Ficool

Chapter 40 - Chapter 40

🔥 CHAPTER 40 — "Pertempuran Silent Winter, Masa Lalu Lyanna, & Bayangan Dewa Es"

(Lanjutan langsung dari adegan terakhir Chapter 39 — tanpa pengulangan apa pun)

---

❄️ ADEGAN PEMBUKA — 3 PEMBUNUH SILENT WINTER KROPOS DI BAWAH PETIR COSMIC

Tiga pembunuh Silent Winter bergetar keras di udara, tubuh mereka hampir meleleh diterpa petir ungu-hitam Damien.

Status Damien:

Damien Valtreos — 17 tahun

Pulse Awakening Realm — Tingkat 3

Pemimpin pembunuh itu mengerang, memaksakan teknik pertahanan.

Nama: Kalev Frostbane

Ranah: Essence Flow Realm — Tingkat 8

(Salah satu kapten muda Silent Winter)

Kalev (terbatuk darah):

"A-anak… macam apa kau ini…?"

Damien menatapnya datar.

"Yang akan menghancurkan Frostveil."

Petirnya semakin pekat, siap menghabisi mereka semua—

Namun Lyanna mengangkat tangan.

Lyanna:

"Damien… tunggu."

Damien menurunkan intensitas petirnya sedikit, tapi aura membunuhnya tetap mendominasi seluruh hutan.

---

🌙 ADEGAN 1 — LYANNA & NAMA YANG TIDAK BOLEH DISEBUTKAN

Lyanna melangkah maju.

Tatapannya berubah dingin, tapi bukan ke Damien—melainkan ke Kalev Frostbane.

Lyanna: "Kalev. Kau dikirim oleh siapa…? Ayahku? Atau dia?"

Kalev tertawa pahit. "Kau masih menyebutnya 'ayah', huh… Putri kedua Frostveil."

Rex terbelalak.

"PUTRI?! WADAW—"

Hana nutup mulut Rex pake kipas.

"Diam. Nanti dijadiin es batu."

Damien menatap Lyanna.

"Ayahmu seorang raja kultivator?"

Lyanna mengangguk pelan, lalu menjawab lirih.

> "Ayahku… adalah pemimpin Frostveil Kingdom.

Tapi aku bukan anak yang diinginkan."

Suara Misterius dalam kepala Damien ikut bicara.

> "Gadis itu membawa garis darah yang lebih tua… lebih berbahaya daripada keluarga rajanya sendiri. Hati-hati, bocah."

Damien mendengus kecil. ("Aku sudah lama merasa begitu.")

Kalev memaksakan diri bicara.

Kalev: "Kami diperintah… menangkapmu. Karena garis darahmu… mulai bangkit."

Lyanna menggenggam pedang esnya, tubuhnya sedikit bergetar.

Lyanna: "Aku tidak akan kembali."

Kalev:

"Kalau begitu… aku harus memaksa—"

---

⚡ ADEGAN 2 — DAMIEN VS KALEV FROSTBANE

Kalev menarik seluruh energinya.

Teknik pamungkas keluarga Frostbane:

"Glacier Soul Burst"

Essence Flow Realm — Puncak.

Tanah membeku dalam radius 50 meter.

Angin berubah menjadi jarum es.

Suara gemuruh lahir dari bawah tanah.

Rex panik: "BRO INI GA BISA!! ITU RANAH 8!!! KITA BARU RANAH 1—1—3!!!"

Hana: "Bisa. Karena Damien bukan normal."

Damien menatap serangan masif itu dengan ekspresi jenuh.

Damien: "Kau sudah selesai?"

Kalev mengaum, memadatkan energi es sebesar rumah.

Damien mengangkat dua jarinya.

"Cosmic Lightning — Finger Break."

—TRET—

—BRRAAAAAAK!!—

Gunung es raksasa itu langsung terbelah dua, meledak menjadi kabut putih.

Kalev terpental puluhan meter, darah muncrat dari mulutnya.

Kalev (mata melebar):

"ITU… bukan Pulse Awakening… bukan Essence Flow… APA ITU?!"

Damien berjalan mendekat.

Damien: "Sesuatu yang tidak bisa kau pahami."

---

❄️ ADEGAN 3 — BAYANGAN BESAR FROSTVEIL MUNCUL

Ketika Damien hendak menyelesaikan Kalev—

Langit tiba-tiba meredup.

Suhu turun 30 derajat.

Dari atas pohon, muncul bayangan berzirah es perak. Aura yang keluar mencapai tingkat yang membuat Hana dan Rex jatuh berlutut refleks.

Nama: Sirel Astar Frostveil

Ranah: Core Formation Realm — Tingkat 5

(Pembunuh utama keluarga kerajaan Frostveil)

Sirel menatap Damien seperti menilai seekor binatang berbahaya.

Sirel: "Kekuatanmu… bukan dari dunia ini."

Damien tidak bergeser. "Dan?"

Sirel mengangkat pedang esnya.

Sirel: "Sangat disayangkan. Kau harus mati."

Lyanna melangkah maju.

Lyanna: "Tidak. Aku yang menentukan siapa yang mati di sini."

Aura Lyanna tiba-tiba melonjak—

Lyanna — Mortal Vein Realm → Mortal Vein Realm Tingkat 2 (Bangkit Spontan)

Rex: "YA AMPUN DIA NAIK RANAH?! DI MOMEN BEGINI?!"

Hana: "Garis darah Frostveil… mulai bangkit."

Suara Misterius dalam kepala Damien kembali bersuara.

> "Bocah, persiapkan dirimu.

Garis darah putri itu… bersentuhan dengan salah satu Dewa Es Tertua."

Damien: ("…Menarik.")

---

⚔️ ADEGAN 4 — PERTEMPURAN PERTAMA DI WILAYAH FROSTVEIL

Sirel melompat.

Kecepatannya menghilang dari pandangan.

Rex:

"IIIIIH—HILANG BRO!!"

Damien menghalangi serangan pertama, petirnya melingkupi tangan.

—TRAAANGG!!—

Sirel terpental sedikit.

Sirel (terkejut):

"Pulse Awakening… tidak mungkin bisa menahan Core Formation ku."

Damien: "Kalau begitu aku bukan Pulse Awakening biasa."

Ia menyalakan matanya.

Cosmic Lightning Eyes — Phase 2

Petir ungu-hitam menjalar di udara seperti akar kosmik.

Damien:

"Sekarang giliranku."

---

❄️ ADEGAN 5 — KUNCI PERTEMPURAN (CLIFFHANGER)

Damien mengangkat tangan untuk menyerang balasan…

Tapi tiba-tiba langit membeku.

Secara harfiah.

Awan berhenti bergerak.

Salju berhenti jatuh.

Angin berhenti berhembus.

Dan dari retakan langit—

muncul mata berwarna biru pekat, sangat besar, menatap langsung ke arah Lyanna.

Semua orang… bahkan Sirel, Kalev, Damien, Rex, dan Hana…

merinding sampai ke tulang.

Damien menggeram. ("Itu… Dewa Es.")

Lyanna memegangi dadanya, napasnya terputus, tanda garis darahnya merespon.

Suara Misterius berbicara pelan—

> "Bocah…

Kau baru saja menarik perhatian makhluk yang tidak boleh kau sentuh pada tahap ini."

Damien menatap langit, petirnya meletup-letup.

Damien: "Kalau dia menyentuh Lyanna… aku akan memutus matanya."

—Langit bergetar.

Mata Dewa Es perlahan bergerak… menatap Damien.

LYANNA: "Damien… mundur…"

Damien: "Aku tidak mundur."

Mata itu menyala.

Cahaya biru membungkus hutan.

—CLIFHHANGER—

---

🔥 END CHAPTER 40

More Chapters