Ficool

Chapter 692 - Perwira Pasukan Emas

Aquila masih dipenuhi ketegangan. Ribuan proyektil energi milik Asgard memenuhi ruang angkasa. Masing-masing mengandung kekuatan yang cukup untuk menghancurkan kapal perang dalam satu serangan.

Di hadapannya. Kaidles berdiri dengan napas berat. Tubuhnya dipenuhi luka. Armor tempurnya mengalami banyak kerusakan. Namun ia tetap mengangkat senjatanya. Meski jauh di dalam hatinya — ia tahu situasinya tidak menguntungkan.

Asgard perlahan mengangkat tangan. Ribuan proyektil di belakangnya mulai bergerak. Siap dilepaskan kapan saja.

---

Sebelum apa pun terjadi — sesuatu menembus ruang angkasa.

*WHOOOOOOOM!! *

Cahaya emas melesat melintasi medan perang. Begitu cepat hingga hampir tidak terlihat. Sensor kapal perang langsung berteriak. Alarm berbunyi di berbagai armada.

"Ada objek mendekat!" "Kecepatan tidak terbaca!" "Apa itu?!"

Asgard mengalihkan pandangannya.

*BOOOOOOOOOOM!!! *

Sebuah tinju emas menghantam tubuh Asgard secara langsung. Ledakan dahsyat mengguncang seluruh area. Gelombang kejut menyapu armada di sekitarnya. Tubuh Asgard terpental. Meluncur menembus ruang angkasa. Lalu —

*KRAAAAAASH!! *

Ia menghantam sisi sebuah kapal perang raksasa. Benturan itu membuat kapal tersebut miring drastis. Lampu darurat menyala. Ratusan awak kapal panik menjaga keseimbangan.

"APA YANG TERJADI?!" teriak salah satu operator.

Debu energi memenuhi ruang angkasa. Semua mata tertuju ke pusat ledakan.

Lalu perlahan — sosok emas itu muncul.

Tubuh logam berlapis baja. Mata biru terang. Lambang kekaisaran di dadanya. Dan aura dingin yang berbeda dari prajurit biasa. Golden Mech Z-1501.

Kedatangannya membuat banyak orang terdiam.

---

Di sisi lain —

Kaidles langsung menegang. Matanya membelalak. "Itu..." Ia mengenali robot tersebut. Tentu saja ia mengenalinya. Seluruh petinggi kekaisaran mengenalnya.

Z-1501 bukan robot perang biasa. Ia adalah perwira utama Pasukan Emas. Pasukan elit yang berada langsung di bawah komando Rangers. Dan berbeda dengan kebanyakan mesin tempur. Z-1501 memiliki kesadaran sendiri. Memiliki kemampuan berpikir. Dan memiliki otoritas yang hampir setara dengan seorang komandan militer tingkat tinggi.

Kaidles langsung memahami sesuatu. "Jadi begitu..." gumamnya. Ia tahu alasan kedatangan robot itu. Bukan untuk membantunya menang. Bukan untuk mengalahkan Asgard demi dirinya. Melainkan untuk menghentikan pertarungan.

Jika pertempuran ini berlanjut — Kaidles tidak akan mampu bertahan lebih lama. Ia cukup jujur untuk mengakui kenyataan itu. Asgard terlalu sulit dikalahkan. Setiap serangan langsung dibalas. Setiap pendekatan berubah menjadi hujan proyektil mematikan. Dan semakin lama pertarungan berlangsung — semakin besar keuntungan berada di pihak Asgard.

---

Di kejauhan —

Tubuh Asgard perlahan bangkit dari puing-puing kapal yang rusak. Matanya menatap ke arah Z-1501.

Sementara itu. Z-1501 berdiri tegak. Mata mekanisnya memindai seluruh area.

"Analisis selesai. Risiko kerusakan wilayah meningkat. Kemungkinan korban tambahan: tinggi." Suara robot itu bergema di ruang angkasa. Dingin. Tegas. Dan tanpa emosi.

"Perintah dari Jenderal Rangers Orithrosvar. Pertempuran ini dihentikan."

Seluruh medan perang terdiam. Armada Aquila saling berpandangan.

Z-1501 melanjutkan. "Misi utama saya bukan menghancurkan Aquila. Misi saya adalah mencegah eskalasi konflik."

Kaidles menurunkan senjatanya perlahan. Ia sudah menduga jawaban itu. Hanya Rangers yang memiliki kewenangan untuk mengirim perwira Pasukan Emas secara langsung. Jika Rangers sudah turun tangan — maka keputusan tersebut mewakili kehendak pusat galaksi.

---

Asgard menatap Z-1501 beberapa saat. Lalu memandang kapal-kapal Aquila yang rusak. Kemudian memandang wilayahnya sendiri. Konstelasi yang telah ia jaga selama lebih dari sepuluh ribu tahun.

Hening cukup lama.

Akhirnya Asgard menurunkan tangannya. Lingkaran-lingkaran sihir di belakangnya mulai menghilang satu per satu. Ribuan proyektil energi lenyap dari ruang angkasa.

Melihat itu. Banyak awak kapal langsung menghela napas lega. Pertempuran akhirnya berhenti.

Jauh di dalam benak Kaidles. Satu pikiran terus muncul. Jika Z-1501 tidak datang — maka mungkin dirinya benar-benar akan kalah di tangan Penjaga Aquila.

More Chapters