Ruang rapat galaksi masih dipenuhi pembahasan serius. Berbagai pemimpin konstelasi terus mendiskusikan ancaman pemberontak dan keberadaan entitas asing dari Scorpio.
Di tengah rapat itu — Oreons mulai terlihat tidak fokus. Tatapannya sesekali mengarah ke pintu aula. Alisnya sedikit mengernyit. Seseorang yang biasanya selalu berada di dekatnya — masih belum kembali.
Yllarxa.
Lord Rylos yang duduk santai bahkan mulai menyadarinya. "…Pelayan kesayanganmu lama sekali."
Oreons tidak menjawab. Tangannya perlahan mengetuk sandaran singgasana. Suasana di sekitarnya mulai terasa sedikit berat. Karena hampir tidak pernah Yllarxa terlambat kembali setelah menerima perintah.
---
Beberapa detik kemudian — Oreons perlahan mulai berdiri dari singgasananya. Gerakannya langsung membuat aula sedikit sunyi. Para pemimpin konstelasi menoleh padanya.
Sebelum benar-benar berdiri — Oreons akhirnya berhenti. Ia kembali duduk perlahan. Tatapannya berubah dingin.
"…Rangers."
Di dekat pintu aula — Rangers langsung mengangkat kepala.
"Cari Yllarxa. Dia belum kembali."
Rangers sedikit menunduk hormat. "Dimengerti."
Tanpa banyak bicara — ia langsung berbalik meninggalkan ruang rapat.
---
*CLANKK… *
Langkah armor emasnya menggema di lorong istana. Tatapannya perlahan menjadi lebih serius. Instingnya mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
"…Aneh."
Istana kekaisaran memiliki penjagaan sangat ketat. Mustahil seseorang menghilang begitu saja tanpa alasan. Aura Rangers perlahan menyebar tipis ke sekitar lorong. Merasakan keadaan di dalam istana.
Dan semakin ia berjalan — semakin kuat firasat aneh itu muncul. "…Mungkin ada sesuatu yang janggal di istana ini."
---
Di saat yang sama — jauh di lorong sunyi lain — Xerga, Carrien, dan 9562 masih terus bergerak diam-diam.
