Ficool

Chapter 70 - Chapter 70

🔥 CHAPTER 70 — "Raviel Demon Full Release, Void Rend Kedua, & Kebangkitan Core Damien!"

(Lanjutan langsung dari akhir Chapter 69 — tanpa ulang, tanpa cut)

---

💀 ADEGAN PEMBUKA — RAVIEL MENGAMUK SEPENUHNYA

Tubuh Raviel bergetar keras.

Darah hitam meledak dari kulitnya, membentuk marka iblis yang merayap sampai wajahnya.

Raviel:

"DAMIIIEEEENN!!!

AKU… MELEPASKAN…

DEMON BLOOD RELEASE — LEVEL 3!!!"

BOOOOOOM!!!

Arena hancur lagi.

Dinding pelindung ke-4 pecah.

Kursi-kursi terangkat ke udara seperti tersedot badai.

Para tetua sekte berdiri dengan wajah pucat.

Tetua Agung:

"INI… SUDAH BUKAN PERTARUNGAN ANAK-ANAK!"

"ITU DARAH IBILIS TINGKAT TINGGI!"

Lyanna memeluk dada sendiri, matanya penuh kecemasan.

"Damien… hati-hati…"

Damien tidak menjawab.

Ia hanya menatap Raviel seperti memandang hewan liar yang terluka.

---

⚡ ADEGAN 1 — DAMIEN DITEKAN UNTUK PERTAMA KALI

Raviel menghilang.

Satu detik kemudian—

BOOOOOM!!

Pukulan Raviel menghantam sisi Damien, melemparkannya sejauh 100 meter.

Damien menancap ke tanah, menciptakan retakan seperti gurat halilintar.

Damien berdiri, mengusap bibir yang sedikit berdarah.

Damien:

"Oh… sekarang kau mulai menyentuhku beneran."

Suara Misterius akhirnya berbicara—keras, tegas, seperti sedang memimpin perang:

> "JANGAN LAWAN SERANGAN GARIS MEREKAHNYA!

Raviel menggunakan teknik iblis pemutus inti!

Kalau kau menahan langsung, inti-mu pecah!"

Damien mendengus.

"Jadi kau akhirnya mau bicara lagi."

Suara Misterius:

> "Pindah ke kanan lima langkah setiap dia memakai cakar kiri!

Jangan serang dari depan!

Dan ketika dia ambil napas panjang—ITULAH MOMEN MATINYA!"

Damien tersenyum tipis.

"Baik. Bimbing aku."

---

🌙 ADEGAN 2 — KAEL ARCLIGHT (BAPAK DAMIEN) TURUN SUARA

Di tribun atas, Kael memejamkan mata.

Detik berikutnya—

suara dalam kepala Damien muncul seperti gema kuno, berbeda dari suara misterius.

Suara Kael Arclight:

> "Anakku… pusatkan inti-mu."

"Buka jalur ke-7 dari Core Formation Realm."

"Hari ini… kau harus bangkit."

Damien tertegun sesaat.

Damien (pelan, terkejut):

"...Ayah…?"

Kael:

> "Kendalikan napasmu. Jangan biarkan petir menelan bulanmu.

Seimbangkan… dan inti-mu akan terobosan otomatis."

Raviel meraung, siap menerkam.

Damien menarik napas dalam.

---

🌑 ADEGAN 3 — DAMIEN NAIK RANAH (CORE FORMATION REALM 7)

BOOOOOOM!!!

Aura bulan pecah dari tubuh Damien.

Petir hitam menyelimuti tulang-tulangnya.

Jalur inti ke-7 terbuka.

Langit itu sendiri bergetar.

⚡ DAMIEN NAIK RANAH KE:

CORE FORMATION REALM — TINGKAT 7!!

Seluruh arena membeku.

Bahkan Raviel berhenti bergerak.

Raviel:

"C-Core Formation…?! Kau naik ranah sambil bertarung?!"

Damien merenggangkan jari.

Petir hitam berkedip dari celah-celah jarinya.

Damien:

"Terima kasih, Raviel."

"Karena kau memaksaku serius."

---

🔥 ADEGAN 4 — SERANGAN TAK TERLIHAT

Raviel menghilang.

Suara Misterius berteriak:

> "KIRI!! JANGAN BALIKKAN BADAN!!"

Damien bergerak mengikuti arahan suara itu—

SWOOOSH!!

Cakar Raviel lewat sejauh 1 cm dari leher Damien.

Raviel terkejut.

"Apa—?!"

Damien tersenyum.

Damien:

"Kau lupa, aku selalu punya dua pelindung."

Raviel:

"Dua…?"

Damien menatapnya dingin.

"Suara misteriusku… dan ayahku."

Raviel meraung dan menyerang lagi.

Dan setiap kali ia menyerang, suara misterius memandu:

> "LANGKAHKAN KAKIKU!"

"PUTAR PINGGANG!"

"TURUNKAN BADAN 30 CM!"

Damien menghindar tanpa melihat.

Penonton tidak bisa menangkap gerakannya lagi.

---

⚡ ADEGAN 5 — DAMIEN MENYERANG BALIK

Damien mengangkat dua jarinya.

Tanda bulan dan void berputar bersamaan.

Suara Misterius:

> "Sekarang!"

Kael Arclight:

> "Potong garis iblisnya!"

Damien:

"Void Lightning Art —"

Petir hitam melilit jarinya seperti ular kosmik.

"VOID REND — SECOND CUT."

BOOOOOOOOOOM!!

Petir hitam memanjang seperti sabit dimensi.

Udara terbelah.

Arena terguncang hebat.

Matahari seperti redup 1 detik.

Raviel mencoba menahan—

CHAAAAAAARRRR—!!!

Tangan Raviel terbelah.

Darah hitam menguap jadi asap.

Luka dari Void Rend kedua tidak menutup seperti biasanya.

Raviel menatap ketakutan.

Raviel:

"Apa… kekuatan macam… ini…?!"

Damien menatapnya datar.

Damien:

"Ini belum berakhir."

---

🌩️ ADEGAN PENUTUP — PENENTUAN DIMULAI

Raviel mundur, darah iblis mendidih.

Raviel:

"KALAU BEGITU—AKU HARUS MELEPASKAN SEGALANYA!!!"

Aura iblis mengamuk.

Damien mengangkat tangan, petir hitam menari di sekelilingnya.

Damien:

"Aku juga."

Langit terbuka sedikit.

Bulan tipis bercahaya di tengah siang.

Suara Misterius + Kael (bersamaan):

> "Bersiap, Damien."

"Ini serangan terbesarnya."

Damien menatap Raviel seperti melihat sasaran latihan.

Damien:

"Aku siap."

Kedua monster muda itu menyerbu—

PERTEMPURAN PENENTU DIMULAI.

---

🔥 END CHAPTER 70

More Chapters