Ficool

Chapter 336 - Keputusan yang Dipilih

Keputusan sudah disepakati. Dengan lantang Kael berucap tegas kepada semua orang. Dia selaku presiden Aksrega United, tidak akan meninggalkan bumi apapun yang terjadi.

Planet ini adalah rumah, sejarah, peninggalan, dan keluarga. Kael tidak akan menyianyiakan pendahulu mereka yang telah membuat planet ini berkembang.

Kael berucap tegas.

"Saya Kael Barrenheart, tidak akan meninggalkan planet ini. Jika Asosiasi Planes Hero tetap memburu ancaman yang kalian buru."

Kael menghela nafasnya sejenak.

"Burulah, dan jangan hancurkan peradaban yang telah dibangun oleh pendahulu kita."

"Rumah adalah tempat pulang paling aman di alam semesta ini. Tak peduli seberapa jauh kita menjelajahi alam semesta dan itu adalah suatu apresiasi kita terhadap planet yang kita cintai ini. "

Semua orang mendadak diam.

Mereka semua terharu, tersentuh dengan ucapannya. Meski planet ini berada diambang kehancuran sekalipun. Rumah menjadi tempat pulang paling di rindukan.

Semua orang bersorak atas pidatonya.

Plak!

Plak!

Plak!

"Luar biasa, pak presiden memang pemimpin yang bijaksana"

"Benar, bumi tetap menjadi rumah kita meski ancaman semesta mengancam planet ini."

"Dan kita tidak bisa meninggalkan peradaban yang telah kita bangun selama hampir milyaran tahun lamanya."

Banyak dari mereka memuji Kael. Membenarkan perkataannya bahwa bumi tidak tergantikan sebagi planet kehidupan.

Dooms diam, dia mengamati pidato Kael yang membuat banyak orang mengaguminya.

"Jika itu pilihanmu, bangun perisai terkuat negara ini. Asosiasi akan turun tangan langsung memburu Storm Realms."

Kael mengangguk mantap.

"Kau benar, tolong jangan hancurkan planet ini. Masih banyak keluarga yang masih menyayangi keluarganya.

Dooms hanya mengibaskan tangannya saja.

"Naif sekali, aku tak mungkin melukai manusia yang tidak bersalah."

Dooms berdiri, dia menggenggam pedang kembar miliknya dengan erat.

"Tapi aku akan melakukan cara apapun, hanya untuk menghabisi musuh yang mengancam keselamatan alam semesta itu sendiri. "

Perkataan sang Hero menggema.

More Chapters