Ficool

Chapter 729 - Guncangan dari Draco

Angkasa yang luas membentang tanpa batas. Ginga Stars melaju dengan kecepatan tinggi menuju Konstelasi Ursa Major. Di belakangnya, armada Orion masih mengikuti dari kejauhan sesuai perintah Astralon. Perjalanan berlangsung cukup tenang.

Setidaknya hingga saat itu.

Tiba-tiba —

*VRRRRMMMMM!! *

Seluruh badan Ginga Stars bergetar. Lampu-lampu indikator di berbagai panel berkedip sesaat. Arabels yang sedang duduk membaca langsung kehilangan keseimbangan. Storm refleks memegang sandaran kursi.

"Apa itu?" tanya Arabels.

Di ruang pilot. Proxi segera memeriksa seluruh data yang masuk. Jari-jari mekanisnya bergerak cepat di atas panel hologram. Beberapa detik kemudian. Suara robot itu terdengar.

"Terdeteksi gelombang energi dalam jumlah besar."

Storm dan Arabels segera menuju ruang pilot. Saat mereka tiba, layar utama telah menampilkan peta wilayah sekitar. Beberapa sektor galaksi terlihat normal. Namun ada satu titik yang bersinar terang.

Proxi memperbesar tampilan tersebut. "Itu berasal dari wilayah yang tidak jauh dari jalur kita menuju Ursa Major."

Storm menyipitkan mata. "Konstelasi apa itu?"

Proxi menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari data. "Draco."

Ruangan mendadak hening. Arabels berkedip beberapa kali. "Draco?" Nama itu terdengar asing.

Proxi mengangguk. "Konstelasi Draco. Salah satu wilayah paling berbahaya yang tercatat dalam data galaksi." Ia menampilkan sejumlah informasi di layar. Gambar naga raksasa muncul. Tubuhnya membentang seperti pegunungan kosmik. Puluhan kepala terlihat di berbagai arah.

"Ladon," ucap Proxi. "Penjaga Konstelasi Draco. Menurut banyak legenda, ia adalah naga yang melayani Dewi Hera. Sebagian besar kapal dagang menghindari wilayah itu. Bahkan armada kekaisaran jarang melewati perbatasannya."

Arabels langsung mendekati layar. Matanya berbinar penuh rasa penasaran. "Jadi naga itu benar-benar ada?"

Proxi mengangguk. "Probabilitas keberadaannya mencapai sembilan puluh sembilan persen."

Arabels tampak semakin bersemangat. Di Bumi. Ia pernah membaca banyak kisah tentang naga. Tentang makhluk legendaris yang menjaga harta karun atau kerajaan kuno. Tetapi di galaksi ini — legenda sering kali benar-benar nyata. Dan itu jauh lebih mengerikan daripada cerita apa pun yang pernah ia baca.

---

Sementara itu. Storm hanya memperhatikan gambar Ladon dengan tenang. Senyum kecil mulai muncul di wajahnya. "Kelihatannya naga itu cukup kuat." Storm kembali melihat ke arah peta Draco. Gelombang energi itu masih terasa. Bahkan semakin jelas. "Kalau Ladon benar-benar sekuat itu — aku ingin tahu seberapa kuat sebenarnya."

Arabels menatapnya. Lalu tersenyum. "Aku juga penasaran."

Proxi langsung memutar kursinya. "Kalian berdua tidak belajar apa pun setelah Antares?"

Storm dan Arabels saling berpandangan. Lalu menjawab bersamaan. "Tidak."

Proxi memejamkan mata beberapa detik. Kadang-kadang ia benar-benar merasa menjadi satu-satunya anggota tim yang masih memiliki akal sehat meski ia hanya robot.

Di layar utama. Gelombang energi dari Draco kembali meningkat.

*VRRRRMMMMM!! *

Seluruh Ginga Stars kembali bergetar. Kali ini lebih kuat dari sebelumnya. Armada Orion yang berada jauh di belakang mulai mengirimkan sinyal peringatan.

Storm menatap sumber energi itu dengan serius. Entah apa yang sedang terjadi di Draco. Tapi satu hal jelas. Seseorang yang sangat kuat sedang bergerak di sana.

More Chapters