Ficool

Chapter 907 - Sang Pengembara

Di antara reruntuhan galaksi IC 1101...

beberapa kapal perlahan turun dari angkasa.

Kapal-kapal tersebut membawa tiga sosok dari luar galaksi.

Xyros Sealactive.

Meracles Agyctive.

Recluster Nxc-13.

Bersama mereka, Zero juga turun menuju permukaan.

Mereka mendarat di wilayah yang dahulu merupakan bagian dari kerajaan IC 1101.

Namun sekarang...

yang tersisa hanyalah reruntuhan dan cahaya bintang yang menyinari kehancuran.

Xyros memandang sekeliling.

"Jadi ini IC 1101..."

Meracles terdiam.

Recluster memperhatikan kondisi galaksi dengan serius.

Sementara Zero melihat ke arah Ginga Stars yang berdiri sangat jauh di belakang mereka.

Di dalam Ginga Stars...

Storm berdiri.

Ia telah mengenakan perlengkapan perjalanannya.

Tujuannya jelas.

Ia ingin turun ke IC 1101.

Namun ketika Storm hendak melangkah—

sebuah tangan menahannya.

Napstylea.

Storm berhenti.

Napstylea kemudian memeluknya erat.

Storm tidak langsung bereaksi.

Ia hanya diam.

Napstylea menundukkan kepalanya.

"Storm..."

Suaranya terdengar pelan.

"Tetaplah selamat."

Storm tetap diam.

Napstylea tahu apa yang mungkin terjadi.

Storm bisa saja bertemu Corona Borealis.

Supercluster.

Entitas yang berada jauh di atas makhluk biasa.

Bagi seorang manusia seperti Storm, menghadapi makhluk seperti itu bukan sesuatu yang sederhana.

"Kalau kamu benar-benar bertarung dengan Supercluster..."

Napstylea berhenti sejenak.

"...jangan memaksakan dirimu."

Storm akhirnya mengangkat tangannya.

Dengan gerakan yang sedikit kaku, ia membalas pelukan Napstylea.

Ekspresinya tetap datar.

Namun kali ini suaranya terdengar lebih lembut.

"Aku akan baik-baik saja."

Napstylea terdiam.

Ia ingin mempercayai kata-kata itu.

Namun kekhawatiran masih ada di dalam hatinya.

Ia perlahan menundukkan kepala.

"Benarkah?"

"Ya."

Storm menjawab tanpa ragu.

"Aku akan kembali."

Napstylea mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

"Baik..."

Tidak jauh dari mereka...

Proxi memperhatikan keduanya.

Robot itu tidak mengatakan apa-apa.

Namun pikirannya kembali kepada seseorang.

Arabels.

Topi Navigator yang dahulu milik Arabels masih menjadi bagian dari kenangan mereka.

Proxi masih mengingat bagaimana Storm pernah kehilangan seseorang yang sangat penting baginya.

Ia tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi.

Pandangan Proxi beralih kepada Napstylea.

"Semoga dia tetap berada di dalam Ginga Stars."

Proxi berbicara dalam hati.

"Aku tidak ingin dia mengalami nasib seperti Nona Arabels."

Proxi tidak mengatakannya keras-keras.

Ia hanya terus mengamati.

Storm dan Napstylea masih berdiri berhadapan.

Storm diam cukup lama.

Kemudian ia mengangkat kedua tangannya.

Tangannya menyentuh sisi wajah Napstylea dengan lembut.

Napstylea terkejut.

Storm menatapnya.

Tidak ada banyak kata.

Namun tatapannya seolah mengatakan bahwa ia telah mendengar kekhawatirannya.

Setelah beberapa saat...

Storm melepaskan tangannya.

Kemudian ia berbalik.

Ia berjalan menuju pintu keluar Ginga Stars.

Napstylea hanya bisa menatap punggungnya.

"Storm..."

Storm berhenti sebentar.

Namun ia tidak menoleh.

"Jangan terlalu lama."

Napstylea berkata pelan.

Storm kemudian menjawab tanpa berbalik.

"Aku tahu itu."

Pintu Ginga Stars terbuka.

Storm melangkah keluar.

Di luar...

angin kosmik bergerak melewati tubuhnya.

Storm mengangkat tangannya.

Energi merah mulai berkumpul.

Skycrimson.

Armor merah itu muncul di sekeliling tubuh Storm.

Energinya menyala di antara reruntuhan galaksi.

Storm kemudian melesat.

WHOOSH!

Tubuhnya berubah menjadi garis cahaya merah yang bergerak menuju IC 1101.

Napstylea tetap berdiri di dalam Ginga Stars.

Matanya mengikuti kepergian Storm sampai sosok itu menghilang dari pandangan.

Proxi kemudian berbicara.

"Napstylea."

Napstylea tidak menjawab.

"Kita harus kembali fokus."

Napstylea akhirnya menoleh.

"Apa?"

"Tugas kita sekarang adalah memantau kemungkinan munculnya Supercluster lain."

Proxi menampilkan peta Cosmic Web.

Beberapa wilayah bercahaya di layar.

"Corona Borealis sudah berada di Abell 2029."

"Jika Supercluster lain muncul..."

Proxi berhenti sejenak.

"...situasinya akan menjadi jauh lebih sulit."

Napstylea memahami maksudnya.

Mereka mungkin bisa menghadapi satu kekuatan besar.

Namun jika beberapa Supercluster datang sekaligus—

Armada Andromeda, Tringgulung, Nexus, dan Ginga Stars belum tentu dapat berbuat banyak.

Napstylea menarik napas.

Ia menatap kembali ke arah Storm yang telah pergi.

"Aku mengerti."

Kemudian ia berdiri di samping Proxi.

"Kalau begitu, kita awasi Cosmic Web."

Proxi mengangguk.

More Chapters