Ficool

Chapter 764 - Di Ambang Batas Skycrimson

Di dalam Dimensi Ashura, dua kekuatan masih saling berhadapan. Storm melayang dalam keheningan, sementara di hadapannya Zyron mengepakkan enam sayap raksasanya. Aura naga berwarna ungu terus memenuhi ruang, menekan Dimensi Ashura tanpa henti.

Storm mengepalkan tangannya. "Sudah cukup bagiku... Pertarungan ini harus diakhiri."

Enam lengan tambahan pada Armor Ashura perlahan bergerak ke belakang tubuhnya. Seluruh reaktor Skycrimson mulai mengalirkan energi menuju dada armor. Cahaya merah yang semula hanya berpendar kini berubah menjadi kilatan yang semakin terang. Suara mesin memenuhi bagian dalam kokpit. *Mengisi energi... Daya meningkat... Laser utama bersiap ditembakkan... *

Storm menarik napas panjang. Ia berniat melepaskan serangan terkuat Skycrimson, sebuah laser energi yang dipusatkan dari seluruh cadangan daya armor.

"Khuk...!" Tubuh Storm mendadak bergetar. Ia menundukkan kepala. Setetes darah jatuh ke lantai kokpit. Lalu disusul batuk yang semakin berat. "Khuk... khuk...!" Darah merah kembali keluar dari mulutnya. Storm menggenggam dadanya. Napasnya menjadi tidak teratur.

Di layar helm, berbagai peringatan bermunculan. *Peringatan. Kapasitas energi telah melampaui batas aman. Kerusakan internal meningkat. Beban pada tubuh pengguna melebihi ambang toleransi. *

Storm memejamkan mata sejenak. Ia tahu... Skycrimson telah dipaksa mengeluarkan tenaga jauh melampaui batas yang dirancang.

---

Saat itu juga, sebuah layar holografik muncul di hadapannya. Wajah Arabels terlihat dengan jelas. "Storm!" Suara gadis itu dipenuhi kecemasan. "Proxi baru saja mengirimkan hasil analisis. Jangan terus memaksakan dirimu! Kalau kamu tetap menggunakan energi sebesar itu... Bukan hanya armormu yang rusak. Dirimu juga dalam bahaya!"

Storm mengangkat kepalanya perlahan. Meski wajahnya terlihat pucat, ia tetap tersenyum tipis. "Tak usah mengkhawatirkanku. Ini hanya luka kecil."

"Storm!" seru Arabels.

Storm hanya menggeleng pelan. "Aku baik-baik saja." Ia kemudian memutus sambungan komunikasi. Layar holografik perlahan menghilang. Keheningan kembali memenuhi kokpit.

Storm menatap kedua tangannya. Sedikit gemetar. Rasa nyeri menjalar ke seluruh tubuhnya akibat tekanan energi Skycrimson yang terus meningkat. Di dalam benaknya, berbagai kemungkinan berputar tanpa henti. "Aku sudah mencapai batas Skycrimson... Kalau pertarungan ini terus berlanjut... Aku bisa kehabisan energi lebih dulu."

Tatapannya kembali mengarah kepada Zyron. Naga bersayap enam itu masih berdiri kokoh di hadapannya. Aura ungu yang dipancarkannya tidak menunjukkan tanda-tanda melemah, meskipun Dimensi Ashura terus menyerap sebagian energinya.

Storm mengembuskan napas perlahan. "Aku tidak punya pilihan lain. Kalau ingin mengimbanginya... Aku harus bertarung dengan seluruh kekuatanku."

Cahaya merah di dada Skycrimson semakin terang. Energi dari seluruh bagian armor mulai berkumpul menjadi satu titik.

---

Di luar sana, Zyron memperhatikan perubahan itu dengan penuh minat. Ia dapat merasakan tekanan energi yang terus meningkat dari tubuh Storm. Senyum tipis kembali muncul di wajah naga tersebut. "Jadi... Itulah serangan terakhirmu?"

Storm tidak menjawab. Ia hanya mengangkat kepalanya. Tatapannya tetap teguh, meski tubuhnya telah mencapai batas kemampuan. Apa pun yang terjadi setelah ini, ia telah memutuskan untuk menghadapi Zyron dengan seluruh kekuatan yang masih dimilikinya.

More Chapters