Ficool

Chapter 576 - Musuh Tanpa Wujud

Di konstelasi Scorpio — gelapnya luar angkasa dipenuhi kilatan cahaya.

*BOOOOMM!! *

Satu serangan besar kembali melesat melewati sisi Mecha Ginga Stars. Ledakannya menghancurkan asteroid raksasa di belakang mereka hingga pecah berkeping-keping.

Di dalam ruang kendali — Arabels mulai terlihat gugup. Tangannya sedikit gemetar saat menatap radar yang terus berbunyi nyaring. "…Dia datang lagi…"

Layar monitor dipenuhi gangguan statis merah. Namun tetap tidak menunjukkan keberadaan musuh. Arabels menggigit bibir pelan. "…Kenapa kita tidak bisa melihatnya…"

Sementara itu — Storm masih duduk tenang di kursi kemudi. Tatapannya lurus ke depan. Meski serangan terus berdatangan — ekspresinya tetap tidak berubah.

Arabels segera menoleh padanya. "Storm, kita harus bagaimana?!"

Storm akhirnya menjawab dengan nada santai. "…Tenang saja." Tangannya menarik kemudi perlahan. Ginga Stars kembali menghindari serangan berikutnya.

*WHOOOSSHH!! *

Cahaya merah menghantam kehampaan ruang angkasa di samping mereka.

"Untuk sekarang…" Storm berhenti sesaat. "…lebih baik menghindar."

Arabels sedikit terkejut. "…Kamu tidak mau melawannya?"

Storm tersenyum tipis. "…Aku belum tertarik bertarung di luar angkasa." Bukan karena takut. Namun karena musuh itu belum memperlihatkan dirinya. Storm tahu — melawan sesuatu yang belum dipahami — adalah tindakan bodoh.

---

Tiba-tiba — suara Proxi terdengar dari sistem utama. "Laporan." Robot itu menampilkan data radar yang kacau di layar hologram. "Kita akan kesulitan keluar dari Scorpio jika terus diserang seperti ini."

Arabels menoleh cepat. "…Kenapa?"

Proxi menunjuk monitor utama. "Karena tidak ada titik target." Layar hanya dipenuhi gangguan merah tanpa bentuk jelas. "Musuh menyerang dari jarak yang sangat jauh. Dan keberadaannya terus berpindah."

Storm menyipitkan matanya. "…Menyembunyikan jejak."

Proxi mengangguk. "Bahkan sistem sensor Ginga Stars gagal menguncinya."

Hening sesaat memenuhi ruang kendali. Namun — serangan lain kembali datang.

Storm langsung memiringkan Ginga Stars dengan tajam.

*WHOOOSSHH!! *

Ledakan cahaya melintas tepat di bawah mereka.

Arabels memegang kursinya erat. "…Kalau begini terus…"

Proxi melanjutkan dengan suara datar. "…kita bisa terkepung sebelum keluar dari Scorpio."

Suasana menjadi semakin tegang.

---

Storm menatap gelapnya luar angkasa. Matanya perlahan berubah serius.

"Jika terus begini…" Ia akhirnya berdiri perlahan dari kursinya.

Arabels membelalak. "…Storm?"

Storm menatap jauh ke depan. "…Kalau dia terus bersembunyi…" Aura samar mulai muncul dari tubuhnya. Tekanan energi memenuhi ruang kendali. "…mungkin aku harus memaksanya keluar."

More Chapters