Ficool

Chapter 126 - Chapter 126

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 CHAPTER 126 — "Interogasi di Atas Atap & Kedatangan Pemburu Voidstep"

(MC: Damien Valtreos — Spirit Manifest Realm 10)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Atap yang hancur perlahan tertutup debu malam.

Pemimpin organisasi itu tersungkur, lututnya gemetar. Damien berdiri di depannya, satu tangan masuk kantong, santai seperti habis beli mie ayam.

Rex mendekat pelan.

"Bro… jangan dibunuh dulu kan?"

Damien mengangguk.

"Tenang. Aku cuma mau ngobrol. Dengan cara yang… efisien."

Hana menarik napas panjang.

"…yang biasanya berarti tidak efisien."

Zura tidak berkomentar, tapi jelas setuju.

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🌑 ADEGAN 1 — Interogasi Paling Tidak Serius

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Damien jongkok di depan pemimpin itu.

"Nama organisasi?"

"Tak… tak bisa kuberitahu…"

Damien mengangkat satu jari.

Pusaran lunar hitam-perak muncul kecil seperti percikan.

Pemimpin itu langsung panik.

"OKE OKE! Kami… Shadowclad Order! Divisi pemburu!"

Damien:

"…itu nama organisasi apa nama boyband gagal debut?"

Hana mendecak.

"Damien… fokus sedikit."

Damien mengangkat bahu.

"Oke… lanjut."

Ia menatap pemimpin itu lagi.

"Tujuan kalian?"

Pemimpin itu menelan ludah.

"…mengambilmu… dan gadis garis es… untuk ritual penyeimbang energi gelap."

Rex menatap Damien.

"Bro… itu kedengeran HOROR."

Damien menatap langit sebentar.

"Ya… lumayan mengganggu tidur siang."

Ia kembali menatap pemimpin itu.

"Siapa yang memerintah kalian?"

Pemimpin itu terdiam… lalu mencicit,

"Aku… tidak boleh mengatakannya… Pengawas kami—"

BOOOOM!

Suara ledakan datang dari kejauhan.

Cahaya ungu merobek langit malam seperti kilatan petir terbalik.

Zura langsung menatap sumbernya.

"…ada yang datang."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🌘 ADEGAN 2 — Bayangan Baru Turun dari Langit

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Siluet seseorang melangkah keluar dari celah ruang yang terbelah.

Setiap langkahnya membuat udara terdistorsi.

Aura itu berbeda—lebih halus, lebih dingin.

Hana langsung pucat.

"Ini… ini bukan Essence Flow lagi… Aura ini… Voidstep Realm… tingkat 1 atau 2."

Rex mundur setengah langkah.

"Bro… yang ini beda level…"

Suara Kael Arclight, bapak Damien, terdengar di dalam kepala:

> "ANAKKU… JANGAN SOK JAGO. LAWANMU SEKARANG ADALAH VOIDSTEP. KAU MASIH SPIRIT MANIFEST. FOKUS KE BERTAHAN, BUKAN MENANG."

Damien:

"Terima kasih, Ayah, aku udah tau tanpa kau bilang."

> "TAPI AKU HARUS BILANG. BIAR AKU TERLIHAT BIJAK."

Damien menghela napas panjang.

Sosok itu akhirnya turun perlahan ke atap.

Rambutnya abu-abu gelap.

Matanya merupakan lubang hitam kecil yang bergerak seperti spiral.

Pemimpin organisasi yang Damien interogasi langsung tiarap.

"P-p-pengawas Voidstep!! MAAF—MAAFKAN KAMI!!"

Pengawas itu tak melihat bawahannya sama sekali.

Ia hanya menatap Damien.

"Spirit Manifest… yang mampu membuat empat petarungku tumbang."

Suara orang itu sangat tenang namun menusuk.

"Kau… menarik."

Damien berdiri, mengangkat satu jari.

"Stop dulu. Jangan langsung jatuh cinta."

Rex hampir keselek.

Pengawas itu mengerutkan alis.

"…kau punya mulut berbahaya."

Damien:

"Sudah dari lahir."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🌒 ADEGAN 3 — Tarikan Pertama

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Pengawas Voidstep mengangkat tangan.

Di sekitarnya, ruang seperti air yang diseret paksa.

Atap-atap bangunan melengkung, dan udara bergetar.

Hana berseru, "Itu… kemampuan dasar Voidstep—Ruang Tarik!"

Rex memekik, "BRO, JANGAN KENA!!"

Damien hanya berdiri, wajah datar.

"Aku udah pernah ngerasain ini di latihan Ayah."

> Kael Arclight: "ITU BARU 5%! JANGAN SOK TENANG!"

Damien:

"…oh, oke."

Tarikan ruang akhirnya mengenai Damien—

CRACK—!

Tanah di bawah Damien hancur retak.

Damien terseret dua meter…

tapi tidak tersungkur.

Semua orang terkejut.

Pengawas Voidstep itu perlahan menurunkan tangannya, menatap Damien dengan rasa penasaran tajam.

"Tubuh Spirit Manifest… tidak seharusnya bisa bergerak dalam zona tarikku."

Damien mengusap hidung.

"Aku beda."

Pengawas itu mendekat setengah langkah.

"Menarik. Kau bukan target… kau bahan eksperimen."

Damien mengangkat alis.

"…eksperimen?"

Pengawas itu menatap lurus.

"Ya. Kau akan menjadi bahan uji pertama untuk 'Ritual Eclipse'."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

🔥 ADEGAN AKHIR — CLIFFHANGER BESAR

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Di saat itu—

Lonceng besar kota Aurelion Haven berbunyi.

BRAAAANG—! BRAAAANG—!

Namun bukan itu yang membuat semua terdiam.

Melainkan suara kedua yang datang dari langit timur.

Suara itu… bukan lonceng.

Melainkan tangisan panjang, berat, purba—

seperti suara makhluk raksasa yang bangun setelah tidur ribuan tahun.

Zura merapat, wajahnya serius untuk pertama kalinya.

"…itu… suara apa?"

Hana memegang lengan Rex dengan gemetar.

"Tidak… itu tidak mungkin… itu berasal dari wilayah es kuno…"

Damien menatap suara itu dengan mata menyempit.

"Ini… suara siapa?"

Pengawas Voidstep tiba-tiba berhenti bergerak.

Wajahnya berubah pucat.

"Tidak… seharusnya dia masih tersegel…"

Damien menoleh.

"Dia? Siapa 'dia'?"

Pengawas itu memberikan jawaban yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri.

"…Pewaris es sejati. Pewaris terakhir garis beku. Pewaris Frost Sovereign."

Damien menegang.

"…Lyanna?"

Pengawas Voidstep menatap Damien.

"Dia… telah bangun."

Cahaya putih-biru meledak dari arah timur kota.

Dan chapter berakhir.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

🔥 END CHAPTER 126

━━━━━━━━━━━━━━━━━━

More Chapters