Ficool

Chapter 1 - Prolog: Kursi Kosong di Meja Makan

Rumah besar di kawasan Hannam-dong itu selalu terasa dingin, meski penghangat ruangan disetel ke suhu maksimal. Kang Han-eol duduk sendirian di ujung meja mahoni yang panjang. Di depannya, sebuah kue ulang tahun kecil dengan satu lilin yang hampir habis terbakar.

​Hari ini dia genap berusia 60 tahun.

​Istrinya, Choi Ji-soo, pewaris dari Daehan Group, mengirim pesan singkat tiga hari lalu: "Aku butuh ketenangan di vila Jeju. Jangan menelepon."

​Kedua anaknya, Si-woo dan Seo-yeon, bahkan tidak mengirim pesan. Han-eol tahu di mana mereka. Melalui unggahan media sosial, dia melihat mereka sedang merayakan pesta di sebuah restoran mewah. Di tengah foto itu, bukan Han-eol yang merangkul bahu mereka, melainkan Park Do-jun, sahabat lamanya sekaligus tangan kanan istrinya.

​"Selamat ulang tahun, Paman Do-jun! Terima kasih sudah selalu ada untuk kami," tulis caption di foto itu.

​Han-eol tersenyum getir. Air mata yang sudah kering bertahun-tahun lalu kini tak mampu lagi menetes. Dia ingat saat Si-woo masih SD, anak itu pernah membentaknya hanya karena Han-eol melarangnya bermain game hingga larut.

​"Kenapa Ayah mengaturku?! Paman Do-jun saja membolehkan! Ayah hanya orang asing yang numpang di rumah Ibu!"

​Kata-kata itu adalah belati yang tertancap permanen di jantungnya. Han-eol hanyalah "suami bisnis". Pion yang digunakan Ji-soo untuk mengamankan takhta perusahaan, lalu dibuang ke sudut gelap setelah fungsinya usai.

​Malam itu, dalam kesunyian yang mencekam, dada Han-eol terasa sesak. Serangan jantung. Dia ambruk dari kursinya, tangannya menggapai udara kosong. Tidak ada yang datang. Tidak ada pelayan, tidak ada istri, tidak ada anak.

​Dia mati sebagai hantu di rumahnya sendiri.

More Chapters