Ficool

Chapter 794 - Tumbal untuk Ladon

Keheningan yang menyelimuti Konstelasi Draco akhirnya pecah. Dargon perlahan membuka mulutnya. Suara yang keluar bukan sekadar ucapan. Suara itu menggema seperti dentuman yang mengguncang seluruh ruang angkasa. Bahkan kapal-kapal perang bergetar ketika gelombang suaranya melewati mereka.

"Aku menyambut... orang-orang dari Kekaisaran." Tatapan emasnya beralih ke armada Maxtis. "Kemudian... para pemberontak." Kini ia menatap Tyrannons dan armada Tartanos. Dan terakhir... Tatapannya berhenti pada Storm serta Nexus S-4473. "...juga manusia."

Untuk sesaat... Dargon terdiam. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya. "Namun... Jangan salah mengartikan sambutanku. Aku bukan pecundang yang membiarkan siapa pun memasuki wilayah Draco tanpa konsekuensi." Tekanan auranya kembali memenuhi konstelasi. "Setiap makhluk... Yang berani menginjakkan kaki di kawasan Draco... Akan menjadi tumbal." Ia mengangkat salah satu tangannya ke arah langit berbintang. "Tumbal... untuk Ladon."

Nama itu membuat beberapa naga menundukkan kepala lebih dalam. Nyxdess dan Zyron ikut menunjukkan rasa hormat.

Storm mengernyit. "Ladon?"

Dargon mengangguk perlahan. "Ladon... Adalah Naga Penjaga Konstelasi Draco. Pelayan setia Dewi Hera. Sosok agung yang menjaga keseimbangan wilayah ini sejak zaman kuno." Tatapan Dargon dipenuhi rasa hormat. "Bagiku... Ladon adalah pelindung terbesar Draco. Ladon memiliki wujud naga kosmik raksasa... Dengan seratus kepala. Dan selama pengorbanan terus diberikan... Ia akan menjaga Konstelasi Draco dari siapa pun... termasuk Kekaisaran Galaksi."

Ucapan itu membuat suasana semakin mencekam. Maxtis menyipitkan matanya. Nama Ladon bukanlah nama yang asing. Legenda tentang naga berkepala seratus telah tersebar ke berbagai penjuru galaksi. Namun tak seorang pun mengetahui apakah makhluk itu benar-benar ada. Melihat keyakinan Dargon... Legenda itu mungkin bukan sekadar cerita.

---

Tiba-tiba... Dargon tertawa. "Hahahahahaha!" Tawanya mengguncang ruang angkasa. Gelombang suara yang dihasilkannya membuat cahaya bintang di sekitar mereka bergetar. Sesaat kemudian... Dargon mengangkat kedua tangannya. Lingkaran sihir raksasa berwarna emas muncul di bawah seluruh armada.

Storm segera bersiap. Maxtis mengangkat pedang kembarnya. Tyrannons memasang kuda-kuda. Namun semuanya sudah terlambat. Cahaya emas menyelimuti seluruh wilayah. Dalam sekejap... Ruang di sekitar mereka terlipat. Pandangan semua orang berubah putih.

---

Beberapa detik kemudian... Cahaya itu menghilang. Ketika mereka kembali membuka mata... Pemandangan di sekitar telah berubah. Di hadapan mereka membentang sebuah bintang raksasa yang memancarkan cahaya keemasan. Panasnya terasa bahkan dari jarak yang sangat jauh.

Proxi segera melakukan pemindaian. "Hasil analisis... Kita telah dipindahkan. Lokasi saat ini... Gamma Draconis. Sistem bintang paling terang di Konstelasi Draco."

Seluruh armada kini melayang di sekitar bintang tersebut. Sementara ribuan naga telah membentuk formasi perang yang jauh lebih luas.

Dargon berdiri di garis paling depan. Kedua sayap emasnya terbentang megah. Tatapannya menyapu seluruh musuh di hadapannya. "Lepaskan seluruh kekuatan kalian. Tunjukkan kepadaku... Alasan mengapa kalian berani memasuki wilayah Draco." Ia perlahan mengangkat tangannya. Raungan ribuan naga menggema serempak. Dargon tersenyum dingin. "Karena hari ini... Ras naga akan mengalahkan kalian semua."

More Chapters