Ficool

Chapter 421 - Ombak yang Tenang

Perjalanan menuju pantai tidak memakan waktu lama.

Kendaraan transportasi otomatis dari markas X.A.R.A membawa mereka melewati jalan-jalan modern kota H2700, hingga akhirnya gedung-gedung tinggi mulai menghilang dari pandangan.

Di depan mereka—

Laut terbentang luas.

Pantai selatan H2700 masih mempertahankan keindahan alaminya.

Pasir putih memanjang di sepanjang garis pantai. Ombak bergulung perlahan, memantulkan cahaya matahari yang terang.

Meski dunia telah dipenuhi teknologi dan kapal antar bintang—

Pantai tetap menjadi tempat yang sederhana dan menyenangkan.

Banyak pengunjung datang untuk berlibur.

Anak-anak berlarian di pasir.

Beberapa orang duduk di kursi pantai menikmati angin laut.

Yang lain bermain di air atau berselancar di ombak.

Begitu mereka turun dari kendaraan—

Arabels langsung menarik napas panjang.

"Udaranya sejuk sekali."

Lira tersenyum sambil menatap cakrawala.

"Aku jarang sekali ke pantai."

Arabels tertawa kecil.

"Kalau begitu kita harus menikmatinya."

Keduanya berjalan menuju garis air, melepas sepatu mereka dan merasakan pasir hangat di bawah kaki.

Mereka mulai berjalan di sepanjang pantai bersama pengunjung lain.

Sesekali Arabels menunjuk sesuatu di laut.

Lira mendengarkan dengan penuh minat saat Arabels menjelaskan tentang arah angin dan jalur bintang yang bisa terlihat dari pantai pada malam hari.

Sementara itu—

Zero sudah tidak terlihat di darat.

Ia berdiri di atas papan selancar, meluncur di atas ombak dengan keseimbangan yang luar biasa.

Satu mata robotnya berkilau saat ia membaca pergerakan ombak.

"Ini jauh lebih menyenangkan daripada memperbaiki mesin," gumamnya sambil menembus ombak berikutnya.

Di sisi lain pantai—

Storm duduk di atas batu besar dekat pasir.

Tangannya bertumpu di lutut.

Tatapannya mengarah ke laut.

Namun bukan pemandangan yang ia perhatikan.

Ombak datang dan pergi.

Orang-orang tertawa.

Angin laut berhembus.

Tapi Storm tidak terlalu tertarik dengan semua itu.

Bagi kebanyakan orang, pantai adalah tempat untuk bersantai.

Namun bagi Storm—

Ini hanya tempat yang tenang.

Dan ketenangan itu terasa… asing.

Ia mengalihkan pandangannya sedikit.

Arabels terlihat berjalan di sepanjang garis air bersama Lira, sesekali tertawa saat ombak kecil menyentuh kaki mereka.

Rambut Arabels tertiup angin laut.

Senyumnya terlihat jelas bahkan dari kejauhan.

Storm memperhatikannya tanpa berkata apa pun.

Velora tiba-tiba berbicara pelan di dalam pikirannya.

"Kau sepertinya tidak menikmati tempat ini."

Storm menjawab singkat.

"Aku tidak datang untuk liburan."

Velora diam beberapa saat.

Lalu berkata dengan nada yang hampir terdengar seperti senyum.

"Kau datang untuknya."

Storm tidak menjawab.

Ia hanya tetap duduk di atas batu itu, memandang ke arah Arabels yang masih berjalan di tepi laut.

More Chapters