Ficool

Chapter 830 - Libra, Sang Penyeimbang

Rangers baru saja melangkah menuju pintu aula. Tiba-tiba... "Sebentar." Suara berat Leo memecah keheningan. Seluruh perhatian langsung tertuju kepadanya. Pemimpin Sacred Zodiac itu perlahan berdiri dari kursinya. Tatapannya tenang, namun penuh wibawa. "Rangers tidak perlu pergi ke Konstelasi Draco."

Ucapan itu membuat aula kembali sunyi. Leo melanjutkan, "Sebagai gantinya... Aku akan mengirim salah satu anggota Sacred Zodiac. Dia akan menghentikan peperangan di sana."

Oreons mendengarkan dengan tenang. Beberapa saat kemudian, ia kembali duduk di singgasananya. "Aku tidak keberatan. Para Zodiac bukan makhluk biasa. Jika salah satu dari mereka turun tangan, peluang menghentikan perang jauh lebih besar." Keputusan itu langsung diterima tanpa perdebatan.

Di samping singgasana... Yllarxa mengembuskan napas lega. Setidaknya... Rangers tidak perlu pergi ke medan perang yang dipenuhi begitu banyak kekuatan mengerikan. Sementara itu... Rangers menghentikan langkahnya. Ia kembali berdiri di dekat pintu aula dengan ekspresi datar. Di dalam hatinya, ia justru merasa lega. "Syukurlah... Aku memang tidak keberatan menjalankan perintah. Tapi kalau ada yang bisa menggantikanku... Itu jauh lebih baik." Ia kembali menyilangkan kedua tangan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

---

Leo lalu mengangkat kepalanya. "Aku telah menentukan siapa yang akan berangkat." Suasana aula kembali menegang. "Libra." Satu nama itu menggema di seluruh ruangan. Beberapa petinggi galaksi langsung membelalakkan mata. "Libra...? Dia akan turun langsung? Itu sangat jarang terjadi." Mereka saling berpandangan dengan tidak percaya. Selama ini... Libra hampir tidak pernah ikut campur secara langsung dalam peperangan. Sebagai Zodiac yang melambangkan keseimbangan dan keadilan, ia lebih sering menjadi penengah daripada petarung di garis depan. Namun... Jika Leo sendiri yang memilihnya... Maka situasi di Konstelasi Draco benar-benar telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.

Di sisi lain... *DUG! * Thraxor menghempaskan pedang raksasanya ke lantai. Retakan kecil langsung menjalar di bawah kakinya. "Cih... Aku kira akhirnya mendapat lawan yang menarik." Nada suaranya dipenuhi kekecewaan. Namun ia tidak bisa membantah keputusan Leo. Sebagai pemimpin Sacred Zodiac, keputusan itu berada di luar wewenangnya. Berbeda dengan Thraxor... Rhythm justru tersenyum santai dari kursinya. "Pilihan yang bagus. Aku sangat mendukung keputusan itu." Ia bahkan menyandarkan tubuhnya lebih nyaman. "Kalau Libra yang pergi... Berarti para jenderal tidak perlu repot-repot berangkat." Beberapa orang hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka tahu... Di balik ucapannya yang terdengar bijaksana, Rhythm sebenarnya hanya bersyukur karena dirinya tidak ditunjuk menuju medan perang.

Di tengah keheningan aula... Leo memandang lurus ke depan. Tatapannya tegas. "Perang di Draco harus dihentikan. Bukan untuk memenangkan salah satu pihak... Melainkan untuk mengembalikan keseimbangan."

Dengan keputusan itu... Nasib Konstelasi Draco kini berada di tangan seorang Zodiac yang dikenal sebagai simbol keadilan. Libra.

More Chapters