Ficool

Chapter 581 - Ketegangan di Dalam Nexus

Di dalam kapal antariksa Nexus — suasana terasa jauh lebih tenang dibanding konstelasi Scorpio. Namun ketegangan tetap terasa di seluruh ruangan. Lampu biru hologram menyala di berbagai sudut kapal. Mesin utama berdengung pelan saat Nexus melaju menembus ruang angkasa menuju Ursa Major.

Aryes sibuk berdiri di depan panel kendali utama. Tangannya bergerak cepat memeriksa jalur navigasi dan kestabilan energi kapal. "Kecepatan stabil… Mesin inti masih aman." Meski suaranya tenang — ekspresinya tetap serius.

Di sisi lain — Violys sedang menganalisis struktur kapal menggunakan layar hologram transparan. Berbagai data teknis terus muncul di sekelilingnya. "Ada sedikit gangguan gravitasi dari jalur hyperspace. Tapi masih dalam batas normal."

Tak jauh dari sana — Lira duduk sambil membuka buku kuno tebal berwarna gelap. Matanya membaca simbol-simbol aneh tentang peradaban kuno galaksi. Kadang layar hologram kecil muncul dari halaman buku tersebut. "…Jadi mereka benar-benar pernah ada…"

Suasana kapal terasa sibuk. Bahkan kru lain juga terus bekerja di posisi masing-masing. Meski damai — semua orang tahu situasi galaksi mulai bergerak ke arah yang buruk.

---

Namun berbeda dengan yang lain — Jester justru terlihat santai. Ia duduk di atas peti logam sambil memainkan kartu energi Arcana di tangannya. "Heh… suasana kapal ini terlalu serius." Ia tersenyum kecil seolah tidak peduli pada ketegangan sekitar.

Sementara itu — Napstylea berdiri dekat jendela besar kapal. Tatapannya mengarah jauh ke luar angkasa. Namun pikirannya bukan tentang Ursa Major. Melainkan seseorang di Scorpio. "Storm…"

Di sudut ruangan lain — Zero duduk diam sambil memperbaiki armor emas hitam miliknya. Retakan besar masih terlihat jelas di beberapa bagian armor. Bekas pertarungan melawan Gyroll dan para perompak luar angkasa. Suara logam dan percikan energi kecil terdengar pelan. "…Sial." Zero terlihat sedikit kesal melihat kerusakannya. Namun ia tetap memperbaikinya dengan tenang.

---

Sedangkan di bagian depan ruang komando — Rea berdiri memandang luar angkasa. Tatapannya serius. Bintang-bintang bergerak perlahan di depan jendela besar Nexus.

Rea terdiam cukup lama sebelum akhirnya berbicara pelan. "…Semoga Tyrannons dan Astralon segera menyusul."

Ia tahu — perjalanan menuju Ursa Major bukanlah hal kecil. Dan jika mereka ingin bergerak melawan kekaisaran — mereka membutuhkan lebih banyak sekutu.

Tatapan Rea perlahan berubah tajam. "Setelah ini — kita harus menentukan langkah berikutnya."

More Chapters