Ficool

Chapter 393 - Sunyi Setelah Badai

Risveyland perlahan kembali sunyi.

Retakan besar masih membelah tanah, kawah raksasa berkilau di tengah dataran seperti luka yang belum menutup. Uap dingin naik tipis dari sisa benturan meteor es.

Storm berdiri beberapa detik di tepi kawah itu.

Lalu—

Kakinya melemah.

Ia jatuh berlutut.

Bukan karena kelelahan fisik semata.

Bukan karena luka yang terlihat.

Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih dalam.

Ia terlalu sering membuka gerbang kekuatannya.

Ice Emperor bukan sekadar elemen.

Itu adalah otoritas.

Setiap kali ia menggunakannya secara penuh, sebagian dari energinya ikut terkuras bersama dinginnya dunia.

Storm akhirnya terbaring di atas tanah yang mulai mencair.

Langit malam tampak tenang di atasnya.

Velora berbicara pelan di dalam kesadarannya.

"Inti energimu stabil… tapi menipis. Kau memaksakan sinkronisasi tanpa media pelindung."

Storm tersenyum tipis.

"Aku masih hidup brengsek."

"Itu bukan parameter yang cukup," jawab Velora lembut.

Di udara, Cluster 29-334 mendarat tidak jauh darinya.

Zero berlari turun lebih dulu, diikuti Arabels dan Lira.

Napstylea mendarat dengan langkah berat, armornya masih berasap tipis.

Jester menghentikan kapal Arkananya dan melompat turun.

Arabels berlutut di samping Storm.

"Kak Rem… kamu baik-baik saja?"

Storm menoleh sedikit.

"Aku tidak sekarat."

Jawaban khasnya.

Namun Arabels bisa melihat sesuatu yang berbeda.

Mata merah itu masih tajam… tapi ada bayangan kelelahan yang tidak biasa.

Velora mengonfirmasi dalam batin Storm.

"Beberapa waktu ke depan, akses ke Ice Emperor akan sangat terbatas. Jika dipaksakan, risiko kerusakan permanen meningkat."

Storm menatap langit.

"Berapa lama?"

"Tidak dapat dipastikan. Hari… mungkin minggu. Tergantung seberapa cepat inti energimu pulih."

Arabels membantu Storm duduk perlahan.

"Apa Kak Rem menyesal menggunakannya sebesar itu?"

Storm terdiam sejenak.

Angin malam menyentuh wajahnya yang masih dingin.

"Jika tidak… kota H2700 yang jadi kawah."

Jawaban itu cukup.

Tidak ada yang membantah.

Risveyland mungkin rusak parah.

Tapi kota selamat.

Langit kembali normal.

Arabels menatapnya pelan.

"Kak Rem tidak harus selalu bertarung sendirian."

Storm memejamkan mata sejenak.

"Aku sudah terbiasa."

Ia membiarkan dirinya terbaring di tanah, ditemani oleh Arabels yang tidak pergi.

More Chapters