Di dekat pusat galaksi — kegelapan luar angkasa dipenuhi cahaya bintang yang berputar mengelilingi supermassive black hole Sagittarius A*. Pusaran gravitasi raksasa itu tampak seperti jurang tanpa akhir yang menelan cahaya.
Namun jauh dari area berbahaya tersebut — terdapat sebuah sistem bintang megah. Dan di sana — berdiri planet terbesar sekaligus pusat kekuasaan galaksi. Urco Tastarius. Planet utama Kekaisaran Galaksi. Kota-kotanya dipenuhi menara logam raksasa dan jalur cahaya yang membentang hingga atmosfer. Ribuan armada perang mengelilingi orbit planet itu seperti penjaga abadi kekaisaran.
---
Di pusat istana kekaisaran —
Seorang pria besar duduk di atas singgasana hitam keemasan. Oreons Galactive. Penguasa tertinggi Kekaisaran Galaksi. Tatapannya dingin dan berat. Aura kekuasaannya memenuhi seluruh ruangan.
Di hadapannya — berdiri seorang gadis pelayan berambut panjang perak. Yllarxa. Ia membungkuk hormat sebelum memberikan laporan.
"Yang Mulia. Tuan muda Tyrannons mulai bergerak menuju konstelasi Ursa Major."
Ruangan menjadi hening sesaat. Oreons perlahan membuka matanya. "…Ursa Major."
Yllarxa melanjutkan. "Selain itu — di konstelasi Scorpio juga terdeteksi adanya pergerakan aneh." Layar hologram muncul di tengah ruangan. Namun data yang terlihat hanya dipenuhi gangguan merah. "Area tersebut tidak dapat dipindai dengan jelas. Tetapi saya menyarankan agar wilayah Scorpio mulai diawasi."
Oreons menatap hologram itu dalam diam. Lalu — ia kembali memikirkan nama yang baru saja disebut. Tyrannons.
Tatapan Oreons perlahan berubah lebih gelap. Ia sangat mengenal putranya sendiri. "…Jadi akhirnya kau mulai bergerak."
Yllarxa tetap diam.
---
Oreons tahu — Tyrannons tidak mungkin bergerak tanpa alasan. Dan jika ia menuju Ursa Major — maka kemungkinan besar putranya sedang mulai menyusun pemberontakan terhadap kekaisaran. Mencari sekutu. Mengumpulkan kekuatan.
Namun meski begitu — Oreons tidak terlihat panik. Karena ia masih memiliki seseorang yang sangat dipercayainya. Salah satu jenderal utama kekaisaran. Jenderal Thraxor.
Layar hologram lain muncul. Menampilkan armada perang raksasa yang sedang bergerak menuju konstelasi Hydra.
"Thraxor sudah bergerak." Suara Oreons terdengar berat memenuhi ruangan. "Dia akan menangkap Tyrannons sebelum semuanya berkembang lebih jauh."
Yllarxa sedikit menundukkan kepala. "Apakah Yang Mulia yakin Tuan muda akan menyerah begitu saja?"
Oreons terdiam sesaat. Lalu — ia menatap pusaran galaksi di luar istana. "…Tidak. Karena dia adalah putraku."
Oreons tahu — jika Tyrannons benar-benar memutuskan memberontak — maka perang besar di galaksi mungkin sudah tidak bisa dihindari lagi.
