Di pusat galaksi. Dekat Sagittarius A*. Berdiri planet megah yang menjadi simbol kekuasaan galaksi selama berabad-abad. Urco Tastarius. Jantung Kekaisaran Galaksi. Tempat di mana berbagai keputusan besar yang memengaruhi miliaran kehidupan ditentukan.
Di dalam aula istana utama. Suasana jauh lebih tenang dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Laporan demi laporan terus berdatangan. Peta galaksi holografik melayang di tengah ruangan. Menampilkan berbagai wilayah penting.
Dan di ujung aula — Oreons Galactive duduk di singgasananya. Sang Kaisar tampak santai seperti biasa. Seolah perang besar yang baru saja mengguncang beberapa konstelasi bukanlah sesuatu yang perlu membuatnya khawatir.
Di pangkuannya. Duduk seorang gadis berambut perak dengan wajah yang sedikit memerah. Yllarxa. Pelayan pribadi yang selalu berada di sisi Oreons.
Yllarxa menundukkan kepala. Berusaha menghindari tatapan para petinggi galaksi yang hadir dalam rapat. Wajahnya semakin merah dari waktu ke waktu.
"Yang Mulia..." bisiknya pelan. "Kita sedang rapat..."
Oreons hanya melirik sekilas. Lalu kembali melihat peta galaksi. "Memangnya kenapa?" jawabnya santai.
Yllarxa langsung kehilangan kata-kata.
Beberapa petinggi yang hadir memilih pura-pura tidak melihat. Mereka sudah terlalu terbiasa dengan pemandangan tersebut. Bagi Oreons — Yllarxa bukan sekadar pelayan. Semua orang di istana mengetahui hal itu. Meski tidak ada yang cukup berani untuk membahasnya secara langsung.
---
Sementara itu. Di sisi lain aula —
Leo menghela napas pelan. Ia sudah tidak terkejut lagi melihat tingkah Oreons. "Fokuslah pada rapat," gumam pemimpin Sacred Zodiac itu.
Oreons hanya tertawa kecil.
Sebelum percakapan berlanjut. Pintu aula mendadak terbuka. Seorang prajurit kekaisaran masuk dengan langkah cepat. Kemudian berlutut.
"Yang Mulia!"
Seluruh perhatian langsung tertuju padanya.
Oreons mengangkat sebelah alis. "Ada laporan baru?"
Prajurit itu mengangguk. "Ya, Yang Mulia." Ia menarik napas panjang. Lalu menyampaikan informasi yang baru diterima dari jaringan komunikasi galaksi. "Pertempuran besar di Ursa Major telah resmi berakhir."
Beberapa petinggi langsung terlihat lega.
Prajurit itu melanjutkan. "Konflik di Aquila juga telah dihentikan. Golden Mech Z-1501 berhasil menjalankan perintah Jenderal Rangers."
Kini suasana aula menjadi jauh lebih ringan. Banyak wilayah yang sebelumnya berada dalam status darurat akhirnya kembali stabil.
Leo terlihat sedikit lega. Setidaknya untuk saat ini — dua konflik terbesar berhasil dihentikan.
---
Namun prajurit itu belum selesai. Ekspresinya perlahan berubah serius. "Meski demikian —"
Seluruh aula kembali hening.
"— masih ada satu wilayah yang belum dapat dipastikan kondisinya."
Peta galaksi berubah. Menampilkan sebuah konstelasi yang berada cukup jauh dari pusat kekaisaran. Scorpio.
Ruangan mendadak sunyi. Nama itu memang sudah muncul dalam berbagai laporan selama beberapa waktu terakhir. Berbeda dengan Ursa Major dan Aquila. Informasi mengenai Scorpio sangat sedikit.
Prajurit itu kembali berbicara. "Seluruh pengamat jarak jauh kehilangan kontak beberapa kali. Sensor tidak dapat membaca kondisi sebenarnya di wilayah tersebut. Dan sebagian besar laporan yang masuk saling bertentangan."
Beberapa petinggi saling berpandangan. "Itu tidak masuk akal," ucap salah satu dari mereka.
Prajurit itu mengangguk. "Itulah masalahnya."
Peta Scorpio diperbesar. Sebagian wilayahnya tetap dipenuhi gangguan data. Seolah ada sesuatu yang menghalangi pengamatan.
"Siapa yang bertarung di sana?" tanya seorang petinggi.
Prajurit itu terdiam sesaat. Lalu menjawab. "Kami tidak tahu."
Kalimat itu membuat suasana kembali tegang. Tidak ada nama yang pasti. Tidak ada identitas yang jelas. Tidak ada laporan yang dapat dipercaya sepenuhnya. Yang mereka ketahui hanya satu hal. Ada pertarungan besar di Scorpio. Dan entah bagaimana — tidak seorang pun mampu memastikan siapa yang terlibat di dalamnya.
Bahkan beberapa armada pengintai yang mencoba mendekat terpaksa mundur akibat gangguan energi yang tidak diketahui asalnya.
---
Leo menyilangkan tangan. Ekspresinya berubah serius. "Itu aneh," gumamnya. Sebagai pemimpin Sacred Zodiac. Ia mengenal sebagian besar kekuatan besar yang ada di galaksi. Namun kali ini — bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi di Scorpio.
Oreons memandang peta tersebut dalam diam. Senyum santainya sedikit menghilang.
Yllarxa yang masih berada di dekatnya ikut menatap peta holografik. Area Scorpio tampak seperti bayangan gelap di tengah lautan bintang. Sulit dipahami. Sulit diamati. Dan menyimpan terlalu banyak misteri.
---
Di seluruh aula. Tak seorang pun mengetahui bahwa saat mereka membicarakan Scorpio — sesuatu di konstelasi tersebut masih terus bergerak.
Sesuatu yang bahkan belum diketahui oleh Kekaisaran.
