Ficool

Chapter 757 - Dimensi Ashura

Dari kejauhan, Ginga Stars bergetar hebat. Getaran yang merambat bukan berasal dari benturan fisik, melainkan dari tekanan energi luar biasa yang terus memancar dari duel Storm dan Zyron. Lampu-lampu peringatan di dalam kokpit menyala bergantian.

Proxi segera melakukan pemindaian ulang terhadap kondisi Skycrimson. Ribuan data memenuhi layar holografik. "Analisis selesai."

Arabels segera menoleh. "Bagaimana keadaan Storm?"

Proxi menjawab dengan nada datar. "Output energi Skycrimson telah mencapai delapan puluh sembilan persen dari kapasitas maksimum. Storm menggunakan hampir seluruh kekuatan armornya untuk menghadapi Zyron."

Arabels mengepalkan tangannya. "Lalu?"

"Jika kondisi ini terus dipaksakan... Cadangan energi Skycrimson akan habis. Pada saat itu, performa armor akan menurun secara drastis." Proxi kembali menampilkan simulasi. "Probabilitas Storm kehabisan daya meningkat setiap detik."

Arabels menggigit bibirnya. Ia kembali menatap keluar melalui kaca kokpit. Di kejauhan, Storm masih menekan Pedang Ashura yang berukuran hampir sebesar bintang kecil. Sementara itu, Zyron tetap bertahan dengan Dragon Aura miliknya. Tak satu pun dari mereka bergeming. Namun Arabels mengetahui satu hal. Semakin lama pertarungan berlangsung... Semakin besar risiko yang harus ditanggung Storm.

"Tolong bertahan..." bisiknya pelan. "Kamu pasti bisa..."

---

Di medan pertempuran —

Storm tetap diam di balik visor merah Skycrimson. Matanya menatap lurus ke arah Zyron. "Saatnya... Berakhir."

Tiba-tiba... Seluruh ruang angkasa menjadi sunyi. Ledakan yang sejak tadi memenuhi Konstelasi Draco mendadak menghilang. Gelombang energi berhenti. Debu kosmik yang beterbangan seolah membeku di tempat. Keheningan yang aneh menyelimuti seluruh wilayah itu.

Zyron mengernyitkan dahi. "Apa yang terjadi?" Ia masih menahan bilah raksasa Pedang Ashura. Tetapi nalurinya sebagai pejuang naga merasakan sesuatu yang tidak biasa. "Kenapa... Tekanan ruang berubah?"

Di dalam Ginga Stars, Arabels ikut merasakan keanehan itu. Ia memandang ke luar. Lalu... Matanya membelalak. "Storm..."

Seluruh Konstelasi Draco perlahan berubah warna. Lautan bintang yang sebelumnya berkilau biru kini diselimuti cahaya merah yang membentang sejauh mata memandang. Nebula. Asteroid. Debu kosmik. Bahkan cahaya bintang. Semuanya berubah menjadi merah. Seolah seluruh konstelasi telah tenggelam dalam lautan darah.

Pusat dari semua perubahan itu... Adalah Storm. Aura Ashura memancar dari tubuh Skycrimson tanpa henti. Enam lengan armornya terbuka lebar, menyalurkan energi merah yang tak berujung.

---

Di dalam kokpit Ginga Stars —

Seluruh sensor mengalami gangguan. "Kesalahan pembacaan. Kesalahan koordinat. Medan ruang berubah." Proxi segera menjalankan analisis baru. "Hasil terkonfirmasi. Fenomena ini bukan perubahan pada Konstelasi Draco."

Arabels menoleh cepat. "Apa maksudnya?"

Proxi menjawab. "Storm telah menciptakan sebuah dimensi buatan. Dimensi itu menutupi seluruh area pertempuran."

Mata Arabels membelalak. "Dimensi...?"

"Benar. Secara visual, target akan mengira lingkungan di sekitarnya berubah. Padahal mereka telah dipindahkan ke ruang yang sepenuhnya berada di bawah kendali Storm."

---

Di tengah lautan merah itu —

Zyron perlahan menurunkan pandangannya. Ia melihat sekeliling. Konstelasi Draco yang dikenalnya telah lenyap. Yang tersisa hanyalah dunia merah tanpa batas. "...Apa ini semacam Domain." Ia tersenyum tipis. "Jadi ini tujuanmu."

Storm akhirnya berbicara. "Selamat datang... Di Dimensi Ashura." Suara itu bergema dari segala arah. Sulit menentukan dari mana asalnya.

Zyron memejamkan mata sejenak. Lalu... Ia membuka kembali matanya. Senyumnya perlahan menghilang. "Aku mengerti sekarang. Sejak awal kau memang berniat menyeretku ke tempat ini."

Storm tidak menyangkalnya. "Itulah satu-satunya cara untuk menghadapi kekuatanmu."

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan... Lautan energi merah mulai berputar. Aliran cahaya mengelilingi tubuh Storm, membentuk pusaran raksasa yang memenuhi dimensi tersebut. Energi Ashura terus mengalir ke dalam tubuh Skycrimson. Sebaliknya... Aura naga milik Zyron perlahan bergetar. Ia dapat merasakan sesuatu yang aneh.

"Energiku... Sedang berkurang?" Butiran cahaya ungu perlahan terlepas dari tubuhnya. Sedikit demi sedikit. Energi itu terserap oleh dimensi merah yang mengelilinginya.

Storm mengangkat Pedang Ashura. "Di dalam dimensi ini... Kekuatanku akan terus meningkat. Sementara kekuatanmu... Akan terus diserap oleh Dimensi Ashura."

Tatapan Zyron berubah serius. Ia menyadari bahwa lawannya bukan hanya mengandalkan kekuatan dan senjata. Storm telah mengubah medan perang menjadi senjatanya sendiri.

More Chapters