Abell 2029 mendadak terlihat seperti dunia yang sangat kecil.
Di tengah gugus galaksi yang luas itu...
berdiri sebuah sosok raksasa.
Ginga Stars.
Tubuh mecha tersebut menjulang melewati kumpulan galaksi.
Dari kejauhan, galaksi-galaksi yang selama ini tampak begitu besar kini hanya terlihat seperti titik-titik cahaya.
Gugus galaksi yang luas terasa seperti wilayah kecil di sekitar tubuhnya.
Ginga Stars berdiri seperti seorang raksasa yang baru saja memasuki alam semesta.
Namun ukuran tersebut masih belum mencapai skala sebenarnya dari Cosmic Web.
Jaring-jaring kosmik yang membentang jauh di luar Abell 2029 masih berada di tingkat yang jauh lebih besar.
Proxi memeriksa data.
"Ukuran Ginga Stars sudah mencapai skala gugus galaksi."
Storm duduk di dalam kursi kendali.
"Masih belum cukup."
Proxi terdiam sejenak.
"Benar Kapten."
Storm kemudian menggerakkan tangan Ginga Stars.
Perlahan...
telapak tangan raksasa itu turun.
WHOOOOM...
Gerakannya menghasilkan gelombang energi yang menyebar ke seluruh ruang di sekitarnya.
Armada Andromeda yang sebelumnya berada di telapak Ginga Stars mulai bergerak keluar.
Jutaan kapal meninggalkan posisi mereka.
Diikuti armada Tringgulung.
Satu demi satu kapal kembali mengambil formasi di angkasa.
Di antara armada tersebut—
Nexus juga melayang bebas.
Kapal milik X.A.R.A. itu kembali berada di ruang angkasa setelah sebelumnya ikut dibawa oleh Ginga Stars.
Aryes memandang keluar melalui jendela observasi.
"Jadi... sebesar inilah Ginga Stars sekarang."
Lira menatap layar.
"Galaksi bahkan terlihat seperti debu dari sini."
Zero hanya terdiam.
Ia menatap sosok Ginga Stars yang menjulang di depan mereka.
"Dan itu masih belum mencapai Cosmic Web."
Di kejauhan...
dua kekuatan yang sebelumnya bertabrakan tiba-tiba berhenti.
Corona Borealis menurunkan pedangnya.
Soul Void 900 juga menghentikan aliran Void di sekeliling tubuhnya.
Keduanya menatap ke arah yang sama.
Ginga Stars.
Untuk beberapa saat...
tidak ada yang berbicara.
Corona Borealis menatap mecha raksasa itu dengan penuh seksama.
"Mustahil..."
Soul Void 900 juga terlihat terkejut.
"Mecha?"
Ia mengenali bentuk dasarnya.
Tetapi ukurannya membuat pikirannya sulit menerima apa yang sedang dilihatnya.
Sebuah mecha biasa seharusnya memiliki ukuran yang dapat dipahami oleh hukum fisika sebuah Universe.
Namun Ginga Stars...
telah berkembang hingga mencapai skala gugus galaksi.
Dan yang lebih mengejutkan—
ia masih dapat bergerak.
Corona Borealis menggenggam pedangnya.
"Untuk memperbesar ukuran hingga seperti itu..."
Ia menatap struktur tubuh Ginga Stars.
"...dibutuhkan energi yang luar biasa besar."
Soul Void 900 menyipitkan mata.
"Ini bukan sekadar masalah energi."
Ia mengamati ruang di sekitar Ginga Stars.
"Ukuran sebesar itu seharusnya mengubah banyak hal."
Corona Borealis mengangguk perlahan.
"Gravitasi."
"Struktur ruang."
"Distribusi energi."
"Dan bahkan hubungan antara materi dengan ruang di sekitarnya."
Namun Ginga Stars tetap berdiri.
Tidak runtuh.
Tidak kehilangan kestabilannya.
Tidak menghancurkan wilayah di sekelilingnya hanya karena ukurannya.
Seolah-olah...
mecha itu menolak mengikuti batas yang seharusnya dimiliki sebuah benda.
Soul Void 900 tertawa kecil.
"Ini menarik."
Corona Borealis tidak menjawab.
Matanya tetap tertuju pada Ginga Stars.
"Mecha itu..."
Ia memperhatikan energi yang mengalir di tubuh Ginga Stars.
"...seperti menolak hukum Universe."
Di dalam Ginga Stars, Storm juga memperhatikan dua sosok yang sedang mengamatinya.
"Yang bercahaya itu..."
Storm mengenali aura Corona Borealis.
"Supercluster."
Proxi mengonfirmasi.
"Benar. Dia Supercluster Corona Borealis."
Storm kemudian melihat Soul Void 900.
"Dan yang hitam?"
"Pemimpin Bootes Void. Soul Void 900."
Storm tersenyum tipis.
"Jadi mereka sedang bertarung."
Napstylea berdiri di dekatnya.
"Storm..."
Ia menunjuk layar.
"Ukuran Ginga Stars sudah sangat besar. Tapi kau masih ingin memperbesarnya?"
Storm melihat ke arah jaring-jaring Cosmic Web yang jauh di atas.
"Ya."
Proxi langsung bereaksi.
"Kapten, perlu diingat bahwa Cosmic Web berada pada skala yang jauh lebih besar."
"Aku tahu itu."
Storm menatap ke depan.
"Karena itu Ginga Stars harus terus berkembang."
Napstylea terdiam.
Storm kemudian mengangkat tangannya.
Ginga Stars ikut mengangkat tangannya.
Gerakan kecil itu membuat banyak kapal di sekitar tubuhnya harus mengubah posisi.
"Kalau ukuran ini belum cukup..."
Mata Storm tertuju pada Cosmic Web.
"...maka kita akan mencari ukuran yang lebih besar."
Corona Borealis memperhatikan gerakan tersebut.
"Dia ingin memperbesar mecha itu lagi?"
Soul Void 900 tertawa.
"Menarik sekali."
Namun tidak lama kemudian ekspresinya berubah serius.
"Jika benda itu benar-benar mampu mencapai skala yang lebih besar..."
Ia melihat ke arah Ginga Stars.
"...maka dia bukan sekadar pendatang."
Corona Borealis menggenggam pedangnya.
"Aku juga menyadarinya."
Untuk sesaat, pertarungan mereka terlupakan.
Cahaya dan kehampaan berhenti bertabrakan.
Sebuah kekuatan asing telah memasuki Abell 2029.
Sebuah mecha yang ukurannya sudah membuat galaksi tampak seperti semut...
namun bahkan sebesar itu—
Ginga Stars masih belum cukup besar untuk menyentuh Cosmic Web.
