Ficool

Chapter 575 - Sinyal dari Scorpio

Di dalam Nexus S-4473 — kapal raksasa itu terus melaju menuju konstelasi Ursa Major. Suasana mulai sedikit tenang setelah meninggalkan Hydra. Namun sebagian besar kru masih memikirkan pertarungan monster yang baru saja mereka lihat.

Di ruang kendali utama — Aryes, Violys, Lira, Rea, Napstylea, Jester, dan beberapa kru lainnya masih berdiskusi.

Tiba-tiba — sebuah suara mekanis terdengar. "Laporan diterima."

Semua menoleh. Di kursi pengemudi — sebuah robot humanoid berdiri tenang. Tubuhnya mirip Proxi 5R. Namun lebih sederhana. Roxis T-10. Robot pendukung Nexus. Berbeda dengan Proxi — kemampuan Roxis lebih terbatas. Ia tidak mampu melakukan analisis tingkat tinggi ataupun pemindaian kompleks. Namun ia tetap dapat mengendalikan sistem dasar kapal.

Aryes menatapnya. "…Ada apa?"

Roxis menampilkan sinyal hologram. "Sinyal dikirim oleh Proxi 5R."

Violys langsung menatap layar cepat. "Storm?"

Roxis mengangguk. "Mecha Ginga Stars saat ini berada di konstelasi Scorpio."

Violys menyilangkan tangan. "…Jadi mereka masih baik-baik saja."

Namun Roxis melanjutkan. "Terdeteksi adanya pertempuran."

Ruangan langsung hening.

Lira menyipitkan mata. "…Pertempuran?"

"Benar." Layar menunjukkan data energi yang kacau. "Proxi 5R melaporkan bahwa mereka sedang menghadapi entitas asing tak teridentifikasi."

Napstylea langsung berdiri sedikit. "…Asing?"

Roxis mengangguk. "Entitas tersebut sulit dipindai. Dan memiliki tingkat kecerdasan tinggi."

Aryes terlihat serius. "…Jadi bahkan Proxi kesulitan menganalisisnya."

---

Sementara itu — di sisi lain ruangan — Rea terdiam. Matanya sedikit menyipit. "…Jadi masih ada kru lain."

Violys menoleh. "…Ya."

Rea perlahan menatap data Ginga Stars. Entah kenapa — sejak tadi ia memang merasakan sesuatu aneh dari Nexus. Seolah ada keberadaan — yang sangat kuat. Namun anehnya — ia tidak bisa membaca kekuatan itu dengan jelas. Seperti kabut. Sulit ditebak.

Rea akhirnya berbicara pelan. "…Orang ini…"

Lira menatapnya. "…Apa?"

Rea sedikit menggeleng. "Sulit dijelaskan." Tatapannya tetap pada data Ginga Stars. "…Tapi ada seseorang di kapal itu — yang bahkan aku tidak bisa pahami."

Jester tertawa kecil sambil menyandarkan tubuhnya. "…Kedengarannya menyeramkan."

Namun Rea tidak bercanda. Naluri bangsawan galaksi miliknya mengatakan satu hal: Sosok itu — sangat berbahaya.

More Chapters