Ficool

Chapter 11 - Chapter 11 — Resonansi Kedua

Malam turun perlahan.

Gedung PELNI mulai sepi.

Lampu di beberapa area sudah dimatikan.

Namun di dalam fasilitas bawah—

cahaya masih menyala.

INT. FASILITAS GARUDA — MALAM

Ruangan besar itu sunyi.

Di tengahnya—

Garuda Armor berdiri.

Diam.

Namun tidak terasa kosong.

Seolah… menunggu.

ARKA

Arka berdiri di depan armor.

Masih dengan pakaian training.

Hari ini ia diminta datang lagi.

“Cuma cek sistem,” kata Doni tadi.

Namun firasatnya…

tidak sesederhana itu.

MASUK TIM

Doni, Yuri, dan Profesor Arief berdiri di ruang kontrol atas.

Mayjen Okta memperhatikan dari belakang.

Semua diam.

DONI

“Mulai sinkronisasi ringan.”

Arka mengangguk.

Masuk ke dalam Garuda.

INT. DALAM GARUDA

Gelap.

Lalu cahaya biru menyala.

SYSTEM ACTIVE

AI GARUDA“Selamat datang, Arka.”

Suara itu tenang.

Namun sekarang terasa lebih… hidup.

LUAR

Doni melihat layar.

“Sinkronisasi stabil.”

Yuri:

“Semua normal.”

Profesor Arief diam.

Mengamati.

DI DALAM

Arka menggerakkan tangan.

Armor merespon sempurna.

“Masih sama…”

TIBA-TIBA

AI GARUDA“Mendeteksi variabel tambahan.”

Arka langsung berhenti.

“Apa?”

LUAR

Grafik berubah.

Yuri menatap cepat.

“Ini tidak ada di skenario.”

Doni:

“Apa yang berubah?”

DI DALAM

Arka melihat layar di visor.

Ada satu indikator baru.

Berkedip.

CUT TO: INT. AREA LUAR — KORIDOR

Langkah kecil terdengar.

Julio berjalan santai.

Bawa roti.

Masih makan.

KEMBALI KE GARUDA

AI GARUDA“Resonansi kedua… terdeteksi.”

Arka:

“Resonansi kedua lagi?!”

LUAR

Doni langsung menoleh ke layar.

“Tidak mungkin…”

Profesor Arief:

“Dia di sini.”

KORIDOR

Julio berhenti di depan pintu fasilitas.

Masih makan.

Melihat ke arah dalam.

MOMEN LUCU TEGANG

Julio ngomong sendiri:

“Lho… kok nyetrum yo…”(Lho… kok seperti ada listrik ya…)

Ia pegang pintu.

Sedikit kaget.

“Eh… iki opo toh…”(Eh… ini apa sih…)

DI DALAM GARUDA

AI GARUDA“Menguatkan koneksi…”

Arka merasakan sesuatu.

Seperti… ada yang lain.

Bukan dirinya.

ARKA

“Ada orang lain di sistem ini!”

LUAR

Yuri:

“Tidak ada yang masuk!”

Profesor Arief pelan:

“Ada.”

PINTU TERBUKA

Julio masuk ke ruangan.

Santai.

Masih makan.

KONTRAS BESAR

Di tengah situasi tegang—

Julio cuma berdiri.

Melihat Garuda.

“Wah… gede yo…”(Wah… besar ya…)

LONJAKAN DATA

Grafik melonjak.

Doni langsung tegang.

“Sinkronisasi naik!”

Yuri:

“110%?!”

DI DALAM

Arka merasakan tekanan.

“Ini beda dari kemarin…”

JULIO

Julio mendekat sedikit.

Matanya fokus.

Tidak main-main lagi.

“Ono sing manggil…”(Ada yang memanggil…)

AI GARUDA

AI GARUDA“Identitas sekunder… belum terdefinisi.”

MOMEN PUNCAK

Lampu Garuda menyala terang.

Lebih dari sebelumnya.

MAYJEN OKTA

“Matikan!”

DONI

“Aku coba!”

AI MENOLAK

AI GARUDA“Akses ditolak.”

Semua membeku.

JULIO

Julio menatap Garuda.

Pelan.

Tenang.

Lalu berkata:

“Wis… cukup.”(Sudah… cukup.)

SUNYI

Dalam sekejap—

semua berhenti.

Grafik turun.

Kembali normal.

100%.

SEMUA DIAM

Tidak ada yang bicara.

ARKA KELUAR

Armor terbuka.

Arka keluar.

Masih terengah.

“Ini… apa barusan…”

DONI

Menatap Julio.

Lebih dalam dari sebelumnya.

“Kamu ngapain?”

JULIO

Julio mengangkat bahu.

“Aku ora ngapa-ngapain…”(Aku tidak melakukan apa-apa…)

Ia menatap Garuda.

“Tapi dia… kenal aku.”

MOMEN TERAKHIR

Profesor Arief berkata pelan:

“Ini bukan sistem biasa lagi.”

LAST LINE

Julio berbalik pergi.

Masih santai.

Masih anak kecil.

Namun saat berjalan keluar—

ia bergumam pelan:

“Garuda e… ora milih siji wong.”(Garudanya… tidak memilih satu orang.)

More Chapters