Ficool

Chapter 819 - Kecemasan Sang Navigator

Di dalam kapal antarbintang Nexus S-4473... Suasana ruang komando dipenuhi bunyi laporan dan hologram yang terus menampilkan perkembangan medan perang di Konstelasi Draco.

Di posisi navigator... Arabels berdiri tanpa mengalihkan pandangannya dari layar utama. Tatapannya hanya tertuju pada satu titik. Pertarungan Storm melawan Zyron.

Di layar hologram... Dua cahaya raksasa terus berkejaran di ruang angkasa. Satu berwarna merah menyala. Satu lagi berwarna ungu pekat. Setiap benturan keduanya menciptakan ledakan yang menerangi kehampaan luar angkasa. Gelombang kejutnya bahkan masih dapat terdeteksi oleh sensor Nexus meski jaraknya sangat jauh.

Arabels mengepalkan kedua tangannya. "Storm..." gumamnya pelan. Ia mengenal gaya bertarung kekasihnya itu. Semakin terang cahaya merah yang terpancar dari Skycrimson... Semakin besar pula kekuatan yang sedang dikeluarkan Storm. Dan itu berarti... Ia sedang bertarung dengan serius.

Di sisi lain ruang komando... Aryes duduk tenang di kursi komandan. Tatapannya berpindah dari satu layar ke layar lainnya. Ia memastikan seluruh anggota tim X.A.R.A tetap menjalankan tugas mereka. Roxis sibuk mengendalikan Nexus. Proxi terus menganalisis perubahan gelombang energi. Lira mencatat setiap data yang muncul. Violys mengawasi kestabilan sistem. Zero masih bersiap jika keadaan memaksa mereka ikut bertempur. Jester duduk santai sambil memainkan kartu Arcananya. Napstylea... Sudah berada di luar kapal.

Dari semuanya... Hanya Arabels yang terlihat sama sekali tidak fokus. Aryes menghela napas pelan. "Arabels." Gadis itu menoleh. Aryes tersenyum tipis. "Kau tidak perlu terlalu khawatir. Storm tidak akan mudah dikalahkan oleh Zyron."

Arabels terdiam. Ia ingin mempercayai kata-kata itu. Namun layar di hadapannya menunjukkan kenyataan yang berbeda. Pertarungan itu jauh lebih brutal dibanding sebelumnya.

Aryes kembali menatap layar. "Tapi..." Nada suaranya berubah lebih serius. "Aku juga tidak bisa memastikan hasilnya." Semua orang di ruang komando ikut terdiam. Aryes melanjutkan. "Zyron yang sekarang... Bukan lagi Zyron yang pernah dikalahkan Storm. Ia telah dibangkitkan. Dan kekuatannya meningkat jauh di atas sebelumnya."

Proxi mengangguk pelan. "Analisis tersebut sesuai dengan data. Potensi energi Zyron meningkat secara drastis setelah proses kebangkitan."

Arabels kembali menatap layar. Cahaya merah dan ungu terus bertabrakan. Setiap benturan menciptakan ledakan yang membuat sebagian wilayah Konstelasi Draco dipenuhi kilatan cahaya. Ia meletakkan tangan di dadanya. "Aku percaya padamu, Storm... Tapi... Jangan terlalu memaksakan dirimu." Bisikannya tenggelam di antara suara alarm dan laporan pertempuran.

More Chapters