Ficool

Chapter 392 - Meteor dari Singgasana Es

Langit Risveyland kembali gelap.

Sisa serpihan petir beku menghilang seperti debu cahaya.

Naga berkepala lima itu melayang goyah di udara, sisiknya retak, napas listriknya tak lagi stabil. Namun kelima kepalanya masih menatap Storm dengan kebencian yang belum padam.

Storm berdiri di tengah dataran es.

Angin dingin berputar mengelilinginya seperti mahkota tak kasat mata.

"Ia tidak akan berhenti," bisik Velora pelan.

Storm menatap langit.

"Kalau begitu… aku akhiri."

Udara berubah.

Bukan hanya suhu.

Tapi tekanan.

Langit di atas Risveyland bergetar, seolah sesuatu yang sangat besar sedang dipanggil turun.

Awan-awan tipis membeku dan tersingkir, membuka ruang hampa malam.

***

Di luar atmosfer—

Kristal-kristal es mulai berkumpul.

Partikel air yang tersebar di lapisan atas dipadatkan secara paksa oleh kehendak Ice Emperor.

Sebuah massa raksasa terbentuk.

Bercahaya biru.

Berputar perlahan.

Arabels menatap layar dengan mata membesar.

"Itu bukan dari langit… Kak Rem menciptakannya dari orbit rendah…!"

Zero terdiam.

"Tuan Rem… memanggil meteor?"

Di udara, naga itu meraung dan mencoba menyerang lagi, namun gerakannya kini lambat.

Storm membuka matanya penuh.

"Selamat tinggal."

Ia mengepalkan tangannya ke bawah.

Dari langit—

Meteor es raksasa jatuh.

Bukan sekadar bongkahan.

Itu seperti gunung kristal yang menyala biru, menembus atmosfer dengan jejak cahaya panjang.

***

Udara terbakar oleh gesekan, menciptakan garis terang yang terlihat jelas bahkan dari H2700.

Di balkon-balkon kota, orang-orang menunjuk ke langit.

"Bintang jatuh…?"

"Tidak… itu terlalu besar…"

***

Di Risveyland, naga itu mencoba terbang lebih tinggi.

Terlambat.

Meteor es menghantam tepat di atasnya.

Cahaya biru meledak.

Benturan dahsyat mengguncang tanah seperti gempa besar.

Gelombang kejut menyebar ke segala arah, memecahkan sebagian lapisan es dan mengangkat debu kristal hingga ratusan meter.

Cluster 29-334 terguncang hebat.

Jester hampir kehilangan keseimbangan di kapal Arkananya.

Napstylea menutup wajahnya dari kilatan cahaya.

Risveyland berguncang.

Retakan besar membelah dataran beku.

Suara benturan menggema jauh hingga perbatasan wilayah.

Ketika cahaya meredup—

Yang tersisa hanyalah kawah raksasa berkilau.

Di tengahnya, serpihan es bercampur sisa energi listrik yang perlahan menghilang.

Naga berkepala lima itu—

Telah hancur.

Tidak ada lagi auman.

Tidak ada lagi petir.

Hanya angin dingin yang berhembus pelan melewati kawah yang masih berasap.

Storm berdiri di tepi kawah.

Matanya kembali normal.

Es di seluruh Risveyland mulai retak perlahan, suhu berangsur kembali seperti semula.

Velora berbicara.

"Target… musnah."

Storm menatap langit malam yang kini tenang.

"Dendam tidak pernah membawa rasnya kembali."

Ia menurunkan tangannya.

More Chapters