Ficool

Chapter 404 - Perintah dari Pusat

Gedung pusat Aksrega United menjulang tinggi di ibu kota federasi.

Di lantai tertinggi—

Ruang kerja Presiden sunyi, luas, dan dingin.

Layar-layar transparan melayang di udara, menampilkan data satelit, laporan keamanan global, serta aktivitas energi anomali.

Di tengah ruangan berdiri seorang pria berambut perak gelap dengan tatapan tajam.

Kael Barrenheart.

Presiden Aksrega United.

Salah satu orang paling berpengaruh di dunia.

"Perbesar sektor H2700."

Suara Kael tenang.

Salah satu layar menyorot kota H2700.

Lalu grafik energi muncul.

Lonjakan.

Bekas pertarungan naga lima kepala.

Jejak pembekuan skala wilayah.

Distorsi ruang.

Dan satu tanda yang sangat dikenalnya.

Storm.

"Dia tidak bersembunyi terlalu jauh," gumam Kael.

Data berikutnya muncul:

— Aktivitas tidak resmi di markas X.A.R.A

— Integrasi personel baru

— Anomali energi cocok 87% dengan profil subjek: Storm

Kael menyilangkan tangan.

"Bahkan menjadi bagian dari X.A.R.A…"

Bukan hanya hidup.

Bukan hanya bersembunyi.

Storm justru bergerak di bawah institusi yang berada dalam naungan Praksglobal World—dan secara struktural masih terkait Aksrega United.

Keberanian… atau kebodohan.

Kael menekan tombol komunikasi.

"Hubungkan aku ke markas APH."

Beberapa detik kemudian—

Sosok pria tinggi dengan mantel panjang muncul dalam hologram biru.

Tatapan tajam, aura tenang namun berat.

Dooms Wlenleys.

Hero terkuat APH.

Julukan: Adventurer Dimensional.

"Ada apa Kael," ucap Dooms datar.

"Tuan Dooms."

Kael tidak membuang waktu.

"Kita menemukan jejak Storm."

Tatapan Dooms sedikit berubah.

"Dimana lokasi keberadaannya?"

"H2700. Terdaftar sebagai bagian dari X.A.R.A."

Keheningan singkat.

Dooms menyilangkan tangan.

"Dia cukup berani."

Kael menatap data di depannya.

"Keberanian bukan masalah utama."

Layar lain menampilkan rekaman energi es yang membekukan Risveyland.

"Entitas di dalam dirinya semakin aktif."

Dooms tidak menyangkal.

Kael melanjutkan dengan nada lebih tegas.

"Aku tidak peduli apakah Storm secara hukum bersalah atau tidak."

Hening.

"Entitas dalam dirinya adalah ancaman global."

Tatapan Kael mengeras.

"Jika suatu hari ia kehilangan kendali, bukan hanya satu kota yang hancur."

Dooms mengangguk pelan.

"Kau ingin penangkapan."

"Ya."

"Hidup atau mati?"

Kael terdiam satu detik.

"Jika memungkinkan."

Jawaban diplomatis.

Dooms memahami artinya.

"Aku akan mengirim tim."

"Pastikan bukan tim biasa."

Dooms tersenyum tipis.

"Storm bukan target biasa."

***

Beberapa menit kemudian—

Di markas utama APH.

Ruang briefing kelas S.

Empat sosok berdiri dalam lingkaran cahaya.

Lgris.

Hero dengan aura tajam, pernah berduel langsung dengan Storm.

Marika.

Pengguna energi cahaya tingkat tinggi.

Rizen.

Ahli manipulasi gravitasi dan tekanan medan.

Terminator Demon.

Hero kelas S dengan kekuatan fisik ekstrem dan sistem tempur semi-mekanis.

Di belakang mereka berdiri seorang pria dengan ekspresi nyaris tanpa emosi.

Franskeinteins.

Pengawas khusus operasi tingkat tinggi.

Dooms muncul di hadapan mereka.

"Target penangkapan: Storm Realms."

Ruangan langsung terasa berat.

Lgris menyeringai tipis.

"Aku sudah lama tidak mendengar nama itu."

Marika menghela napas pelan.

"Kenapa harus sekarang, Tuan Dooms?"

Dooms menjawab tenang.

"Lokasinya terdeteksi. H2700. Markas X.A.R.A."

Rizen mengangkat alis.

"Di bawah naungan Aksrega?"

"Kael sendiri yang memerintahkan," jawab Dooms.

Terminator Demon hanya berkata singkat.

"Objektif?"

"Atau justru penangkapan."

Lgris tertawa kecil.

"Dia tidak akan menyerah."

"Karena itu kalian dikirim," kata Dooms.

Tatapannya tajam.

"Storm memiliki kemampuan ruang, es tingkat ekstrem, serta entitas tidak teridentifikasi dalam dirinya."

Ia berhenti sejenak.

"Jangan meremehkan manusia anomali itu."

Franskeinteins melangkah maju.

"Aku akan mengawasi operasi ini. Jika situasi keluar kendali, aku akan mengambil alih keputusan."

Dooms menatap mereka satu per satu.

"Ini bukan misi balas dendam."

Tatapannya berhenti pada Lgris.

"Ini misi pencegahan."

Lgris mengangkat bahu.

"Asal dia tidak menghancurkan setengah kota lagi."

Dooms menutup briefing.

"Kalian berangkat dalam satu jam."

***

Di ruangannya sendiri—

Dooms berdiri sendirian setelah semua pergi.

Ia membuka layar pribadi.

Menampilkan rekaman lama.

Storm berdiri di tengah distorsi ruang.

Siluet yang tidak stabil.

Duel yang berakhir sengit.

"Seberapa kuat kau bertahan dari APH, Storm Realms"

Dooms memejamkan mata sejenak.

Sebagai Adventurer Dimensional, ia lebih memahami daripada siapa pun—

Jika entitas ruang dalam diri Storm benar-benar bangkit sepenuhnya…

Maka dunia tidak akan cukup luas untuk menahannya.

More Chapters