahlawan untuk menangkapku."

Velora tidak berkata apa-apa.

Storm justru terlihat semakin bersemangat.

"Kalau memang ada pahlawan APH di sini…"

Deathred berputar perlahan di udara.

Aura merah samar mulai muncul di sekitar tubuh Storm.

"Biarkan saja dia datang."

Matanya menyala penuh tekad.

"Aku juga ingin bertarung dengan mereka."

Sementara itu—

Dari kejauhan di atas gedung pinggir kota.

Apocalyptic Deathrays masih berdiri diam.

Matanya menatap Storm yang melayang di langit.

Ia telah mendengar cukup banyak laporan tentang pemuda itu.

Namun melihatnya langsung…

Adalah hal yang berbeda.

Deathrays mengepalkan tangannya sedikit.

Pertarungan itu semakin dekat.

Dan ketika saatnya tiba—

Ia tidak akan hanya mengawasi lagi.

More Chapters