Ficool

Chapter 81 - Chapter 81

---

🔥 CHAPTER 81 — "Lyanna Primordial vs Arcelian, Damien Hampir Tewas, & Dua Dewa yang Mulai Nge-Jokes"

Lanjut langsung dari momen portal es primordial terbuka.

---

❖ ADEGAN PEMBUKA — LYANNA TURUN KE RUANG PATI DIMENSI

Es primordial mengkristal di udara.

Setiap retakan dimensi membeku seperti waktu berhenti.

Damien tersandung mundur, napasnya tersengal.

Daranya membasahi lantai dimensi.

Damien:

"…Lyanna?"

Lyanna turun perlahan.

Aura primordialnya lembut—tapi mematikan.

Suara langkahnya saja membuat lantai dimensi retak-retak membeku.

Matanya dan pupil kristalnya memantulkan satu hal:

kemarahan dingin yang tenang.

Lyanna menyentuh pipi Damien yang lebam.

Lyanna (suara bergema):

"Siapa yang membuatmu seperti ini…?"

Damien ingin tersenyum—tapi batuk darah.

Damien:

"Aku… bisa urus sendiri… Jangan—"

Lyanna menatapnya tajam.

Lyanna:

"Diam. Kau sudah cukup keras kepala."

Ruang dimensi bergema.

Seolah dunia ikut mengiyakan.

---

❖ ADEGAN 1 — ARCELIAN MEMBENTAK… LALU DIBEKUKAN

Arcelian, masih tersungkur, mendesis melihat Lyanna.

Arcelian:

"Kau pikir dengan sedikit—"

BRAAAK—

Ia tidak sempat selesai.

Es primordial muncul otomatis dan membekukan setengah tubuhnya hanya karena Lyanna memalingkan wajah sedikit.

Arcelian berteriak ngeri.

Arcelian:

"NGH— APA— APA INI?!"

Lyanna menatapnya seperti melihat serangga.

Lyanna:

"Kau menyentuh sesuatu yang bukan milikmu."

Ia mengangkat satu tangan.

Udara membeku.

Arcelian langsung mengaktifkan aura bintangnya.

Arcelian:

"JANGAN MEREMEHKAN—"

Namun saat aura itu menyala—

Aura bintangnya mendadak padam seperti lilin terkena badai.

Arcelian panik.

Arcelian:

"Tidak… tidak mungkin… aura bintangku… mati?!"

Lyanna berjalan mendekat, jubahnya mengepak halus dalam dingin.

Lyanna:

"Aku mematikan sumber energi di sekitarmu.

Di hadapan primordial ice, semua energi rendah… berhenti."

Damien melongo.

Damien:

"...kau serius segila ini?"

Lyanna melirik Damien.

Lyanna:

"Kau terluka. Tentu aku serius."

Damien tersedak.

"…oh."

---

❖ ADEGAN 2 — DUA DEWA MULAI NGOMEL & NGE-JOKES (SEKARAT MODE)

Damien hendak berdiri, tapi dua suara kedengaran dari kepalanya—lemah, pelan, hampir seperti orang sekarat tapi tetap nyindir.

Dewa Misterius (setengah mati):

> "Anak nakal… kau bikin cewek marah kayak dewa. Bangga aku…"

Kael Arclight (lebih sekarat):

> "Hhh… Damien… kalau kau mati… aku hancur bersama… jadi tolong… jangan bodoh lagi…"

Damien:

"…serius kalian masih sempet ngomong?"

Dewa Misterius:

> "Aku dewa tertinggi, tidak akan mati karena hal remeh seperti kepala retak."

Kael Arclight:

> "Aku… mungkin mati.

Tolong balas dendamku kalau iya."

Dewa Misterius:

> "Tuh kan lembek."

Kael Arclight:

> "Kau keras kepala."

Damien:

"Tolong… berdua diam dulu. Aku pusing."

Mereka kompak:

> "Tidak."

Damien menutup wajah.

"…gila. Dua guru mati-matian masih sempet ngejareng."

---

❖ ADEGAN 3 — ARCELIAN DISERANG LYANNA (FULL PRIMORDIAL)

Lyanna memutar pergelangan tangannya.

Es primordial menari mengikuti gerakannya seperti pita kristal.

Lyanna:

"Kau menyerang Damien saat dia sendirian.

Jadi kau akan merasakan 1% dari apa yang kurasakan."

Arcelian mengerang panik.

Arcelian:

"T-Tunggu! Kita bisa bicarakan ini—"

Lyanna:

"Tidak tertarik."

Ia mengayunkan tangannya.

✦ PRIMORDIAL FROST — SOULFREEZE LASH ✦

— Membekukan energi dan mental target

— Menyebabkan rasa sakit di jiwa

— Tanpa kontak fisik

Cahaya biru kristal menyambar Arcelian.

Tidak ada darah.

Tidak ada luka.

Tapi tubuh Arcelian kejang.

Arcelian:

"AAAAAAGHHHH—!!!

Ini— ini BUKAN RASA SAKIT NORMAL!!"

Lyanna menatapnya dengan wajah datar.

Lyanna:

"Itu memang bukan.

Itu rasa sakit untuk orang yang menyentuh Damien."

Damien:

"…aku mulai takut sama dia sedikit."

Kael Arclight (dalam kepala, setengah mati):

> "Jangan takut.

Takut itu nanti kalau dia jadi istrimu."

Damien:

"PLEASE jangan bercanda soal itu sekarang—!"

Lyanna menoleh tajam.

Lyanna:

"Kau bilang apa?"

Damien langsung tegak.

"Tidak—tidak ada apa-apa! Kau lanjutkan saja!"

---

❖ ADEGAN 4 — ARCELIAN HAMPIR MATI

Lyanna mengangkat tangannya lagi.

Es primordial menjalar ke seluruh tubuh Arcelian.

Arcelian:

"STOP! STOP! AKU MENYERAH—!"

Lyanna:

"Kau bukan target utamaku.

Tapi… kau menyakiti Damien."

Ia menutup mata.

Lyanna:

"Itu cukup alasan."

Ia menurunkan tangannya pelan untuk menyelesaikan Arcelian.

DAM—!

Damien memegang lengannya.

Lyanna kaget.

Arcelian terkapar, setengah beku.

Lyanna:

"Damien…?"

Damien menggeleng.

Damien:

"Jangan bunuh dia sekarang.

Dia masih punya informasi…

dan dendamku bukan selesai di sini."

Lyanna menatap Damien—terlihat sedikit kecewa, tapi akhirnya mengangguk.

Lyanna:

"Baik. Aku turuti."

Es primordial di tubuh Arcelian retak dan berhenti berkembang, tapi masih menyisakan rasa sakit luar biasa.

---

❖ ADEGAN 5 — DAMIEN NAIK RANAH

Dua dewa di kepalanya bicara lagi—walaupun seperti orang pilek sekarat.

Dewa Misterius:

> "Hhh… tubuhmu menahan energi bulan dan void sekaligus…

Kau naik."

Kael Arclight:

> "Selamat… Damien… kau resmi… Spirit Manifest Realm… level 4…"

Damien merasakan energi berputar lembut dalam tubuhnya.

Luka-lukanya sedikit pulih.

Damien:

"…akhirnya."

Lyanna membantu menahan tubuhnya.

Lyanna:

"Bagaimana kondisi tubuhmu?"

Damien tersenyum tipis.

Damien:

"Masih hidup… sebagian karena kau."

Lyanna mendelik pelan, wajahnya sedikit merah (tapi tetap galak).

---

❖ ADEGAN PENUTUP — ORGANISASI MULAI MENCARI LYANNA

Di luar ruang patah—

Di dunia nyata, jauh di benua timur…

Tiga sosok berjubah hitam tampak berjalan di tengah hutan beku.

Salah satunya membuka gulungan dengan wajah serius.

Sosok 1:

"Lokasi energi primordial es… muncul lagi."

Sosok 2:

"Berarti pewaris Frostveil kuno… sudah bangkit."

Sosok 3:

"Cari gadis itu.

Sebelum seluruh dunia menemukan dia."

Gulungan itu bergambar Lyanna.

Sosok 3:

"Jika dia kembali ke Frostveil…

dunia akan kacau."

---

🔥 END CHAPTER 81

More Chapters