Ficool

Chapter 15 - Chapter 15 — Kontak Pertama

Tidak semua pertempuran dimulai dengan suara tembakan.

Sebagian… dimulai dengan keheningan.

INT. GEDUNG PELNI — LOBI — SIANG MENJELANG SORE

Pintu kaca terbuka.

Empat orang masuk.

Pakaian rapi.

Langkah tenang.

Tidak terburu-buru.

Namun setiap gerakan mereka… terukur.

Seolah mereka sudah memetakan tempat ini sebelum datang.

Resepsionis tersenyum.

“Selamat siang, ada yang bisa dibantu—”

Salah satu dari mereka hanya mengangguk tipis.

“Kami ada janji.”

Nada suaranya datar.

Tidak tinggi.

Tidak rendah.

Tapi cukup membuat udara terasa lebih dingin.

CUT TO: INT. RUANG KONTROL — LANTAI 6

Yuri menatap layar.

“Empat orang. Masuk dari pintu utama.”

Mayjen Okta berdiri.

“Profil?”

Doni mengetik cepat.

Layar berubah.

Data muncul.

Namun… kosong.

“Tidak ada data,” kata Yuri.

Doni berhenti sejenak.

Lalu berkata pelan:

“Justru itu datanya.”

Sunyi.

ARKA

“Artinya?”

Profesor Arief menjawab:

“Mereka tidak ingin ditemukan.”

MAYJEN OKTA

“Level ancaman?”

Doni menatap layar.

Lebih dalam.

Lebih lama.

“Tinggi.”

HENING

Satu kata itu cukup.

CUT TO: INT. DALAM GARUDA

Arka berdiri di dalam armor.

Cahaya biru menyala.

Napasnya berat.

AI GARUDA“Mode siaga aktif.”

Arka mengepalkan tangan.

“Ini… pertama kali…”

AI GARUDA“Lingkungan tidak stabil.”

Arka menelan ludah.

LUAR — RUANG KONTROL

Yuri:

“Mereka naik ke lantai 6.”

Mayjen Okta:

“Tutup akses umum.”

Beberapa layar berubah.

Pintu otomatis terkunci.

Lift dibatasi.

Namun—

DATA BERKEDIP

Doni menatap layar.

“Tidak cukup.”

Yuri:

“Maksudnya?”

Doni:

“Mereka tidak pakai akses biasa.”

CUT TO: INT. LIFT

Empat orang itu berdiri diam.

Lift naik.

Namun panel tidak menunjukkan lantai.

Salah satu dari mereka menyentuh panel.

Sekilas.

Lift berhenti.

Bukan di lantai 6.

Namun… di antara lantai.

CUT BACK: RUANG KONTROL

Yuri:

“Mereka hilang dari tracking!”

Doni langsung berdiri.

“Bukan hilang.”

Ia menunjuk layar.

“Mereka masuk dari jalur lain.”

PROF ARIEF

“Internal bypass…”

Mayjen Okta:

“Berarti mereka tahu struktur gedung.”

Sunyi.

DALAM GARUDA

Arka merasakan getaran kecil.

“Kenapa ini… beda…”

AI GARUDA“Ancaman mendekat.”

Arka:

“Dari mana?!”

CUT TO: INT. LORONG TERSEMBUNYI

Pintu logam terbuka perlahan.

Empat orang itu muncul.

Tanpa suara.

Tanpa ragu.

Mereka tidak mencari.

Mereka sudah tahu.

CUT BACK: RUANG KONTROL

Yuri:

“Mereka menuju…”

Ia berhenti.

Doni melanjutkan:

“Garuda.”

MAYJEN OKTA

“Semua unit siaga.”

Namun—

Doni mengangkat tangan.

“Tidak.”

Semua menoleh.

DONI

“Kalau kita bergerak sekarang…”

“…mereka akan tahu semua.”

Yuri:

“Dan kalau tidak?”

Doni:

“Mereka tetap tahu.”

Sunyi.

MOMEN TEGANG

Profesor Arief berkata pelan:

“Ini bukan soal menang atau kalah.”

“Ini soal siapa yang membaca langkah lebih dulu.”

DALAM GARUDA

Arka mencoba tetap tenang.

Namun jantungnya semakin cepat.

“Kalau mereka sampai sini…”

AI GARUDA“Rekomendasi: aktifkan mode respons.”

Arka ragu.

CUT TO: LORONG MENUJU FASILITAS

Empat orang itu berjalan.

Salah satu dari mereka berhenti.

Mengangkat tangan.

Seolah… merasakan sesuatu.

PRIA ITU

“Di sini.”

Yang lain mengangguk.

CUT BACK: RUANG KONTROL

Doni melihat layar.

Satu titik merah muncul.

Semakin dekat.

Ia menarik napas panjang.

DONI (PELAn)

“Mereka menemukan kita.”

MAYJEN OKTA

“Perintah?”

Sunyi.

Semua menunggu.

DONI

Menatap layar.

Lalu berkata:

“Buka jalur ke Garuda.”

Yuri terkejut.

“APA?!”

Doni:

“Kalau mereka ingin masuk…”

“…biarkan.”

Arka di dalam Garuda:

“Pak?!”

MOMEN MENEGANG

Semua diam.

Profesor Arief tersenyum tipis.

“Strategi lama…”

DONI

“Kalau mereka masuk terlalu jauh…”

“…mereka tidak akan bisa keluar.”

CUT TO: PINTU FASILITAS GARUDA

Pintu besar terbuka.

Perlahan.

Empat orang itu berdiri di depan.

Melihat ke dalam.

Dan di sana—

Garuda Armor berdiri.

Menyala.

DALAM GARUDA

Arka melihat mereka.

Untuk pertama kalinya.

Napasnya tertahan.

“Ini mereka…”

LUAR

Salah satu dari mereka maju.

Selangkah.

Lalu berkata pelan:

“Kami tidak datang untuk bertarung.”

Sunyi.

RUANG KONTROL

Yuri:

“Jangan percaya.”

Doni:

“Aku tidak percaya.”

KEMBALI KE FASILITAS

Pria itu melanjutkan:

“Kami datang untuk memastikan.”

Arka:

“Memastikan apa?!”

Pria itu menatap Garuda.

Lebih dalam.

“Bahwa ini benar.”

MOMEN KRITIS

Tiba-tiba—

semua lampu berkedip.

AI GARUDA“Deteksi sinyal… meningkat.”

DUA SINYAL

Grafik muncul:

Arka …sesuatu yang lain RUANG KONTROL

Yuri:

“Yang kedua aktif lagi!”

Doni menyempitkan mata.

LAST MOMENT

Pria di depan Garuda tersenyum tipis.

“Jadi… benar ada dua.”

LAST LINE

Dan untuk pertama kalinya—

mereka tidak hanya melihat Garuda.

Mereka melihat Arka.

More Chapters