Di dalam Nexus S-4473 —
Suasana mulai berubah. Dari tegang — menjadi sibuk.
---
Aryes berdiri di ruang kontrol. Tatapannya serius. Namun tenang.
"Semua dengarkan." Suaranya terdengar ke seluruh bagian kapal. "Kita tidak tahu apa yang ada di luar sana."
Layar menampilkan peta Konstelasi Hydra. Data masih terbatas. Banyak titik kosong.
"Mulai sekarang —" Ia melanjutkan. "Setiap unit jalankan tugas masing-masing."
---
Beberapa kru langsung siaga. Aryes mulai membagi perintah.
"Tim pengamatan — kumpulkan data lingkungan planet ini. Pantau perubahan atmosfer dan pergerakan energi."
"Tim komunikasi — coba tangkap sinyal dari luar. Apa pun itu — jangan abaikan."
Ia berhenti sejenak. Matanya menatap peta Hydra.
"…Dan aku sendiri…" Nada suaranya lebih dalam. "…akan fokus pada satu hal."
Kemungkinan — keberadaan alien.
"Wilayah ini tidak kosong." Aryes berkata pelan. "…Dan kita sudah merasakannya."
---
Di ruangan lain —
Violys sudah mulai bekerja. Beberapa ilmuwan mengelilinginya. Layar penuh desain terbuka di udara. Armor. Senjata. Kendaraan.
"Perkuat struktur ini." Violys menunjuk salah satu desain. "Kalau kita menghadapi tekanan ekstrem… ini tidak cukup."
Ilmuwan mengangguk cepat. Mencatat.
Ia berpindah ke desain lain. "Kendaraan terbang ini — harus bisa bermanuver di atmosfer tidak stabil." Tangannya bergerak cepat. Mengubah struktur. Menyesuaikan ulang.
"Dan senjata —" Ia berhenti sebentar. Tatapannya tajam. "…buat yang bisa digunakan di berbagai kondisi. Jangan bergantung pada satu sistem saja."
Para ilmuwan mulai bekerja lebih cepat. Suasana penuh konsentrasi.
---
Di hangar —
Suara logam berdentang. Percikan cahaya muncul.
Zero berdiri di tengah ruangan. Dikelilingi teknisi. Berbagai bagian mesin melayang di sekitarnya.
"Ini terlalu lambat." Zero berkata datar.
Salah satu teknisi menoleh. "Kami mengikuti desain dari Violys —"
"Aku tahu." Zero memotong. "…Tapi kita bisa lebih cepat."
Ia mengambil salah satu komponen. Mengubahnya. Menyesuaikan ulang sistemnya.
"Gunakan ini." Ia melemparkan hasil modifikasinya. "Lebih efisien."
Teknisi terdiam sejenak. Lalu — langsung bekerja lagi. Lebih cepat. Lebih fokus.
---
Hangar mulai dipenuhi kerangka kendaraan. Armor setengah jadi. Senjata yang belum selesai.
Namun — semuanya bergerak menuju satu tujuan: persiapan.
