Ficool

Chapter 829 - Keputusan Sang Kaisar

Suasana aula utama Istana Urco Tastarius kembali dipenuhi ketegangan. Laporan mengenai peperangan di Konstelasi Draco masih menjadi pembahasan utama.

Oreons berdiri dari singgasananya. Tatapannya menyapu seluruh petinggi galaksi yang hadir. "Kita tidak bisa membiarkan perang di Draco terus berlanjut." Suasana menjadi hening. Oreons melanjutkan dengan nada tegas. "Jika dibiarkan... Peperangan itu akan meluas hingga ke konstelasi-konstelasi lain. Aku memutuskan untuk mengirim seseorang." Tatapannya beralih kepada pria berambut emas yang berdiri di dekat pintu aula. "Rangers."

Tanpa ragu... Rangers melangkah maju. Wajahnya tetap datar seperti biasa. Ia membungkukkan kepala. "Dengan senang hati. Aku menerima perintah itu, Yang Mulia." Baginya, perintah Kaisar adalah sesuatu yang mutlak. Ke mana pun ia diperintahkan pergi... Ia akan melaksanakannya tanpa keraguan.

Namun... "Tidak!" Suara Yllarxa memecah keheningan aula. Semua mata langsung tertuju kepadanya. Yllarxa melangkah maju dengan wajah penuh kecemasan. "Konstelasi Draco sudah menjadi medan perang yang sangat besar. Di sana ada para naga... Pasukan Kekaisaran... Tartanos... Dan banyak pihak lain. Mengirim Kak Rangers ke sana hanya akan membuat keadaan semakin rumit." Ia menatap Oreons dengan sungguh-sungguh. "Tolong... pikirkan lagi keputusan ini."

Yllarxa masih ingin melanjutkan ucapannya. Namun... Sebuah tangan menahan lengannya. Ia menoleh. Rangers berdiri di sampingnya. Tatapannya tetap tenang. "Yllarxa," ucapnya pelan. "Jangan memikirkan diriku. Ini adalah tugasku." Kalimat singkat itu membuat Yllarxa terdiam.

Oreons kemudian menganggukkan kepala. "Rangers benar. Aku percaya padanya." Oreons lalu menambahkan, "Kalaupun bukan Rangers... Thraxor seorang diri saja mungkin sudah cukup membuat Konstelasi Draco kembali hening." Ucapan itu membuat beberapa petinggi saling berpandangan. Mereka memahami maksud Oreons. Kekuatan para Jenderal Utama memang berada pada tingkatan yang mampu mengubah jalannya sebuah peperangan.

---

Di sudut aula... Leo duduk tenang di kursinya. Sejak tadi ia hanya mendengarkan. Tidak sekali pun ia memotong pembicaraan. Kini ia akhirnya memahami seluruh situasi. "Jadi... Konstelasi Draco benar-benar telah berubah menjadi medan perang." Ia menutup mata sejenak. Sebagai pemimpin Sacred Zodiac, ia mengetahui pentingnya menjaga keseimbangan galaksi. Jika peperangan sebesar itu terus berlangsung... Bukan hanya para petarung yang menjadi korban. Satu konstelasi pun bisa lenyap. Leo kembali membuka matanya. Tatapannya menjadi serius. "Draco tidak boleh terus dijadikan medan perang. Jika tidak segera dihentikan... Konstelasi itu sendiri akan hancur." Keheningan kembali menyelimuti aula.

More Chapters