Ficool

Chapter 718 - Pilar yang Terbangun

Di dekat Antares. Seluruh ruang angkasa masih diliputi keheningan setelah kemunculan Dragenes Cosmisor. Sang Pembawa Berita Semesta melayang melintasi lautan galaksi yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan para Zodiac masih terdiam mendengar pesan yang baru saja akan disampaikan.

Namun — sesuatu yang tidak diduga siapa pun terjadi.

Storm yang melayang di depan Ginga Stars tiba-tiba memegangi kepalanya.

"Ugh...?"

Tubuhnya bergetar. Napasnya menjadi tidak teratur.

Pisces langsung menyadarinya. "Ada yang salah," gumamnya.

Cancer dan Scorpios juga menoleh. Aura Storm mulai berubah. Bukan membesar. Melainkan menjadi asing. Sangat asing. Seolah keberadaan lain sedang mencoba muncul dari dalam dirinya.

Storm mengepalkan tangannya. "Jangan..." gumamnya pelan. "Jangan sekarang..."

Suara itu semakin kuat. Suara yang selama ini hanya ada jauh di dalam alam bawah sadarnya. Dan akhirnya — kesadarannya runtuh.

Tubuh Storm terdiam. Matanya tertutup. Lalu perlahan terbuka kembali. Namun mata itu bukan milik Storm. Cahaya yang memancar dari kedua matanya berubah. Tatapannya berbeda. Tenang. Terlalu tua. Dan terlalu mengerikan.

Seketika. Satu galaksi penuh merasakan tekanan yang tidak dapat dijelaskan. Bukan energi. Bukan aura. Melainkan keberadaan. Keberadaan yang membuat naluri setiap makhluk berteriak untuk tunduk. Bintang-bintang seolah meredup untuk sesaat.

Pisces langsung membeku. Cancer tidak mampu bergerak. Scorpios merasakan seluruh tubuhnya menegang.

Dan Dragenes — makhluk yang ukurannya melampaui galaksi — langsung menundukkan kepalanya. Lalu bersujud.

---

Seketika. Semua orang yang melihatnya membelalak. Mereka baru saja menyaksikan sesuatu yang mustahil. Dragenes Cosmisor. Makhluk yang dianggap salah satu entitas tertua semesta. Justru memberi penghormatan terlebih dahulu.

Sosok yang berdiri menggunakan tubuh Storm perlahan memandang sekeliling. Rambutnya bergerak pelan diterpa energi kosmik. Lalu ia berbicara.

"Sudah berapa lama." Suaranya tenang. Namun bergema jauh melampaui ruang di sekitar Antares.

Dragenes tetap menunduk. "Salam hormat..." ucapnya. "...Velora Zynira."

Nama itu membuat ruang angkasa kembali hening. Tak seorang pun mengenalnya. Namun naluri mereka mengatakan satu hal. Makhluk ini jauh melampaui mereka semua.

---

Velora menatap Dragenes. Ekspresinya datar. "Bukankah kau sedang membawa pesan?" tanyanya.

Dragenes mengangguk pelan.

Sementara itu. Tatapan Velora perlahan bergeser. Menuju Scorpios. Hanya satu lirikan. Satu tatapan sederhana. Tubuh Scorpios langsung bergerak sendiri. Lututnya menyentuh ruang hampa. Kepalanya tertunduk. Bahkan ia tidak berani mengangkat pandangan.

Pisces dan Cancer ikut menegang. Mereka bisa merasakan sesuatu. Velora bahkan tidak mencoba menekan mereka. Keberadaannya saja sudah membuat para Zodiac tidak mampu melawan insting mereka.

Velora kembali memandang Dragenes. "Lanjutkan," katanya.

Dragenes mengangkat kepalanya sedikit. Lalu suaranya menggema ke berbagai penjuru galaksi.

"Seluruh galaksi harus bersatu. Karena bencana besar akan datang." Suasana menjadi semakin sunyi. "Bencana itu akan mengubah tatanan semesta."

Pisces menggenggam tangannya. Cancer membelalak.

Velora mulai memperhatikan dengan lebih serius.

Dragenes melanjutkan. "Aku tidak mengetahui identitas pasti entitas tersebut. Tetapi satu hal sudah pasti. Keberadaannya sangat kuat. Begitu kuat hingga beberapa entitas tertinggi semesta mulai mempersiapkan diri untuk menghadapinya."

Kata-kata itu membuat banyak makhluk yang mendengar pesan tersebut merasakan ketakutan. Jika bahkan entitas tertinggi harus bersiap — maka ancaman itu jelas bukan sesuatu yang biasa.

Velora terdiam beberapa saat. Tatapannya tidak berubah. Namun matanya sedikit menyipit.

Dragenes lalu menundukkan kepalanya kembali. "Itulah pesanku. Aku hanya menyampaikan peringatan."

Velora mengangguk tipis.

Dragenes kemudian berkata dengan nada hati-hati. "Dan... maaf karena telah membangunkanmu." Nada suaranya terdengar benar-benar berhati-hati. Karena ia mengetahui siapa Velora sebenarnya.

Velora Zynira. Salah satu Pilar Triesverse. Makhluk yang dalam banyak legenda kuno disebut sebagai dewa para monster kosmik. Bukan karena ia menguasai mereka. Melainkan karena begitu banyak makhluk purba yang memujanya.

Selama ini. Velora bersembunyi di dalam alam bawah sadar Storm. Bukan karena takut pada makhluk di galaksi. Melainkan karena menghindari Pilar-Pilar lain yang memburunya setelah ia meninggalkan tugasnya.

Dragenes tidak ingin terlibat dalam urusan para Pilar. Dirinya bahkan tidak cukup bodoh untuk mencari masalah dengan salah satu dari mereka.

Velora hanya menghela napas kecil. "Lupakan saja," katanya.

Dragenes segera mengangguk. Lalu tubuh kosmiknya mulai bergerak menjauh. Galaksi-galaksi kembali berputar mengelilingi tubuh raksasanya. Dan perlahan. Sang Pembawa Berita Semesta menghilang ke kedalaman ruang yang tak terjangkau.

Keheningan kembali menyelimuti Antares.

---

Tepat saat itu — suara kesal terdengar di dalam kesadaran Velora.

"Hei!"

Velora memejamkan matanya sesaat. Karena ia langsung mengenali suara itu. Storm.

"Aku baru kehilangan kesadaran lima menit!" geram Storm dari alam bawah sadarnya. "Dan kau langsung mengambil alih tubuhku?!"

Velora memijat pelipisnya. "Kalau aku tidak keluar, kita akan melewatkan informasi penting."

"Aku bahkan membuat tiga Zodiac bersujud!"

Storm terdiam sesaat. Lalu menjawab santai. "Baiklah. Lain kali kau harus bersembunyi saja."

More Chapters