Ficool

Chapter 474 - Bukan di Bulan

Langit tinggi—

Pertarungan semakin cepat.

Serangan datang tanpa jeda.

Terminator Demon kembali menghantam dengan kekuatan brutal.

Rizen menekan ruang di sekitar Storm.

Lgris menciptakan hujan es yang tak terhindarkan.

Namun—

Storm terus menghindar.

WHUSH!

BLAST!

CRASH!

Gerakannya semakin cepat.

Semakin tajam.

Di sela-sela itu—

Storm menatap ke arah yang lebih jauh.

Ke atas.

Ke luar atmosfer.

Matanya menangkap satu tujuan.

Bulan.

Ia bergumam pelan.

"Kalau di sana…"

Tidak ada kota.

Tidak ada manusia.

Tidak ada yang perlu dilindungi.

Ia bisa bertarung tanpa menahan diri.

Storm mengencangkan tinjunya.

Aura merah di tubuhnya meningkat drastis.

"Sekalian saja…"

"Aku habisi mereka bertiga di sana."

Tubuhnya sedikit condong ke atas.

Siap melesat.

Namun—

Tiba-tiba—

Sebuah suara muncul.

Dari perangkat di tubuhnya.

"Storm."

Ia sedikit terkejut.

"Napstylea?"

Suaranya terdengar jelas di dalam helmnya.

Namun kali ini—

Nada suaranya lebih serius dari biasanya.

"Jangan ke bulan."

Storm terdiam sesaat.

"Kenapa?"

Jawaban datang cepat.

"Itu wilayah yang buruk untukmu."

Storm mengernyit.

Sementara itu—

Ia masih menghindari serangan yang datang.

WHUSH!

Satu serangan hampir mengenainya.

Namun ia tetap fokus mendengar.

Napstylea melanjutkan.

"Di bulan… pahlawan APH akan semakin kuat."

Storm sedikit terkejut.

"Semakin kuat?"

"Ya."

Suara Napstylea terdengar tegas.

"Energi mereka akan terus terisi oleh cahaya bintang murni."

Beberapa detik hening.

Storm langsung memahami maksudnya.

Jika ia pergi ke sana—

Ia justru memberi keuntungan pada musuhnya Melawan mereka dalam kondisi terbaik mereka—

Adalah kesalahan besar.

Storm menghela napas pelan.

"Merepotkan sekali."

Ia membatalkan niatnya.

Arah tubuhnya berubah.

Bukan ke atas—

Melainkan—

Ke bawah.

WHOOOOOSH!!!

Storm langsung melesat turun dengan kecepatan tinggi.

Para pahlawan APH sedikit terkejut.

"Dia turun ke bumi?"

Rizen menyipitkan mata.

"Apa rencananya sekarang?"

Lgris langsung bergerak.

"Kejar dia sekarang!"

Satu per satu—

Mereka semua mengikuti.

Langit kembali dipenuhi cahaya yang jatuh ke bumi.

Storm menembus awan.

Menuju satu tempat.

Tempat yang pernah menjadi medan pertarungan sebelumnya: Risveyland.

Dataran luas.

Kosong.

Jauh dari kota.

Tempat yang tepat—

Untuk pertarungan tanpa batas.

BOOOOM!!

Storm mendarat dengan keras di tanah Risveyland.

Debu beterbangan.

Angin berputar di sekitarnya.

Ia berdiri perlahan.

Menatap langit.

Beberapa detik kemudian—

WHUSH! WHUSH! WHUSH!

Para pahlawan APH mulai mendarat satu per satu.

Kembali mengepungnya.

Namun kali ini—

Tidak ada kota.

Tidak ada yang perlu dilindungi.

Storm mengangkat kepalanya.

Matanya tajam.

"Naiklah."

Aura di tubuhnya mulai meningkat lagi.

"Di sini saja akan ku bunuh kalian bertiga."

Tanah Risveyland kembali menjadi saksi.

More Chapters