Tiba-tiba, seorang pria Italia tua bertubuh tambun bernama Mario berteriak dari kejauhan.
"OEY! PAOLO! (Nama panggilan Han-eol di sana) Kenapa kau mengobrol dengan wanita kota ini?! Cepat angkut keranjangnya atau kau tidak dapat jatah pasta malam ini!"
Han-eol langsung berdiri tegak, wajahnya panik secara jenaka. "Sial! Aku lupa! Si, Signore Mario! Vengo subito!"
Dia menoleh pada Ji-soo sejenak. "Maaf, bosku jauh lebih galak daripada kau. Dan dia tidak butuh surat cerai untuk memecatku. Ciao!"
Han-eol berlari kecil meninggalkan Ji-soo yang masih berdiri mematung di pinggir jalan debu. Mantan istrinya itu hanya bisa melihat punggung pria yang dulu dia remehkan, kini sedang tertawa lepas sambil adu argumen dengan petani tua tentang cara mengikat keranjang.
