Ficool

Chapter 746 - Utusan dari Andromeda

Di antara lautan bintang yang membentang tanpa akhir. Sebuah cahaya biru kehijauan melesat menembus ruang angkasa. Kecepatannya begitu tinggi hingga meninggalkan jejak energi panjang di belakangnya.

Di dalam cahaya itu. Xyros Sealactive terus bergerak menuju tujuannya. Armor air kosmik yang membungkus tubuhnya berkilauan diterpa cahaya berbagai bintang yang ia lewati. Tombak samudra kosmik miliknya berada di punggungnya. Sementara perisai energi berbentuk meteor mengelilinginya sebagai pelindung alami. Perjalanannya menuju Urco Tastarius berlangsung tenang.

Di tengah perjalanan. Xyros tiba-tiba menghentikan lajunya sesaat. Ia menoleh ke arah wilayah yang sangat jauh. Ke arah sebuah konstelasi yang bahkan hanya tampak seperti titik cahaya dari tempatnya berada. Konstelasi Draco.

Mata Xyros sedikit menyipit. Ia bisa merasakan sesuatu. Gelombang energi yang tidak biasa. Benturan kekuatan yang sesekali menyebar hingga ke ruang antarbintang. "Pertarungan besar..." gumamnya pelan. Meski jaraknya sangat jauh. Instingnya sebagai pejuang berpengalaman mampu menangkap tanda-tanda itu.

Tapi hanya sesaat. Xyros kembali memalingkan wajahnya. Ia tidak berniat ikut campur. Bukan urusannya. Bukan pula tugasnya. Tujuan kedatangannya ke galaksi ini sudah jelas sejak awal. Menemui Oreons. Dan menyampaikan pesan.

---

Xyros kembali melesat menembus ruang. Sambil mengingat kembali tempat asalnya. Galaksi Andromeda. Atau yang dikenal banyak peradaban sebagai M31. Sebuah galaksi raksasa yang berada tak jauh dari Bima Sakti. Rumah bagi banyak ras kuno. Termasuk ras Air Kosmik tempat ia berasal.

Di sana. Perang dan konflik tetap ada. Tetapi tidak seperti keadaan galaksi yang kini sedang ia lewati. Di Bima Sakti. Segalanya terasa jauh lebih kacau. Oreons. Tyrannons. Kekaisaran. Pemberontakan. Penaklukan konstelasi. Semua saling bertabrakan. Menciptakan ketegangan yang bisa meledak kapan saja.

Xyros tersenyum tipis. "Menarik," katanya pada dirinya sendiri. "Satu ayah dan satu putra. Memiliki tujuan yang sama-sama besar. Tapi memilih jalan yang berbeda."

Menurutnya. Jika Tyrannons dan Oreons memiliki pemikiran yang sama. Mungkin galaksi ini sudah berada di bawah satu panji yang kuat. Namun kenyataannya tidak demikian. Perbedaan pandangan mereka justru memecah banyak wilayah. Membuat galaksi semakin tidak stabil. Dan konflik terus bermunculan.

Meski begitu. Xyros tidak tertarik memihak siapa pun. Ia hanyalah seorang utusan. Bukan hakim. Bukan pula penyelamat.

---

Ketika pikirannya kembali mengingat Draco. Ekspresinya berubah. Bukan karena naga-naga di sana. Bukan pula karena Ladon yang legendaris. Melainkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang ia rasakan samar dari kejauhan. Sebuah energi yang sangat unik. Energi milik Mecha raksasa. Ginga Stars.

Xyros mengingat sensasi yang ia rasakan. Bahkan dari jarak sejauh itu. Energinya masih terasa. Dan yang membuatnya waspada bukanlah kekuatan mentahnya. Melainkan sifat energi tersebut. "Bukan hanya energi bintang..." gumamnya. Ia pernah mendengar berbagai teknologi luar biasa. Tapi kemampuan menyerap energi Antares saja sudah cukup mengerikan. Yang lebih mengganggunya adalah firasatnya. Seolah Mecha itu memiliki potensi melakukan sesuatu yang jauh melampaui logika normal. Bahkan melampaui teknologi yang pernah ia lihat di Andromeda.

Xyros menyilangkan kedua tangannya. Matanya menatap kehampaan ruang di depannya. "Entah siapa yang membuat Mecha itu... Tapi aku tidak menyukainya."

Ia tidak mengatakan bahwa Ginga Stars jahat. Tidak pula mengatakan bahwa Mecha itu musuh. Sebagai seorang pejuang yang telah menjelajahi banyak galaksi. Ia belajar satu hal. Hal-hal yang mampu melampaui batas kewajaran biasanya akan menarik masalah yang jauh lebih besar. Dan Ginga Stars jelas termasuk salah satunya.

Meski begitu. Xyros menggeleng pelan. "Itu bukan urusanku sekarang." Tujuan utamanya tetap sama. Urco Tastarius. Dan pesan yang harus ia sampaikan kepada Oreons. Menurut para tetua di Andromeda. Pesan itu jauh lebih penting daripada konflik-konflik yang sedang terjadi di galaksi ini.

Dengan kecepatan yang kembali meningkat. Tubuh Xyros berubah menjadi cahaya biru terang. Lalu melesat menembus lautan bintang.

More Chapters