Ficool

Chapter 420 - Liburan Sederhana

Pintu kamar Storm terbuka perlahan.

Arabels berdiri di sana dengan senyum kecil di wajahnya.

Di belakangnya, terlihat dua sosok lain di koridor.

Zero bersandar santai di dinding dengan satu mata robotnya yang berkilau redup.

Di sampingnya, Lira berdiri dengan tangan menyilang, rambut kuningnya tertiup lembut oleh angin dari ventilasi koridor.

Storm masih berbaring di kasurnya.

Ia memandang mereka dengan tatapan datar.

"Kenapa kalian semua di sini?"

Arabels masuk ke kamar tanpa menunggu izin.

"Kami mau mengajakmu keluar."

Storm mengangkat alis sedikit.

"Keluar?"

Zero mengangkat bahu.

"Perintah tidak resmi dari Tuan Aryes."

Lira menambahkan dengan nada santai.

"Dia bilang kita perlu menghibur diri setelah kekacauan beberapa hari lalu."

Storm mendecih pelan.

"Aku tidak butuh hiburan."

Ia kembali menatap langit-langit kamarnya.

Arabels langsung berdiri di depan tempat tidurnya.

"Storm."

Nada suaranya lembut tapi tegas.

"Kamu sudah berbaring di kamar ini tiga hari."

Zero tertawa mengejek.

"Kalau terus begini, kau bakal berubah jadi fosil sebelum umur tiga puluh."

Storm meliriknya malas.

"Diam kau."

Lira tersenyum tipis.

"Lagipula kita tidak pergi jauh."

Arabels akhirnya berkata dengan nada penuh semangat.

"Kita ke pantai."

Storm menoleh.

"Pantai?"

Arabels mengangguk cepat.

"Pantai di wilayah selatan H2700. Tempat itu masih alami walaupun kota kita sudah super modern."

Zero menambahkan sambil menunjuk jendela.

"Teknologi bisa membuat kota terbang atau kapal antar bintang…"

"Tapi orang tetap pergi ke pantai untuk liburan."

Lira tertawa kecil.

"Itu aneh tapi benar."

Storm terdiam beberapa detik.

Ia sebenarnya tidak tertarik.

Keramaian.

Liburan.

Hal-hal seperti itu jarang masuk dalam hidupnya.

Ia hampir mengatakan tidak—

Namun Arabels menatapnya dengan harapan yang jelas terlihat.

Storm menghela napas panjang.

"Baiklah."

Tiga orang di depannya langsung bereaksi.

Arabels tersenyum lebar.

Zero mengangkat alis terkejut.

"Wah, cepat juga kau menyerah."

Lira terlihat senang.

"Kalau begitu kita berangkat sekarang."

Storm bangkit dari kasurnya perlahan.

"Jangan berharap aku ikut berenang."

Zero tertawa.

"Kita lihat nanti."

Beberapa menit kemudian—

Keempat anggota baru tim X.A.R.A itu berjalan keluar dari markas.

Langit siang cerah.

Angin laut dari arah selatan mulai terasa.

More Chapters