Ficool

Chapter 71 - Chapter 71

đŸ”„ CHAPTER 71 — "Raviel True Demon Body, Damien Void Moon Form, & Teknik Baru: Luna-Void Severance"

(Lanjutan langsung dari adegan terakhir Chapter 70 — tanpa ulang, tanpa cut. Versi super perfect + epik, skala dewa.)

---

💀 ADEGAN PEMBUKA — RAVIEL MELEPAS WUJUD IBLIS SEJATINYA

Raviel menghentikan langkahnya.

Tubuhnya mulai memanas seperti lava hitam.

Tiba-tiba—

CRACK
 CRACK
 CRAAACK!!

Kulit Raviel retak, memancarkan cahaya merah darah dari celah-celah tubuhnya.

Sayap hitam raksasa meledak keluar dari punggungnya, menutupi setengah arena.

Seluruh penonton gemetar.

Tetua Besar sekte hampir roboh.

Tetua Besar:

"ITU
 ITU TRUE DEMON BODY—!!"

"Anak sekecil itu
 punya wujud iblis kelas raja?!"

Lyanna menutup mulutnya, wajahnya pucat.

Lyanna:

"Damien
 tolong jangan mati
"

Energi iblis menggulung langit seperti badai hitam.

Raviel tertawa parau.

Senyumnya sudah bukan manusia.

Raviel:

"DAMIEEEEN!!

Aku tunjukkan kekuatan yang disembunyikan klanku."

Ia merentangkan tangan—

"TRUE DEMON BODY — RAVENOUS LORD FORM!!!"

BOOOOOOOM!!!

Gelombang energi iblis menyapu seluruh arena, memecahkan permukaan lantai seperti kaca.

Tanduk Raviel bertambah panjang.

Matanya memancarkan cahaya merah kegelapan.

Seluruh tubuhnya menjadi bayangan iblis yang berdenyut seperti jantung monster.

Damien menatapnya tanpa bergerak.

Damien (pelan, dingin):

"Bagus. Itu bentuk yang pantas kutebas."

---

🌘 ADEGAN 1 — DAMIEN MENGAKTIFKAN VOID MOON FORM

Suara Misterius terdengar lagi—kali ini jauh lebih serius.

Suara Misterius:

> "Damien
 kalau kau tidak menggunakan bentuk itu
 kau akan mati."

Damien menutup mata.

Aura bulan dan petir hitam berputar bersamaan, membentuk spiral.

Tiba-tiba, suara Kael Arclight kembali turun, sangat tenang, seperti raja langit.

Kael Arclight:

> "Anakku
 lepaskan batas bentukmu."

"Bulan tidak pernah takut pada kegelapan."

"Karena bulan diciptakan untuk mengatur kegelapan itu."

Damien membuka mata.

Matanya berubah—

Bulan sabit hitam melayang di dalam irisnya.

Damien (suara lebih dalam):

"Aku mengerti."

Ia mengangkat tangan ke langit.

CHIIIIIIINGGG—

Cahaya bulan jatuh dari langit tengah siang.

Tidak ada awan. Tidak ada bayangan.

Yang ada hanya bulan hitam yang muncul di atas Damien.

Arena menjadi sunyi total.

Bahkan Raviel berhenti bergerak.

Damien menurunkan tangannya.

VOID MOON FORM — FULL RELEASE.

BOOOOOOOOOOOM!!!

Aura Damien berubah drastis.

Udara di sekelilingnya robek dan menutup lagi seperti kain yang digunting.

Petir hitam mengalir dari rambutnya.

Bulan hitam berputar di belakang punggungnya, memancarkan cahaya yang menyerap cahaya lain.

Damien:

"Aku siap."

Raviel:

"A-Apa bentuk itu
?!"

Damien:

"Ini bentuk untuk menghapus monster sepertimu."

---

⚡ ADEGAN 2 — KEDUA BENTUK PENUH BERTABRAKAN

Raviel menyerbu seperti meteor iblis.

Damien berdiri menunggu.

Ketika Raviel mencapai jarak setengah meter—

DAMIEN MENGHILANG.

Tidak ada suara. Tidak ada angin.

Raviel kehilangan Damien sepenuhnya.

Raviel (panik):

"A-Apa—?!"

Suara Damien muncul pelan dari belakangnya:

Damien:

"Kau terlalu lambat."

SLASH—!!!

Garis petir hitam membelah sayap kiri Raviel.

Darah iblis menyembur, menghancurkan lantai.

Penonton menjerit.

Raviel berbalik sambil meraung.

Raviel:

"AKU BELUM KALAH!!!"

Ia memadatkan energi iblis menjadi tombak hitam sepanjang 12 meter.

Tombak itu mengamuk, seperti makhluk hidup yang ingin memakan Damien.

Raviel melemparnya.

Tombak itu melesat seperti kilat berdarah—

Damien mengangkat dua jarinya.

Damien:

"Void Lightning Art –

Moon Piercing Deflection."

CHIIIIING!!

Tombak iblis raksasa itu


melengkung sendiri dan berbalik arah ke Raviel.

Raviel:

"A-APAAN LAGI INI?!!"

BOOOOOOM!!!

Ledakan itu mengguncang sampai dinding pelindung ke-5 runtuh.

---

🌑 ADEGAN 3 — PUNCAK DARAH VS PUNCAK VOID

Raviel, tubuhnya terluka parah, tetapi aura True Demon Body-nya justru semakin liar.

Raviel:

"Baiklah
 kalau begitu
 aku akan gunakan teknik pamungkas iblis!!"

Tanduknya bercahaya merah.

Cakar memanjang seperti pedang kegelapan.

Raviel menatap Damien dengan mata gila.

Raviel:

"DEMON GOD ART — DEVOURING SUN HOWL!!!"

Langit berubah merah gelap.

Sinar iblis menghantam tanah seperti meteor.

Lyanna berteriak:

"DAMIEEEEN!!!"

Tapi Damien tidak bergerak.

Ia menatap ke depan dengan tatapan kosong dan sangat dingin.

Damien:

"Aku juga sudah selesai mengumpulkan energiku."

Ia mengangkat kedua jarinya pelan.

Bulan hitam di belakangnya berhenti berputar.

Suara Misterius dan Kael Arclight berkata bersamaan:

> "Damien
 tebas."

Damien mengucap pelan:

"Teknik baru
"

Bulan hitam bergetar.

Petir hitam memusat pada ujung jarinya.

Udara terbelah seperti kain.

"
LUNA–VOID
"

Langit hening.

Raviel terdiam.

Lyanna menahan napas.

Penonton kaku.

Damien mengayunkan dua jarinya seperti seorang dewa menulis garis takdir.

"
SEVERANCE."

---

⚡ ADEGAN KLIMAKS — SEGALANYA TERBELAH MENJADI DUA

Tidak ada suara.

Tidak ada cahaya.

Hanya satu garis hitam tipis.

Lalu—

BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMM—!!!!!!!!

Gelombang dimensi meledak.

Arena terbelah sempurna menjadi dua.

Langit retak membentuk garis hitam.

Bayangan bulan hitam membelah semua energi iblis Raviel seperti kertas.

Raviel terhenti di tengah udara.

Mata Raviel melebar seperti melihat kematian itu sendiri.

Raviel (berbisik):

"...mustahil
"

Tubuh Raviel—

terbelah perlahan menjadi dua bagian.

Energi True Demon Body menghilang seperti asap.

Damien memalingkan wajah.

Damien:

"Sudah berakhir."

KRAAAAASH—!!

Tubuh Raviel jatuh, pecah seperti abu iblis yang tertiup angin.

Arena menjadi hening.

Tidak ada yang berani bernapas.

Damien berdiri dengan bulu-bulu lembut petir hitam di sekelilingnya, mata bulan gelapnya perlahan kembali normal.

---

🌘 ADEGAN PENUTUP — KEHENINGAN DAN KETAKUTAN

Tetua Agung berdiri sambil gemetar.

Tetua Agung:

"B-Bocah itu


dia bukan hanya jenius


dia monster
"

Lyanna menutupi mulutnya, air matanya keluar.

"Damien
"

Damien menoleh ke arah Lyanna dan tersenyum tipis—senyum lembut yang jarang ia tunjukkan.

Damien:

"Aku menang."

Para penonton akhirnya berteriak—

bukan memuji Raviel, bukan memaki Damien—

Tapi benar-benar takut.

Penonton:

"ITU
 TEKNIK APA ITU?!"

"ANAK ITU DAH SYAITAN!!"

"INI DI LUAR NALAR!!!"

Damien berjalan pergi sambil memasukkan tangan ke saku.

Damien (pelan):

"Sekarang
 siapa yang ingin jadi lawanku berikutnya?"

Tidak ada satu pun yang menjawab.

---

đŸ”„ END CHAPTER 71

More Chapters