Malam perlahan menyelimuti Konstelasi Ursa Major. Cahaya bintang-bintang berkilauan di langit kosmik yang luas.
Di dalam salah satu kamar megah Istana Ursa Major. Arcas berdiri di dekat jendela besar. Tatapannya masih mengarah ke luar. Ke arah tempat Tyrannons dan sosok misterius berarmor air kosmik tadi berbincang. Meski Xyros telah lama pergi. Arcas masih memikirkan pria itu.
"Kekuatan itu..." gumamnya pelan. "Aku seperti pernah membacanya."
Ia mencoba mengingat kembali berbagai buku dan catatan kuno yang pernah dipelajarinya selama bertahun-tahun. Sebagai pemimpin Ursa Minor, Arcas tidak hanya berlatih bertarung. Ia juga mempelajari sejarah, legenda, dan berbagai ras yang tersebar di alam semesta. Dan entah mengapa. Aura yang dipancarkan Xyros terasa sangat familiar.
Tiba-tiba sebuah nama muncul di benaknya. Ras Air Kosmik. Salah satu ras legendaris yang hanya muncul dalam kisah-kisah kuno. Konon. Mereka adalah makhluk yang mampu mengendalikan samudra alam semesta. Bukan lautan biasa. Melainkan lautan energi kosmik yang mengalir di antara galaksi dan dimensi. Bahkan beberapa cerita menyebutkan bahwa para pejuang ras itu mampu menciptakan gelombang yang menelan bintang.
Arcas menggeleng pelan. "Itu hanya legenda..." gumamnya. "Belum tentu benar." Lagipula. Ia belum pernah melihat langsung ras tersebut. Semua yang diketahuinya hanya berasal dari buku-buku tua.
---
Saat Arcas masih tenggelam dalam pikirannya — Tiba-tiba. Dua tangan memeluknya dari samping. Arcas langsung terlonjak. "Hah?!" Ia menoleh dengan panik. Dan mendapati Callisto sudah berdiri di sampingnya. Ratu Ursa Major itu menatapnya dengan senyum lembut.
"Belum tidur?" tanya Callisto.
Arcas langsung gugup. Ia sempat khawatir ibunya mendengar semua gumamannya tentang ras air kosmik tadi. "Ti-tidak! Maksudku... Aku hanya..."
Callisto mengusap rambutnya perlahan. Wajahnya menunjukkan ekspresi bingung. "Kenapa gugup sekali?"
Arcas berkedip. Lalu sadar. Sepertinya Callisto memang tidak mendengar apa pun. Ia akhirnya menghela napas lega dalam hati.
Callisto lalu menarik tangannya. "Ayo tidur. Hari sudah larut. Kamu butuh istirahat."
Arcas ingin membantah. Namun melihat tatapan lembut ibunya. Ia akhirnya menyerah. "Baik."
---
Beberapa saat kemudian. Kamar kembali tenang. Arcas sudah berbaring di atas kasur. Sementara Callisto berada di sampingnya. Lampu-lampu kristal perlahan diredupkan. Menciptakan suasana yang damai.
Tak lama kemudian. Napas Callisto mulai terdengar teratur. Ia sudah tertidur.
Arcas memiringkan tubuhnya. Sesekali melirik ke arah sang ibu. Lalu kembali menatap langit malam melalui jendela kamar. Pikirannya belum bisa tenang. Bayangan perang masih terus muncul di benaknya. Hydra. Thraxor. Para Zodiac. Dan terutama — Rangers. Jenderal terkuat kekaisaran.
Arcas menggenggam tangannya erat di bawah selimut. Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana perang di Ursa Major berakhir. Bukan karena mereka menang. Melainkan karena mereka dipaksa berhenti oleh kekuatan yang jauh melampaui mereka. Perasaan itu masih mengganggunya. Ia membenci kenyataan bahwa dirinya tidak cukup kuat.
Jika suatu hari perang kembali terjadi. Ia tidak ingin hanya menjadi penonton. Tidak ingin hanya melihat kampung halamannya kembali menjadi medan tempur.
Tatapannya berubah tegas. "Aku harus menjadi lebih kuat," gumamnya pelan. Suara itu hampir tak terdengar. Tekad di dalamnya begitu kuat. "Aku akan berlatih. Aku akan melampaui diriku yang sekarang."
Ia menatap ke arah bintang-bintang. Membayangkan sosok para jenderal kekaisaran yang hampir tak terkalahkan. Arcas tahu jalannya masih sangat panjang. Mungkin bertahun-tahun. Mungkin lebih. Tapi ia tidak peduli. Setidaknya suatu hari nanti. Ia ingin cukup kuat untuk berdiri di hadapan mereka. Bukan sebagai seseorang yang harus dilindungi. Melainkan sebagai petarung yang mampu melindungi orang lain.
Dengan tekad itu. Perlahan kedua matanya mulai terasa berat. Dan di bawah cahaya bintang Ursa Major. Arcas akhirnya terlelap.
Sementara jauh di luar sana. Galaksi terus bergerak menuju masa depan yang belum diketahui. Membawa berbagai ancaman. Rahasia. Dan perang besar yang mungkin akan segera datang.
