Ficool

Chapter 906 - Kembali ke Permukaan

Di bawah reruntuhan. Kesunyian masih menyelimuti ruang bawah tanah.

Bertahun-tahun telah berlalu sejak Perseiron dan Putri Abell bersembunyi di tempat tersebut.

Tempat yang awalnya hanya menjadi perlindungan sementara...

perlahan berubah menjadi rumah mereka.

Namun tubuh Perseiron mulai menunjukkan batasnya.

Suatu hari, ketika ia mencoba berdiri—

kakinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

"Perseiron!"

Abell segera menghampirinya.

Perseiron menahan tubuhnya pada dinding.

"Saya tidak apa-apa."

"Tidak."

Abell menggeleng.

"Kau semakin lemah."

Perseiron terdiam.

Ia sendiri menyadarinya.

Selama bertahun-tahun berada di bawah tanah, tubuhnya hampir tidak pernah terkena cahaya bintang.

Makanan dan air yang mereka simpan juga semakin terbatas.

Tubuhnya yang telah menua tidak lagi mampu bertahan seperti dahulu.

Abell memandangnya dengan cemas.

"Kita masih aman di sini."

Ia mencoba meyakinkan Perseiron.

"Bootes Void mungkin sudah pergi."

Perseiron menatapnya.

"Atau mungkin mereka masih menunggu."

Abell terdiam.

"Tapi setidaknya di sini kita terlindungi."

Perseiron perlahan duduk.

"Putri Abell..."

Ia menarik napas.

"Saya ingin ke permukaan."

Mata Abell melebar.

"Ke permukaan?"

Perseiron mengangguk.

"Ya."

Ia memandang pintu besar yang selama bertahun-tahun tidak pernah mereka buka.

"Saya tidak yakin tubuh saya bisa terus bertahan di tempat ini."

Abell mengepalkan tangannya.

"Tapi kalau kita keluar..."

"Kita mungkin bertemu Bootes Void."

Perseiron menyelesaikan kalimatnya.

Ia tidak menyangkal kemungkinan itu.

Namun kali ini, ia juga tidak mundur.

"Saya lebih takut jika kita terus berada di sini."

Abell menatap Perseiron dalam diam.

Ia tahu Perseiron benar.

Mereka telah menghabiskan waktu yang sangat lama di bawah tanah.

Mereka tidak tahu keadaan dunia luar.

Mereka bahkan tidak tahu apakah musuh masih mencari mereka.

Tetapi mereka juga tidak bisa selamanya hidup dalam ketakutan.

Abell akhirnya berdiri.

Ia berjalan menuju pintu keluar.

Tangannya menyentuh permukaan pintu tua yang tertutup debu.

"Kalau begitu..."

Ia menoleh kepada Perseiron.

"...kita keluar bersama."

Perseiron tersenyum tipis.

"Terima kasih."

Abell menggeleng.

"Jangan berterima kasih."

Ia memandang pintu itu kembali.

"Aku masih takut."

"Saya tahu."

"Tapi aku tidak akan meninggalkanmu."

Perseiron berdiri perlahan.

Kali ini Abell membantu menopangnya.

Mereka kemudian berjalan menuju jalan keluar.

Setiap langkah terasa seperti meninggalkan kehidupan lama mereka.

Tempat persembunyian itu telah menjadi bagian dari hidup mereka.

Tetapi dunia di atas menunggu.

Entah apa yang akan mereka temukan.

Entah apakah dunia itu masih sama.

Entah apakah Bootes Void masih berada di sana.

Namun mereka telah mengambil keputusan.

Mereka akan menghadapinya bersama.

Di permukaan...

sebuah sosok masih berdiri di antara reruntuhan.

Dark Void 05.

Ia tidak bergerak.

Tidak berubah.

Tidak menua.

Waktu tidak memiliki arti baginya.

Bagi makhluk seperti dirinya, bertahun-tahun hanyalah jeda singkat.

Ia masih mengingat perintahnya.

Menemukan Putri Abell.

Menangkapnya.

Menyelesaikan tugas.

Dark Void 05 menatap kehancuran IC 1101.

Tidak ada rasa lelah di wajahnya.

Tidak ada keraguan.

Kemudian—

ia merasakan sesuatu.

Sebuah energi yang sangat samar.

Dark Void 05 mengangkat kepalanya.

"... Putri Abell."

Senyum tipis muncul di balik topengnya.

Ia merasakan kehadiran yang selama bertahun-tahun tidak pernah berhasil ia temukan.

Putri Abell akhirnya keluar dari persembunyiannya.

Dark Void 05 menggenggam pedang hitamnya.

"Jadi kau akhirnya keluar."

Ia tidak terburu-buru.

Tidak perlu.

Selama bertahun-tahun ia telah menunggu.

Dan sekarang...

tugasnya hampir selesai.

Jauh di bawah tanah...

Perseiron dan Abell berdiri di depan pintu keluar.

Cahaya samar terlihat dari celah pintu.

Abell menyipitkan mata.

Sudah terlalu lama ia tidak melihat cahaya dari dunia luar.

Perseiron menarik napas panjang.

"Sudah waktunya."

Abell mengangguk.

Mereka membuka pintu.

KREEEAAAK...

Cahaya dari permukaan perlahan masuk ke ruang bawah tanah.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun...

mereka kembali melihat langit IC 1101.

More Chapters