Ficool

Chapter 458 - Kekhawatiran di Luar Domain

Aula markas X.A.R.A masih berantakan.

Beberapa kursi hancur.

Meja rapat bergeser dari tempatnya.

Namun sesuatu yang jauh lebih aneh terjadi.

Storm dan Deathrays menghilang.

Beberapa detik yang lalu mereka masih berdiri saling berhadapan di tengah aula.

Sekarang—

Tidak ada siapa pun di sana.

Udara terasa sunyi.

Para ilmuwan yang tersisa saling memandang dengan bingung.

"Apa yang terjadi?"

"Ke mana mereka pergi?"

Napstylea berdiri di depan dengan wajah serius.

Ia sudah merasakan sesuatu sejak tadi.

"Domain…"

Ia berkata pelan.

Zero menoleh.

"Apa maksudmu?"

Napstylea menjelaskan dengan singkat.

"Deathrays memindahkan Storm ke dimensinya sendiri."

Jester memutar kartu Arkananya perlahan.

"Jadi mereka bertarung di tempat lain."

Lira terlihat sedikit khawatir.

"Berarti kita tidak bisa melihat pertarungan mereka?"

Napstylea mengangguk.

"Benar."

Ia melihat ke tengah aula yang kini kosong.

"Domain adalah ruang yang sepenuhnya dikendalikan oleh penggunanya."

"Itu berarti…"

Zero melanjutkan kalimatnya.

"Storm sedang bertarung di wilayah milik Deathrays."

Arabels yang berdiri tidak jauh dari mereka terlihat semakin cemas.

Tangannya mengepal pelan.

"Storm…"

Ia menatap lantai aula yang kosong.

Arabels tahu satu hal.

Deathrays bukan lawan biasa.

Ia adalah salah satu pahlawan kuat dari APH.

Seorang petarung yang dikenal hampir tidak pernah kalah.

Arabels menggigit bibirnya.

"Storm pasti kesulitan…"

Napstylea menoleh ke arahnya.

"Jangan meremehkannya."

Arabels terdiam.

Napstylea melanjutkan dengan nada tenang.

"Storm sudah menghadapi banyak musuh yang lebih berbahaya."

Namun meskipun ia berkata begitu—

Semua orang di ruangan itu tahu satu kenyataan.

Mereka tidak bisa melihat apa yang terjadi.

Di dalam aula—

Masih ada Aryes, Profesor Romeos, Violys, dan beberapa ilmuwan yang tersisa.

Mereka semua tidak ikut terseret ke dalam Domain milik Deathrays.

Itu berarti—

Pertarungan yang sedang terjadi sekarang benar-benar terpisah dari dunia ini.

Aryes menatap lantai aula dengan ekspresi serius.

"Domain yang kuat…"

Romeos menyilangkan tangannya sambil berpikir.

"Teknologi tidak bisa menembus dimensi seperti itu."

Violys juga terlihat kesal.

"Artinya kita tidak bisa membantu."

Zero menghela napas pelan.

"Sekarang semuanya tergantung Storm."

Aula kembali sunyi.

More Chapters