Di dalam Domain Supercube
Ruang berbentuk kubus itu terus menekan.
Garis-garis cahaya bergerak perlahan.
Mengunci.
Membatasi.
Storm berdiri di tengahnya.
Napasnya masih berat.
Tubuhnya terasa semakin lambat.
Energinya ditekan dari segala arah.
Suara Rizen bergema.
"Semakin lama kau di sini…"
"Semakin tidak bisa bergerak."
Hening.
Beberapa detik berlalu.
Namun...
Storm tidak terlihat panik.
"Jadi begini caramu berduel."
Tangannya perlahan terangkat.
Meski terasa berat...
Ia tetap melakukannya.
Rizen memperhatikan dari luar.
"Apa lagi sekarang yang kau lakukan?"
Storm menutup matanya sejenak.
Seolah mengingat sesuatu.
Pertarungan lama.
Musuh lama.
Sebuah kekuatan...
Yang jarang ia gunakan.
"Sudah lama aku tidak memamerkannya."
Matanya terbuka kembali.
Lebih dalam.
Lebih gelap.
"Potential Black Hole."
Dalam sekejap, udara di dalam Domain berubah.
Tidak terlihat...
Namun terasa.
Satu titik kecil muncul di depan Storm.
Gelap.
Pekat.
Seperti menelan cahaya di sekitarnya.
Awalnya kecil, namun dalam sepersekian detik...
Ia membesar.
Garis-garis cahaya di Domain mulai bergetar.
Rizen menyipitkan matanya.
"A... Apa itu?"
Lalu...
Tarikan itu muncul.
WHOOOOOOOM!!!
Segala sesuatu di dalam Domain mulai terseret.
Ruang itu sendiri bergetar.
Retak.
Storm berdiri di dekat pusatnya.
Tidak terpengaruh.
Sementara, dinding-dinding kubus mulai tertarik.
Garis-garis cahaya terdistorsi.
"Tidak mungkin?"
Rizen langsung menurunkan tangannya.
Mencoba menstabilkan Domain.
Namun...
Terlambat.
CRAAAAAACK!!!
Retakan besar muncul di seluruh permukaan kubus.
Gravitasi black hole terus meningkat.
Menarik segalanya.
Menghancurkan struktur dimensi itu dari dalam.
Storm menatap ke depan.
"Ini sudah cukup menghancurkan Domain lemah ini."
BOOOOOOM!!!
Dalam satu ledakan besar, Domain Supercube hancur.
Fragmen dimensi pecah dan lenyap.
Black hole menghilang bersamaan.
Dan dalam sekejap, Storm kembali ke dunia nyata.
---
Dataran Risveyland
Angin berhembus kencang akibat pelepasan energi.
Debu beterbangan.
Di depan, Rizen terdorong mundur beberapa langkah.
Matanya melebar.
"Dia menghancurkannya dengan mudah…"
Lgris yang melihat dari samping juga terdiam sejenak.
"Itu…"
Storm berdiri kembali di tanah.
Napasnya masih berat.
Namun auranya kembali stabil.
Ia menatap Rizen.
"Domain atau apa pun…"
Suaranya tenang.
"Tidak akan mampu menahanku lama."
Storm belum mencapai batasnya.
Dan setiap kali musuh menekan, ia justru menunjukkan kekuatan lain.
