Ficool

Chapter 62 - Chapter 62

──────────────────────────

🔥 CHAPTER 62 — "Tiga Assassin, Darah Frostveil, & Tinju Neraka Damien Meledak"

──────────────────────────

Angin berubah berat.

Tiga assassin berjubah hitam melangkah maju, aura mereka menusuk kulit seperti jarum es.

Lyanna menggenggam lengan Damien tanpa sadar.

Damien menatap ke depan, tidak bereaksi sama sekali—

kecuali matanya yang makin biru tajam.

Rex sudah gemetar sambil memeluk Hana.

Hana mendesis, "Lepas, Rex! Aku bukan bantal!"

Rex berbisik panik, "Aku butuh perlindungan emosional–!!"

Zura menatap mereka dengan jijik: "daripada peluk-pelukan mending siap bertarung…"

Rex memelotot:

"Aku siap mati, bukan bertarung!"

Hana langsung cubit pipinya.

"Salah satu alasan kamu selalu kena masalah adalah mulut kamu, tau?"

Rex teriak lirih:

"AAAK sakit!! Tapi jangan berhenti…"

Hana:

"…Dasar masokis."

──────────────────────────

🔥 Tiga Assassin Maju — Dan Nama Mereka Gak Ada yang Normal

──────────────────────────

Assassin paling depan membuka tudungnya sedikit, sehingga satu mata merah terlihat.

"Aku Vraen. Targetku: Lyanna Frostveil."

Assassin kedua:

"Aku Drell. Target sampingan: teman-temannya."

Assassin ketiga:

"Aku Kael—"

Semua langsung berhenti.

Damien mengernyit.

Lyanna bengong.

Zura hampir tersedak ludah.

Rex langsung teriak:

"KAEL??! BRUH—NAMA LU KEMEWAHAN SEKALIAN KAYAK MC!!"

Hana nambahin:

"Ganti nama dulu sana sebelum nyerang!"

Assassin itu mendesis:

"Nama ini kutinggalkan 10 tahun lalu… jangan mempermalukanku."

Damien datar: "Kebetulan sekali. Aku punya teman namanya Kael, dan dia lebih kuat darimu."

Assassin Kael:

"…Sudah. Aku bunuh yang ini dulu."

──────────────────────────

🔥 Pertarungan Dimulai

──────────────────────────

Ketiga assassin menghilang.

SHUAAAA—!!

Lyanna teriak, "Mereka memusat pada aku!"

Damien langsung menarik Lyanna ke belakang sambil menahan tiga serangan sekaligus.

BRAAAAK!!

Tanah retak membentuk pola bintang besar.

Rex dan Hana terpelanting tapi masih saling peluk.

Rex:

"AKU MASIH HIDUP??"

Hana:

"Kita bakal mati kalau kamu nggak lepasin akuuu—"

Rex:

"Kalau aku mati, matilah di pelukanmu—"

Hana memerah.

"Jangan bilang gitu tiba-tiba—!"

Zura:

"KALIAN PIKNIK APA BERTARUNG?!"

──────────────────────────

🔥 Damien Melawan Dua Assassin Sekaligus

──────────────────────────

Vraen dan Drell mendorong maju, pedang energi mereka mengiris udara.

Damien mematahkan salah satu pedang hanya dengan menangkis menggunakan punggung tangannya.

CRAAACK!

Vraen mundur kaget.

"Tubuhnya keras seperti baja…?!"

Damien:

"Kulikat sudah cukup keras untuk menghajar lumpen macam kalian."

Drell menyerang cepat. Damien menghindar, lalu menghantam perut Drell.

BOOOOM!!

Satu orang terbang menembus dua pohon.

Assassin Kael melompat ke arah Lyanna.

Damien menoleh—terlambat.

Lyanna memejamkan mata.

──────────────────────────

🔥 Lyanna Bangkit — Kutukan Darah Frostveil Bangun

──────────────────────────

Ketika pedang assassin hampir menyentuh kulit Lyanna—

WUUUUUSSSHHH!!

Es biru keluar dari seluruh tubuh Lyanna.

Udara di sekitar membeku seketika.

Assassin Kael tersentak.

"Apa—?! Energi ini… bukan energi biasa Frostveil…!"

Damien menatap Lyanna dengan mata melebar.

Lyanna berdiri perlahan, matanya berubah biru bercahaya.

> "Sentuh aku sekali lagi…

dan kutukan darahku akan melahapmu."

Assassin Kael mundur dua langkah.

Rex melongo: "BROOO dia berubah jadi Queen Frost!!"

Hana memandang Lyanna kagum.

"Cantik banget sumpah…"

Rex nyeletuk:

"Tapi kamu tetap lebih cantik sih—"

Hana langsung menendangnya: "INI BUKAN WAKTUNYA NGERAYU—!!"

Tapi muka Hana merah semua.

──────────────────────────

🔥 Damien + Lyanna — Duo Tak Tersentuh

──────────────────────────

Damien menatap Lyanna.

"Jadi… kau akhirnya pakai kekuatan itu."

Lyanna tersenyum kecil, pipinya sedikit memerah walaupun aura membunuhnya naik.

"Aku janji tidak akan merepotkanmu terus… jadi, izinkan aku bantu kali ini."

Damien bersandar sedikit, santai.

"Aku tidak pernah menyebutmu merepotkan."

Lyanna langsung memerah 3 kali lipat.

Rex dari belakang:

"AAAAAA ITU BARU ROMANCE. HANA LIAT NGGAK??"

Hana bales:

"Iya… tapi aku lebih suka kalau kamu ngomong gitu ke aku…"

Rex:

"Aku… aku bisa kok…"

Hana:

"TAPI BUKAN SEKARANG DASAR IDIOT—!!"

Rex:

"😭"

──────────────────────────

🔥 Akhir Chapter — Teknik Tinju Pertama Damien Bangkit

──────────────────────────

Tiga assassin kembali menyerang bersama-sama.

Damien menarik napas panjang.

Suara Misterius bergema:

> "Bagus… keluarkan teknik pertamamu dari Warisan Dewa Tinju."

Damien mengepalkan tangan.

Tanah bergetar.

Langit berkedip.

Aura biru menyelimuti tinjunya.

> "Heaven-Splitting Fist — Tahap Pertama."

Rex menjerit: "BROOO JANGAN BAGI AKU KENA DAMPAKNYA—!!"

Hana sudah menarik Rex menjauh sambil panik: "LARI REEEXXX!!"

Zura bersiap menghalau shockwave.

Lyanna berdiri di samping Damien, aura es-nya menari.

Tiga assassin mengencangkan senjata.

Damien membuka mata.

> "Mari kita akhiri."

──────────────────────────

🔥 END CHAPTER 62

──────────────────────────

More Chapters