Ruang kerja Kael Barrenheart masih sunyi.
Cahaya dari layar hologram menerangi wajahnya yang serius. Data tentang Storm masih terpampang di udara, grafik energi dan catatan pertarungan yang menunjukkan satu kesimpulan yang sama—
Storm adalah ancaman potensial yang tidak bisa diabaikan.
Kael masih menatap grafik itu ketika tiba-tiba—
Salah satu layar hologramnya bergetar.
Sinyal komunikasi masuk secara paksa ke sistem pusat Aksrega United.
Kael sedikit menyipitkan mata.
"Apa ini Akses prioritas?"
Detik berikutnya—
Sosok seseorang muncul dalam bentuk hologram di tengah ruangan.
Seorang pria tua dengan jas panjang hitam dan wajah yang dikenal oleh hampir semua petinggi dunia.
Kael tidak terlihat terkejut.
"Jarang sekali APH langsung menghubungi kantor Aksrega."
Franskeinsteins berdiri tenang dalam proyeksi hologramnya.
"Aku datang membawa bantuan."
Kael mengangkat alis sedikit.
"Bantuan?"
Ia melipat tangannya.
"Dari Asosiasi Planes Hero?"
Franskeinsteins mengangguk pelan.
"Karena Dooms belum turun tangan."
Nama itu membuat suasana ruangan terasa lebih berat.
Jika Dooms belum bergerak—
Berarti situasi belum dianggap mencapai batas krisis.
Namun Franskeinsteins tetap berbicara dengan nada serius.
"Aku tahu Aksrega United sedang mempertimbangkan cara menangkap Storm Realms."
Kael tidak menyangkalnya.
"Itu benar."
Ia menatap langsung hologram Franskeinsteins.
"Lalu bantuan apa yang kau maksud?"
Franskeinsteins tersenyum tipis.
"Aku sudah mengirim seseorang."
Kael sedikit penasaran.
"Seseorang?"
Franskeinsteins melanjutkan dengan nada yang lebih dalam.
"Pahlawan kedua terkuat dari APH."
Beberapa detik ruangan itu menjadi hening.
Kael menyipitkan matanya.
"Siapa dia?"
Franskeinsteins menjawab tanpa ragu.
"Apocalyptic Deathrays."
Nama itu tidak asing bagi Kael.
Matanya sedikit menyipit.
Pahlawan dengan reputasi yang hampir sama menakutkannya dengan namanya.
Franskeinsteins melanjutkan,
"Dia akan mengawasi Storm."
"Dan jika diperlukan…"
"Dia akan menangkapnya hidup-hidup."
Kael berjalan perlahan mendekati layar hologram.
"Apocalyptic Deathrays…"
Ia mengingat laporan yang pernah ia baca.
Pahlawan dengan kekuatan mutasi luar biasa.
Tubuhnya mampu bertahan dari serangan yang bahkan bisa menghancurkan kota.
Banyak laporan menyebutkan satu hal yang sama—
Hampir tidak mungkin memusnahkannya.
Franskeinsteins berkata pelan,
"Kekuatan fisiknya jauh melampaui manusia biasa."
"Serangan dahsyat hampir tidak memiliki efek padanya."
Kael menatap hologram itu dengan serius.
"Jadi kau mengirim monster lain untuk menangkap Storm."
Franskeinsteins tidak terlihat tersinggung oleh kata itu.
"Kadang dunia membutuhkan kekuatan seperti itu."
Ia menambahkan satu hal lagi.
"Tenang saja."
"Tujuannya bukan membunuh Storm."
"Hanya menangkapnya sebelum entitas di dalam dirinya menjadi ancaman nyata."
Kael berpikir beberapa detik.
Kemudian ia mengangguk kecil.
"Jika pahlawan kedua APH sudah bergerak…"
"Situasi ini akan segera berubah."
Franskeinsteins memandangnya.
"Dia mungkin sudah berada di dekat Storm sekarang."
Hologram mulai meredup.
Namun sebelum komunikasi terputus—
Franskeinsteins berkata satu kalimat terakhir.
"Semoga saja Storm tidak memaksanya bertarung serius."
Proyeksi itu menghilang.
Ruangan kembali sunyi.
Kael menatap layar yang masih menampilkan nama Storm Realms.
Sekarang situasinya berubah.
Karena seseorang yang sangat berbahaya—
Telah bergerak.
