Debu marmer masih melayang di udara aula Keluarga Ling yang hancur. Ling Feng masih duduk di kursi utama, menatap ujung jemarinya yang nampak sangat bersih, seolah-olah dia tidak baru saja mematahkan jalur energi sepupunya sendiri. Di sekelilingnya, para tetua keluarga bersujud dengan dahi menyentuh lantai yang retak. Mereka bukan lagi anggota keluarga yang angkuh, melainkan sekumpulan semut yang sedang menunggu putusan mati dari sang kaisar.
"Tuan Ling," Qin Zhen melangkah maju, suaranya sangat rendah. "Informasi yang Anda minta mengenai keterlibatan Ling Tian dengan Bio-Gene sudah saya dapatkan sebagian. Ternyata, Keluarga Ling telah menjadi kelinci percobaan bagi proyek 'Silver-Core' mereka. Mereka tidak hanya memberikan dana, tapi juga mengirimkan serum prototipe untuk menciptakan praktisi instan."
Ling Feng melirik tabung reaksi berisi cairan perak yang tadi sempat ia sita dari tangan Ling Tian. "Bio-Gene... Mereka mengira bisa menciptakan 'Emas' dari limbah kimia? Sungguh sebuah kesombongan yang menjijikkan. Mereka tidak sedang menciptakan praktisi, Qin Zhen. Mereka sedang menciptakan bom waktu yang dibungkus dengan kulit manusia."
Ling Feng berdiri, setiap langkahnya menimbulkan dentuman halus yang membuat para tetua itu gemetar hebat. Ia menatap ke luar jendela, ke arah gedung pencakar langit berlogo huruf 'B' raksasa yang mendominasi cakrawala Metropolis.
"Aku butuh informasi lebih dalam tentang apa yang mereka sembunyikan di laboratorium bawah tanah itu. Tapi sebelum itu," Ling Feng menyentuh dadanya yang terasa panas. "Raga ini mulai mencapai batasnya. Sumsumku sudah murni seputih perak berkat Pemurnian Sumsum Tahap 9, tapi darah fana yang dihasilkannya masih terlalu kotor untuk menampung jiwaku. Jika aku terus memaksanya, tubuh ini akan meledak sebelum aku sempat menghancurkan gedung Bio-Gene itu."
"Jika begitu," Qin Zhen segera merespons dengan sigap. "Ada sebuah acara rahasia malam ini yang didukung oleh beberapa faksi dari Bio-Gene juga. Lelang 'Bintang Utara'. Biasanya, mereka memamerkan material mentah yang ditemukan dari kawah-kawah aneh atau sisa reruntuhan kuno yang mereka sebut sebagai 'Objek Tak Teridentifikasi'. Mungkin ada sesuatu di sana yang bisa membantu transisi raga Anda."
Ling Feng menyipitkan matanya. "Bintang Utara? Menarik. Jika Bio-Gene ada di sana, berarti mereka sedang mencari katalisator yang sama denganku. Siapkan mobilnya. Kita akan melihat seberapa jauh sains mereka bisa memahami rahasia langit."
Dua jam kemudian, sebuah sedan hitam mewah meluncur membelah jalanan distrik elit Metropolis. Di kursi belakang, Ling Feng duduk bersila dengan mata terpejam. Ia sedang melakukan inspeksi internal terhadap raganya sendiri.
"Sial," batin Ling Feng. "Setiap detak jantungku sekarang terasa seperti ledakan kecil yang mencoba merobek nadiku. Untuk naik ke Tingkat 2: Pembersihan Darah, aku butuh sesuatu yang mengandung energi murni yang luar biasa padat. Jika hanya mengandalkan meditasi di tempat yang udaranya sudah terkontaminasi oleh teknologi ini, butuh waktu terlalu lama untuk membuang kotoran fana ini."
Mobil berhenti di depan sebuah gedung teater tua dengan arsitektur gothic yang nampak kontras dengan gedung pencakar langit di sekitarnya. Di pintu masuk, sekelompok pria dengan jas rapi dan kacamata hitam berdiri dengan sikap waspada. Ling Feng bisa merasakan hawa dingin yang tidak alami dari tubuh mereka—produk modifikasi Bio-Gene.
"Selamat datang, Tuan Qin," salah satu pengawal membungkuk, namun matanya yang memiliki pupil berwarna keperakan menatap tajam ke arah Ling Feng.
"Ternyata sudah sejauh ini mereka melakukan modifikasi," batin Ling Feng sambil melangkah masuk. "Mata itu... mereka menggunakan syaraf optik sintetis untuk menangkap aliran energi. Sangat canggih untuk standar manusia, tapi tetap saja buta terhadap cahaya jiwa yang sebenarnya."
Di dalam aula lelang yang remang-remang, Ling Feng duduk di VIP box. Ia melihat di barisan depan terdapat beberapa orang yang mengenakan pin logo Bio-Gene. Mereka nampak berdiskusi serius dengan seorang pria tua berpakaian kain rami di pojok ruangan.
"Itu Penatua Song," bisik Qin Zhen. "Dia adalah praktisi warisan kuno terakhir di wilayah utara. Konon, Bio-Gene sering meminta bantuannya untuk 'menerjemahkan' naskah kuno yang mereka temukan di situs-situs terlarang."
Ling Feng hanya mendengus sinis. "Seorang praktisi yang menjadi budak korporasi? Dia telah menghina jalannya sendiri."
Acara lelang dimulai. Satu per satu barang dipamerkan, mulai dari tanaman herbal yang sudah kering hingga fragmen meteorit. Ling Feng tetap tidak bergerak, sampai pada barang ketujuh: Sebuah kotak kayu hitam yang terlihat lapuk.
"Barang berikutnya... fragmen logam hitam yang ditemukan di dasar kawah mati pegunungan Kunlun. Bio-Gene telah mencoba mengujinya, namun logam ini menolak semua jenis sensor teknologi. Kami menyebutnya 'Batu Hitam Tak Berguna'. Harga pembukaan... satu juta dollar."
Jantung Ling Feng berdegup kencang. Ia merasakan resonansi yang luar biasa dari tulang belakangnya. Sumsum Puncak miliknya bergetar hebat.
"Itu bukan logam... itu adalah Fragmen Pedang Penghancur Bintang milikku!" batin Ling Feng, emosinya meledak hingga membuat meja di depannya retak halus. "Jadi Bio-Gene gagal membedahnya? Tentu saja. Bagaimana mungkin sains manusia bisa membedah senjata seorang Kaisar Langit!"
"Satu juta," ucap Ling Feng. Suaranya datar, namun memotong hiruk pikuk ruangan.
"Dua juta!" tiba-tiba Penatua Song berdiri dari pojok ruangan. "Anak muda, lepaskan benda ini. Ini mengandung hawa kematian yang sangat kuat. Bahkan Bio-Gene pun tidak sanggup menahannya."
Ling Feng menatap Penatua Song dengan tatapan kosong. "Kalian menyebutnya hawa kematian karena kalian tidak punya 'Darah' yang cukup kuat untuk menampungnya. Pak Tua, kau sudah menghabiskan lima puluh tahun di jalan kuno, tapi kau tetap tidak tahu apa-apa tentang apa itu energi sejati."
"Lima juta," lanjut Ling Feng tanpa ekspresi.
Penatua Song melepaskan tekanan Qi miliknya—Kelas Perak Tahap 8 yang murni. Udara di dalam ruangan mendadak terasa berat. Namun, Ling Feng tetap berdiri tegak.
"Kau ingin bermain dengan aura?" Ling Feng melangkah maju ke bibir balkon. "Biar kutunjukkan padamu apa itu tekanan yang sebenarnya."
Ling Feng tidak melepaskan Qi. Ia hanya melepaskan sedikit saja Niat Kaisar yang tersimpan di jiwanya. Seketika, lampu-lampu di aula berkedip hebat dan pecah. Penatua Song terhuyung ke belakang, wajahnya memucat. Ia merasakan seolah-olah sedang berdiri di hadapan penguasa akhirat.
"Tingkat 1... kau hanya di Tingkat 1 Pemurnian Sumsum Tahap 9... tapi bagaimana mungkin kualitas jiwamu begitu menekan..." gumam Penatua Song dengan suara gemetar.
"Dunia kalian terlalu kecil," ucap Ling Feng. "Benda ini adalah milikku. Dan malam ini, aku akan menggunakannya untuk menghancurkan setiap kotoran fana di tubuhku."
Juru lelang segera mengetok palunya. "Dijual kepada Tuan di VIP box!"
Setelah mendapatkan fragmen tersebut, Ling Feng segera kembali ke Villa Nomor Sembilan. Di dalam perjalanannya, ia menggenggam logam hitam itu. Panas yang luar biasa mulai merambat ke telapak tangannya, seolah-olah ia sedang memegang bintang kecil yang sedang meledak.
"Bio-Gene ingin mengubah manusia menjadi mesin? Aku akan menunjukkan pada mereka bagaimana seorang Kaisar menempa darahnya sendiri menjadi senjata langit," batin Ling Feng.
Setibanya di villa, Ling Feng duduk bersila dan menelan saripati energi yang keluar dari fragmen pedang itu. Rasa sakit yang luar biasa melanda seluruh tubuhnya. Setiap sel darah di tubuh Ling Feng seolah-olah sedang dibakar dan dibentuk kembali. Cairan hitam berbau busuk mulai keluar dari pori-pori kulitnya—itu adalah residu kimia dari makanan, udara, dan obat-obatan fana yang pernah dikonsumsi tubuh ini selama 21 tahun.
Saat fajar mulai menyingsing, Ling Feng membuka matanya. Kulitnya kini nampak seputih salju dengan rona emas yang samar di baliknya. Ia mengepalkan tangannya, dan suara ledakan udara terdengar sangat nyaring.
"Tingkat 2: Pembersihan Darah Tahap 1," bisiknya dengan suara yang bergetar karena kekuatan.
Ia kini sadar, Bio-Gene bukan hanya musuh balas dendam. Mereka memiliki fragmen pedangnya yang lain. Dan untuk mengambilnya, ia harus masuk ke sarang serigala itu bukan sebagai pemuda yang lemah, melainkan sebagai naga yang baru saja mengganti kulitnya.
"Qin Zhen," panggil Ling Feng tanpa menoleh. "Siapkan rencana untuk menyusup ke laboratorium utama Bio-Gene. Aku ingin melihat apa lagi yang mereka curi dari masa laluku."
