Ficool

Chapter 414 - Waktu yang Menipis

Tangga utama markas X.A.R.A dipenuhi ketegangan.

Rizen berdiri beberapa meter dari Aryes Wilston.

Medan gravitasi di sekelilingnya berputar perlahan seperti pusaran tak terlihat.

Udara terasa semakin berat.

Beberapa prajurit X.A.R.A di belakangnya berusaha berdiri tegak meskipun tekanan gravitasi terus meningkat.

Namun Aryes tetap berdiri tenang.

Seolah tekanan itu tidak mengganggunya sama sekali.

Rizen memiringkan kepalanya sedikit.

"Kau aneh sekali."

Ia menatap Aryes dengan penuh rasa ingin tahu.

"Biasanya orang akan panik saat berada sedekat ini denganku."

Aryes menjawab dengan santai.

"Biasanya orang juga tidak menyerang markas penelitian dengan kemampuan gravitasi."

Rizen tersenyum kecil.

"Kalau begitu hari ini kita sama-sama melakukan hal yang tidak biasa."

Medan gravitasi di tangannya mulai menguat.

Energi tak terlihat membentuk bola kecil yang mampu menghancurkan tangga gedung jika dilepaskan.

Namun sebelum ia menyerang—

Suara langkah cepat terdengar dari dalam gedung.

"Aryes!"

Rizen menoleh sedikit.

Dari pintu utama, Violys muncul sambil berlari.

Napasnya sedikit terengah.

Ia berhenti di samping Aryes.

"Akhirnya kau datang juga," kata Aryes santai.

Violys langsung menatapnya dengan serius.

"Ini bukan waktunya bercanda."

Ia mengaktifkan proyektor kecil di tangannya.

Hologram peta udara kota H2700 muncul di antara mereka.

Beberapa titik cahaya bergerak cepat menuju posisi markas X.A.R.A.

Aryes memperhatikan sebentar.

Violys berbicara cepat.

"Unit militer Aksrega United sudah bergerak."

Ia menunjuk titik-titik cahaya itu.

"Armada tempur mereka sudah memasuki wilayah udara kota."

Rizen mendengar percakapan itu dan mengangkat alis sedikit.

"Militer?"

Violys melanjutkan dengan nada serius.

"Dipimpin oleh Kapten Sir Varbosta Lynnys."

Aryes menghela napas pendek.

"Cepat juga."

Violys menatapnya tajam.

"Kita tidak punya banyak waktu lagi."

Ia menunjuk ke arah medan pertempuran di halaman.

Storm masih bertarung dengan Lgris.

Zero melawan Terminator Demon.

Arabels dan Lira menahan Marika.

Ledakan terus terjadi.

"Jika militer tiba saat pertarungan ini masih berlangsung," kata Violys, "Mereka bisa saja menganggap semuanya sebagai ancaman."

Aryes memahami maksudnya.

Militer Aksrega terkenal tidak suka situasi yang tidak terkendali.

Jika mereka melihat pertempuran sebesar ini—

Mereka mungkin akan menggunakan kekuatan penuh.

Yang berarti—

Markas X.A.R.A dan sebagian kota bisa ikut hancur.

Rizen tertawa kecil.

"Jadi kalian juga punya masalah sendiri."

Ia menatap langit sebentar.

Dari kejauhan, suara mesin berat mulai terdengar samar.

Aryes menoleh pada Violys.

"Berapa lama dia tiba?"

Violys menjawab singkat.

"Tidak lama."

Ia menatap Aryes dengan serius.

"Mungkin hanya beberapa menit lagi."

Aryes terdiam sejenak.

Lalu ia kembali menatap Rizen.

Ekspresinya tetap tenang seperti biasa.

"Sepertinya keadaan akan menjadi lebih ramai."

Rizen menyeringai.

"Itu cukup bagus."

Medan gravitasi di tangannya kembali menguat.

"Semakin banyak yang datang, semakin menarik."

Di langit kota H2700—

Bayangan armada militer mulai terlihat mendekat.

More Chapters