Ficool

Chapter 758 - Naga Bersayap Enam

Lautan merah Dimensi Ashura masih membentang tanpa batas. Energi merah mengalir bagaikan sungai cahaya yang memenuhi seluruh ruang buatan itu. Di dalam dimensi tersebut, tekanan yang dipancarkan Storm terus meningkat, sementara aura Zyron perlahan terkikis oleh kekuatan Dimensi Ashura.

Zyron sama sekali tidak menunjukkan kepanikan. Ia justru tertawa pelan. "Jadi ini kartu terakhirmu. Aku juga tidak punya alasan untuk menahan diri."

Tanpa membuang waktu lagi, aura naga ungu yang menyelimuti tubuhnya meledak ke segala arah.

*DUUUUUM!! *

Gelombang energi yang luar biasa menyapu lautan merah di sekitarnya hingga membentuk pusaran raksasa. Tubuh manusia Zyron mulai berubah. Sisik-sisik naga berwarna ungu gelap menutupi seluruh tubuhnya. Kedua lengannya membesar menjadi cakar raksasa. Ekor panjang muncul dari belakang tubuhnya, sementara tanduk-tanduk hitam memanjang dari kepalanya.

Dalam beberapa detik... Seekor naga raksasa telah berdiri di hadapan Storm.

Tubuhnya membentang sepanjang ribuan meter. Enam sayap besar terbuka perlahan di punggungnya. Setiap kepakan sayap memunculkan badai energi yang mengguncang seluruh Dimensi Ashura. Sepasang mata naga berwarna emas menatap lurus ke arah Storm. Tekanan yang dipancarkan makhluk itu meningkat berkali-kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Di dalam Ginga Stars, seluruh alarm berbunyi bersamaan. "Output energi target meningkat drastis. Melampaui batas pengukuran."

Arabels membelalakkan mata. "Itu... Wujud naga..." Dari kejauhan, ukuran Zyron kini tampak seperti benteng hidup yang menguasai langit merah.

---

Di medan pertempuran —

Storm tetap melayang dengan tenang. Enam lengan Armor Ashura terbuka di belakang tubuhnya, memancarkan cahaya merah yang terus berdenyut. Di tangannya, Pedang Ashura masih memancarkan tekanan luar biasa.

Zyron membuka rahangnya. Aura ungu yang pekat mulai berkumpul di dalam mulutnya. Energi itu terus memadat hingga membentuk bola cahaya yang berputar semakin cepat. Storm segera menyadari bahaya yang datang. "Dragon Aura..." gumamnya.

Detik berikutnya...

*ROOOOOAAARRR!! *

Semburan aura ungu raksasa melesat keluar dari mulut Zyron. Sinar itu menerjang lurus ke arah Storm, menghancurkan ruang merah di sepanjang lintasannya.

Storm mengangkat Pedang Ashura untuk menahan serangan tersebut. Kekuatan semburan itu jauh melampaui perkiraannya.

*DUAAAAARRR!! *

Pedang Ashura bergetar hebat. Retakan-retakan cahaya mulai muncul di seluruh bilahnya. Lalu... Pedang raksasa itu hancur. Bukan menjadi pecahan logam. Melainkan melebur menjadi jutaan partikel energi merah yang tersebar ke seluruh Dimensi Ashura. Cahaya merah memenuhi angkasa sebelum perlahan menghilang.

Storm segera melompat mundur, menghindari sisa semburan yang masih melaju dengan kekuatan dahsyat. Ia kembali melayang di ruang angkasa. Armor Ashura tetap aktif. Enam lengan mekanis di belakang tubuhnya perlahan mengepal, siap menghadapi serangan berikutnya.

Di hadapannya... Zyron yang kini telah menjadi naga bersayap enam menatapnya tanpa berkedip.

---

Dimensi Ashura bergetar pelan. Aura merah milik Storm memenuhi separuh ruang. Sementara aura naga ungu milik Zyron menguasai separuh lainnya. Dua kekuatan yang saling bertentangan itu terus bertabrakan, menciptakan garis batas yang membelah dunia merah menjadi dua bagian. Pertarungan besar kini hanya menunggu waktu.

Storm perlahan mengangkat keenam lengannya. Energi merah mulai berkumpul di setiap telapak tangan armornya. Di sisi lain, Zyron membuka keenam sayapnya selebar mungkin. Aura naga memenuhi setiap sisik di tubuhnya, memancarkan cahaya ungu yang semakin terang.

More Chapters