Ficool

Chapter 709 - Nebula Gum 12

Nebula Gum 12. Salah satu tempat terindah di galaksi. Awan kosmik berwarna biru, ungu, dan emas membentang sejauh mata memandang. Debu bintang berkilauan seperti lautan cahaya. Sementara gugusan-gugusan energi membentuk pola yang terus berubah setiap detik. Banyak makhluk menganggap tempat ini sebagai salah satu keajaiban alam semesta.

Dan hari ini — dua Sacred Zodiac sedang menikmatinya. Taurus dan Virgo.

Berbeda dari biasanya. Taurus telah mengecilkan ukuran tubuhnya. "Ukuran kecil" menurut Taurus tetap jauh lebih besar daripada Virgo. Setidaknya kini mereka bisa berjalan bersama tanpa menghancurkan asteroid atau mengganggu aliran energi nebula.

Taurus menatap ke arah hamparan cahaya kosmik. Matanya yang biasanya tajam terlihat sedikit berbinar. "Indah," ucapnya singkat.

Virgo tersenyum. "Aku tahu kau pasti menyukainya."

Taurus mengangguk pelan. Nebula itu memang berbeda. Hanya keheningan dan keindahan. Sesuatu yang jarang ditemui di galaksi saat ini.

Virgo kemudian duduk di sebuah batu kosmik yang melayang. Lalu bersandar di bahu Taurus. Taurus tidak bergerak. Membiarkannya tetap nyaman.

Beberapa saat mereka hanya memandang nebula tanpa berkata apa-apa. Hingga akhirnya Virgo berbicara.

"Taurus."

"Hm?"

"Aku sebenarnya sedih."

Taurus menoleh. Virgo masih memandang lautan cahaya di depan mereka. "Aku tidak bisa menghentikan perang," katanya pelan. Senyumnya masih ada. Namun kali ini terlihat lebih lemah. "Ke mana pun aku pergi — selalu ada peperangan. Selalu ada yang terluka. Dan aku tidak bisa melakukan apa-apa."

Taurus terdiam. Ia memahami maksud Virgo. Lebih dari siapa pun. Selama ini Virgo selalu berusaha membantu orang lain. Berusaha menenangkan konflik. Berusaha menjaga kedamaian. Namun galaksi terlalu luas. Dan perang terlalu banyak.

Taurus menatap jauh ke depan. "Kau ingin seperti Libra," katanya.

Virgo berkedip. Kemudian tersenyum pahit. "Ketahuan ya?"

Taurus mengangguk.

Libra. Sang Zodiac Penjaga Keseimbangan. Pemilik Timbangan Kosmik yang konon mampu memengaruhi keseimbangan berbagai wilayah galaksi. Banyak Zodiac menghormatinya. Dan Virgo termasuk salah satunya.

Virgo menundukkan kepala. "Kadang aku berpikir — kalau saja aku seperti Libra. Mungkin aku bisa menghentikan semua ini."

Taurus langsung menggeleng. "Tidak juga."

Virgo menoleh.

Taurus melanjutkan. "Kau bukan Libra. Kau adalah Virgo." Jawabannya sederhana. Namun cukup membuat Virgo terdiam.

Taurus kembali menatap nebula. "Tugasmu bukan menjadi Libra. Tugasmu adalah menjadi dirimu sendiri."

Virgo perlahan tersenyum. Kalimat itu terdengar sangat khas Taurus. Sederhana. Lurus. Dan sulit dibantah.

Taurus lalu menambahkan. "Dan tugasmu adalah menemaniku."

Virgo tertawa kecil. "Itu juga benar." Ia mengangkat kepala. Menatap langit nebula yang berkilauan. Meski tidak bisa menghentikan semua perang. Meski tidak bisa mengubah seluruh galaksi. Virgo tidak merasa kecewa. Karena setidaknya. Ia masih bisa melakukan sesuatu. Masih bisa membantu. Masih bisa menemani. Dan selama Taurus ada di sisinya — ia merasa semuanya akan baik-baik saja.

"Kalau begitu," kata Virgo sambil tersenyum. "Aku akan menjadi keseimbanganku sendiri."

Taurus mengangguk. "Itu lebih baik."

---

Beberapa saat kemudian. Mereka kembali menikmati keheningan. Namun tiba-tiba. Kedua Zodiac itu menoleh bersamaan. Mata mereka mengarah ke tempat yang sangat jauh. Konstelasi Scorpio.

Sebuah gelombang energi samar melintasi ruang antarbintang.

Virgo mengernyit. "Taurus. Aku merasakannya."

Taurus mengangguk. "Ada masalah."

Energi itu cukup jelas bagi sesama Zodiac. Bahkan dari jarak sejauh ini. Mereka dapat merasakan adanya benturan kekuatan yang tidak biasa.

Virgo tampak sedikit khawatir. "Menurutmu Scorpios baik-baik saja?"

Taurus berpikir sejenak. Lalu menjawab. "Ya." Jawaban yang sangat yakin.

Virgo tersenyum. "Aku juga berpikir begitu."

Bagaimanapun juga. Scorpios adalah Sacred Zodiac. Bukan makhluk yang mudah dikalahkan. Dan sekarang. Cancer serta Pisces juga berada di sana. Jika ada masalah. Mereka pasti bisa mengatasinya bersama.

Karena itulah. Virgo dan Taurus tidak berniat pergi ke Scorpio. Mereka mempercayai rekan mereka.

Virgo segera berdiri. Semangatnya kembali seperti biasa. "Ayo," katanya. "Kita lihat bagian nebula yang lain."

Taurus mengangguk. Kemudian berdiri mengikuti gadis itu. Sebelum berjalan. Ia mengamati sekeliling nebula untuk sesaat. Tatapannya menjadi sedikit waspada. Meski tempat ini indah. Bukan berarti sepenuhnya aman. Leo sudah memperingatkan mereka. Dan Taurus sendiri merasakan beberapa keberadaan aneh yang sesekali muncul lalu menghilang di Gum 12. Mungkin hanya penghuni nebula. Mungkin juga sesuatu yang lain.

"Aku akan menjagamu," ucap Taurus.

Virgo tersenyum cerah. "Aku juga menginginkannya."

Kemudian keduanya melanjutkan perjalanan. Menyusuri lautan cahaya Nebula Gum 12.

More Chapters