Ficool

Chapter 529 - Tanah yang Bernafas

Perlahan —

Nexus S-4473 menurunkan kecepatannya. Atmosfer yang tadi mengamuk kini — tenang. Awan terbuka. Langit terlihat luas.

"Proses pendaratan dimulai." Suara Proxi 5R terdengar stabil.

Mesin kapal bergetar halus. Menyentuh permukaan planet — Ulra T-34.

Debu dan angin berputar sesaat. Lalu — diam.

Pendaratan berhasil.

---

Pintu utama terbuka perlahan.

Cahaya luar masuk. Menampilkan pemandangan — yang tidak terduga.

Hamparan luas — tanah hijau. Rumput tumbuh lebat. Tanaman asing menjalar di berbagai tempat.

Seolah planet ini — hidup. Bukan tandus. Bukan berbahaya seperti yang terlihat dari luar. Namun — tenang.

---

Storm melangkah keluar terlebih dahulu. Tanpa armor. Tanpa pelindung. Hanya pakaian biasa.

Ia menghirup udara — pelan.

"…Mirip Bumi." Suaranya rendah.

---

Di belakangnya — Arabels ikut keluar. Sedikit ragu di awal. Namun saat merasakan udara — ia terdiam.

"…Oksigen stabil…" Ia tersenyum kecil.

---

Proxi 5R berjalan keluar. Matanya memindai lingkungan sekitar. "Analisis atmosfer: layak huni. Komposisi udara mendukung kehidupan manusia."

---

Arabels menatap sekeliling. Rumput bergoyang pelan. Angin terasa lembut.

"…Ini terasa aneh…"

Storm melirik. "Apa?"

Arabels menyipitkan mata. "…Planet sebesar ini — dengan badai sekuat itu…" Ia melihat ke langit. Yang kini damai. "…tapi permukaannya… setenang ini."

Storm tidak menjawab. Namun matanya mengamati. Lebih dalam.

---

Proxi kembali berbicara. "Data dari Nexus menunjukkan — beberapa planet di wilayah ini memiliki kondisi serupa."

Aryes yang masih di dalam kapal mendengar laporan itu. "Seperti Bumi?"

Proxi menjawab. "…Ya."

Arabels terlihat berpikir. "…Jadi bukan hanya satu."

---

Angin kembali berhembus. Membawa aroma asing. Namun tidak berbahaya.

Storm berjalan beberapa langkah ke depan. Menginjak tanah itu. Matanya menyapu sekitar. Tenang. Namun waspada.

"…Jangan terlalu percaya." Katanya pelan.

Arabels menoleh. "…Maksudmu?"

Storm menatap ke kejauhan. Ke arah horizon yang luas.

"…Tempat seperti ini — biasanya menyembunyikan sesuatu."

Suasana mendadak terasa berbeda. Masih tenang. Masih damai. Namun — tidak sepenuhnya aman.

More Chapters