Ficool

Chapter 16 - Chap 15

Beberapa bulan kemudian, Han-eol menerima paket kecil yang entah bagaimana bisa sampai ke desa terpencil itu. Isinya adalah surat dari Si-woo.

​Ayah... Aku baru tahu betapa sulitnya hidup tanpa seseorang yang peduli tanpa syarat. Aku minta maaf. Aku tidak berharap Ayah kembali, karena melihat foto-foto Ayah di internet (detektif Ibu yang mengambilnya), Ayah terlihat lebih muda dan bahagia. Tetaplah di sana, Yah. Aku akan mencoba menjadi pria yang lebih baik agar suatu saat nanti aku pantas mengunjungimu.

​Han-eol tersenyum tipis. Dia melipat surat itu dan menjadikannya ganjalan meja kafe yang goyang.

​"Penyesalan adalah bumbu kehidupan, Si-woo. Tapi kebebasan adalah hidangan utamanya," gumamnya.

​Dia mengambil ranselnya, berpamitan pada Mario dan Sofia dengan pelukan hangat, lalu berjalan menuju stasiun kereta. Destinasi selanjutnya? Mungkin Maroko, atau mungkin Tibet.

​Dunia terlalu luas untuk dihabiskan dengan menangisi orang-orang yang hanya menghargaimu saat kau sudah pergi.

More Chapters