Ficool

Chapter 337 - Makhluk Dimensi

Storm terbang melintasi udara diatas perkotaan. Awalnya semua tenang-tenang saja, tapi ketenangan itu membuatnya penasaran.

Dia dicegat oleh seseorang yang berdiri diatas puncak gedung yang berada di depan sana.

Storm segera berhenti.

"Siapa kau?"

Tanya Storm pada seseorang itu menggema.

Udara mendadak menjadi berat, angin berhembus kencang, hawa membunuh mengental.

Whuss!

Serangan badai besar menerjangnya.

BLARR!

Dengan mudah Storm meninju badai tersebut... Hingga musnah.

Seseorang itu mengamatinya dengan wajah tenang. Ekspresinya dingin, seolah tidak pernah tersenyum sama sekali.

"Tesseract. Aku berasal dari dimensi berbeda... Tujuanku ke bumi ini adalah untuk membunuhmu."

Tesseract membuka tudung kepalanya.

Dia bukanlah manusia, tapi salah satu makhluk dari dimensi berbeda. Tesseract bisa mendapatkan tubuh manusia karena dia mengambil paksa tubuh yang digunakannya.

Tapi itu tidaklah terlalu berharga.

Storm bisa merasakannya bahwa entitas itu sangat kuat. Keberadaannya saja tidak terdeteksi oleh manusia biasa.

"Oy Velora, haruskah aku menghabisi makhluk itu?"

Velora berucap mengerikan dari alam bawah sadarnya.

"Seharusnya begitu. Anggap saja dia adalah musuhmu... Lagipula dia tidak sebanding denganku."

"Habisi saja entitas cecunguk itu. Aku merasa dia mempermalukan entitas kosmik saja... Dia bukanlah makhluk kosmik sepertiku."

Whuss!

Tanpa berdiam diri lagi. Storm melesat dengan cepat. Dia tersenyum lebar.

Setelah sekian lama... Akhirnya dia bisa langsung berhadapan dengan entitas asing yang bahkan berbeda dimensi.

Storm menganggap ini adalah awal pertamanya sebagai perjalanannya menuju alam semesta.

"Blades Crimson"

Storm mengerahkan pisau terbang miliknya.

Trang!

Tesseract hanya menatap pisau terbang menuju kearahnya... Lalu terpental begitu saja.

"Sepertinya makhluk yang berada didalam dirimu itu, seperti bukan makhluk biasa. Aku bisa merasakannya. "

Entah mengapa Tesseract sangat yakin sekali, jika didalam tubuh manusia berarmor Merah itu sangatlah kuat sekali.

Hanya saja makhluk atau entitas itu pemalas sekali. Dia tidak mau menunjukkan dirinya.

"Baiklah. Aku akan memaksanya keluar. Dia sepertinya ancaman berbahaya tingkat atas."

WHUSS!

Tesseract memajukan telapak tangannya ke depan.

Semua yang dilihat oleh mata seketika berubah menjadi tempat yang asing.

Dimensi berbeda.

"Kurasa aku mengerahkan semua kekuatanku ditempat ini. Bukankah begitu, Tesseract."

Whuss!

Storm melompat turun dari Armornya.

Lalu Storm memanggil "Death Red". Skateboard terbangnya. Storm juga menggunakan Blades Crimson untuk senjatanya.

Storm menatap entitas itu dengan tajam. Dia tidak akan mati dengan mudah karena makhluk itu... Masih ada ambisi yang dia tuju.

More Chapters