Ficool

Chapter 6 - Chapter 5: Langit Biru di Interlaken

Jauh dari hiruk pikuk Seoul, di sebuah kafe kecil di pinggiran danau Brienz, Swiss, seorang pria dengan kemeja flanel sederhana duduk menyesap kopi hitam.

​Itu adalah Han-eol. Kulitnya sedikit lebih gelap karena sering terpapar matahari, tapi matanya bersinar. Tidak ada lagi lingkaran hitam karena kurang tidur atau stres tekanan batin.

​"Han-eol! Cepat kemari! Cahayanya sedang bagus untuk memotret!" teriak Min-ho dari dermaga kayu.

​Han-eol tertawa, benar-benar tertawa. "Tunggu sebentar, biarkan aku menghabiskan roti ini!"

​Dia baru saja menyelesaikan pendakian singkat pagi itu. Selama perjalanan ini, dia belajar banyak hal sederhana: cara menyalakan api unggun, cara berbicara dengan orang asing menggunakan bahasa isyarat dan tawa, serta cara memaafkan dirinya sendiri.

​Dia tidak lagi memikirkan Ji-soo. Dia tidak lagi merasa sakit hati teringat caci maki Si-woo. Baginya, kehidupan lamanya adalah sebuah mimpi buruk yang sudah dia lupakan saat bangun tidur.

​"Ternyata dunia seluas ini," batinnya sambil menatap puncak gunung yang tertutup salju. "Kenapa dulu aku mengurung diri di dalam kotak emas yang pengap?"

More Chapters